salam kenal, kang.. thx penjelasan akang ttg iwan rosadi. saya yg jauh di ottawa, bisa menikmati penjelasan lengkap ttg banten kali ini. teruslah menyumbang informasi lengkap ttg banten, kang. and keep in touch ya...
PS: berkenalan dg wartawa membuat sy spt kembali ke masa lalu, waktu msh jadi reporter di majalah SWA. --- Kompas - Muhammad Samsul Hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Menarik dan cukup terhibur saya mengikuti > perbincangan seputar berita > Marissa Haque yang dikabarkan terlibat cek-cok > dengan pengurus DPD PDIP > Banten. Namun, wacana yang berkembang dan sering > dibahas dalam milis ini, > justru, soal kekeliruan penulisan nama Iwan Rosadi. > No problem dengan > pemilihan wacana itu. > > Saya ingin mengklarifikasi apa yang ditulis Kang > Gola Gong dan Kang Iman > Rosadi dalam milis ini. Kang Gola Gong maupun Kang > Iman Rosadi sama-sama > menyebutkan, berita itu muncul di Kompas. Kang Gola > Gong, misalnya, > menulis,"Hehehe,k say bca di Kompas, ditulis Iman > Rosadi." Sementara Kang > Iman menulis,"Cilakanya, itu dikutip oleh KOMPAS, > suratkabar yang kini > masih menjadi pemimpin di bidang media. Tak apalah > semuanya dimaafkan > saja. Semoga punya hikmah tersendiri." > > Harian Kompas (edisi cetak) tidak mengutip berita > soal Marissa Haque > tersebut. Berita itu muncul di Kompas Cyber Media > (KCM), yang mengutip > laporan Kantor Berita Antara. (Berita itu saya > lampirkan di bawah tulisan > ini) KCM adalah lini atau jaringan Kelompok Kompas > Gramedia (KKG) yang > mengelola berita-berita di internet melalui website > www.kompas.com atau > www.kompas.co.id. > > Tidak semua berita di KCM dimuat pada Kompas edisi > cetak. Berita > konsultasi seksologi, misalnya, tidak mungkin bisa > ditemukan di Kompas > edisi cetak. Tapi, sebaliknya, berita Kompas edisi > cetak hampir bisa > dipastikan bisa diakses di situs KCM. Dari segi > pengelolaan, manajemen > redaksi KCM berbeda dengan manajemen redaksi Kompas > edisi cetak. Masing- > masing mempunyai jalur koordinasi sendiri-sendiri > meski masih satu payung > dalam jaringan KKG. > > Soal Iwan Rosadi, selama dua tahun bertugas di > wilayah Banten, saya > mengenalnya saat dia menjadi Ketua Komisi A DPRD > Banten periode 2001- > 2004. Seperti kata Kang Iman, Iwan terpilih lagi > menjadi anggota DPRD > Banten 2004-2009 pada Fraksi PDIP. Ia pernah > mengeluarkan pernyataan > kontroversial, yang dikutip media lokal, bahwa > berita seputar dana > perumahan anggota DPRD Banten adalah berita sampah. > > Tak lama setelah pernyataan kontroversial itu > muncul, Kejati Banten > mengusut kasus tersebut hingga menyeret tiga mantan > pimpinan DPRD Banten, > yang notabene juga bekas koleganya di DPRD Jabar, ke > penjara dan > menjadikan Gubernur Banten sebagai tersangka > korupsi. Jauh sebelumnya, > Iwan juga menjadi juru bicara F-PDIP yang > menjanjikan pengembalian dana > perumahan bagi seluruh anggota F-PDIP. Namun, > seperti kita tahu, janji > itu tidak ditepati. > > Menggarisbawahi apa yang telah disampaikan Kang > Iman, dalam kesaksiannya > di persidangan untuk terdakwa Gubernur Banten Djoko > Munandar di > Pengadilan Negeri Serang, awal bulan Juli 2005, > Sekda Pemprov Banten > Chaeron Muchsin menyebutkan, Iwan Rosadi bersama > Tuti S Indra mendesak > agar dana perumahan segera dicairkan untuk 75 > anggota DPRD Banten. > Seperti kita tahu, Tuti sudah divonis pengadilan. > > Tuti menjadi satu-satunya anggota DPRD Banten > 2001-2004 di luar unsur > pimpinan yang sudah merasakan suasana sel penjara. > Adapun 71 anggota DPRD > Banten 2001-2004 lainnya, termasuk Iwan Rosadi, > belum diutak-utik aparat > hukum, apalagi mencicipi jeruji besi. > > Demikian tambahan soal wacana kelirumologi penulisan > nama Iwan Rosadi, > sekaligus perkenalan awal saya di milis ini. > > Wassalam, > Mh Samsul Hadi > =========================== > Marissa Haque Cek-cok dengan Ketua DPD PDIP Banten > > Serang, Rabu > Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Demokrasi > Indonesia Perjuangan (PDI- > P), yang juga mantan artis Marissa Haque, Rabu > terlibat cekcok adu mulut > dengan Ketua DPD PDIP Banten, Jayeng Rana dan > jajaran pengurus lainnya di > Kantor DPD PDIP Banten di Serang. > Jayeng tampak berang dan tidak senang melihat > Marissa menggunakan kantor > DPD untuk jumpa pers dalam rangka mengekspose > kegiatannya selaku Wakil > Ketua DPD PDIP Banten Bidang Kesra dan Pemberdayaan > Perempuan. > Kejadian itu berawal ketika Marissa mengundang > wartawan pada pukul 09.00 > WIB guna memaparkan kegiatannya menangani demam > berdarah di Banten. > Saat itu Jayeng yang menampakkan diri di pintu > ruangan Bidang Kesra dan > Pemberdayaan Perempuan langsung mendamprat Marissa > seraya menudingnya > telah menggunakan ruangan tersebut seperti layaknya > ruangan milik pribadi. > "Ruangan ini tidak hanya milik Anda, kami akan > memasang meja. Hentikan > kegiatan ini!," ujar Jayeng dengan nada meninggi. > Marissa tetap menggelar jumpa pers dengan gaya > lesehan, seraya > menjelaskan programnya untuk membentuk satuan tugas > (Satgas) tanggap > darurat guna mengantisipasi berbagai penyakit serta > pemberian kesempatan > sekolah gratis pada anak keluarga miskin. > Baru beberapa menit acara berlangsung, Jayeng > kembali masuk dan menuduh > Marissa telah membuat tindakan yang menyebabkan > perpecahan di PDIP, > termasuk soal pencalonan kepala daerah untuk > Pemilihan Kepala Daerah > (Pilkada) Banten tahun 2006. > "Ke mana-mana anda terus menjelek-jelekkan DPD PDIP > Banten. Jadi, cepat > sudahi saja dulu acara ini!," tandasnya. > Mendapat dampratan seperti itu Marissa tidak kalah > sengit, dan anggota > DPR RI itu langsung melayani Jayeng. "Saya ada di > sini karena memiliki > hak sebagai Wakil Ketua Bidang Kesra dan > Pemberdayaan Perempuan sesuai > dengan SK DPP PDIP. Ini juga rumahku, bukan hanya > rumah Jayeng," kata > Marissa, seraya balik menuding Jayeng telah > membiarkan perahu PDIP > digunakan kader partai lain dalam pencalonan > Gubernur Banten hanya demi > keuntungan pribadi. > Untuk sementara ketegangan mereda karena Jayeng oleh > pengurus lain > digiring masuk ke ruangannya. Tapi setelah jumpa > pers usai, Jayeng dengan > dibantu Iman Rosadi kembali "menyerang" Marissa. > Maka keributan kembali pecah untuk kedua kalinya > dengan suasana lebih > panas, namun tidak sampai terjadi bentrok fisik > menyusul datangnya > sejumlah polisi yang kemudian mengamankan ruangan > Kabid Kesra DPD PDIP > Banten. > Marissa bersama timnya kemudian segera pergi dari > tempat itu untuk > menyerahkan bantuan buku ke perpustakaan "Rumah > Dunia" yang merupakan > perpustakaan milik masyarakat Banten. > Sumber: Ant > Penulis: Jy > > > > > -----Original Message----- > From: Iman Rosyadi <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Date: Tue, 27 Dec 2005 00:48:37 -0800 (PST) > Subject: [WongBanten] Buat Kang GG tentang IWAN > ROSADI > > > > > Kang GG, > > > > IWAN ROSADI yang akang tanyakan adalah anggota > DPRD Banten dari > > Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan > (PDIP). Dua sudah 2 > > periode menjadi anggota dewan. Pertama, periode > 2001-2004, dia > === message truncated === ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
