Masalah korupsi di negara ini memang seperti tidak pernah ada selesainya. Banyak hal yang telah digembar-gemborkan sekaligus tidak sedikit yang hilang seperti asap yang membumbung ke atas lalu pudar.
Kebutuhan akan adanya transparansi dalam penanganan kasus korupsi agaknya memang masuk akal, koruptor menjadi seperti ikan-ikan dalam aquarium yang dapat dengan mudah diawasi.
Kebutuhan akan adanya transparansi dalam penanganan kasus korupsi agaknya memang masuk akal, koruptor menjadi seperti ikan-ikan dalam aquarium yang dapat dengan mudah diawasi.
Transparansi akan membawa banyak keuntungan bagi berbagai pihak, Kejaksaan maupun masyarakat, kecuali koruptor yang sedang diadili tentunya.
Selain akan sangat menguntungkan, transparansi bisa menjadi momok tersendiri bagi beberapa anggota birokrat yang selama ini bertindak tidak benar alias culas dan telah keluar jalur. Dan hal ini bisa menambah jumlah masalah.
Penanganan kasus KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) membutuhkan dana yang cukup besar dan hal ini terhalang dengan gemuknya birokrasi pemerintahan Indonesia yang tidak
pernah diaudit selama 60 tahun sejak negara ini merdeka. Pengeluaran negara untuk menggaji para pegawai birokrasi teramat besar sedangkan kinerjanya tidak terlalu efektif.
Banyaknya pegawai berimbas pada banyaknya gaji yang harus diberikan dengan resiko gaji yang minim. Kurangnya gaji berakibat munculnya korupsi yang dibenarkan oleh diri sendiri.
Banyaknya pegawai berimbas pada banyaknya gaji yang harus diberikan dengan resiko gaji yang minim. Kurangnya gaji berakibat munculnya korupsi yang dibenarkan oleh diri sendiri.
Konteksnya dengan Propinsi Banten alangkah baiknya hal ini mungkin ada benarnya kalau mempunyai Gubernur atau Bupati yang berkompeten dan sudah kaya, jadi tidak perlu mengerjakan pekerjaan sambilan dalam tanda kutip tersebut.
Ada momen dimana Banten sebagai sebuah propinsi yang baru berdiri sekitar 4 tahun, diharapkan mampu untuk berdiri tegak dan berani menghadapi berbagai rintangan. Karena semua harapan masyarakat Banten ibarat menabur benih pasti kita menuai, dalam bentuk apapun itu.
Disinilah saat hati yang berbicara membawa sebongkah harapan untuk meraih hal yang lebih tinggi meninggalkan kesan negatif, dimana selama ini Banten selalu dicap sebagai daerah miskin dan terbelakang.
Disinilah saat hati yang berbicara membawa sebongkah harapan untuk meraih hal yang lebih tinggi meninggalkan kesan negatif, dimana selama ini Banten selalu dicap sebagai daerah miskin dan terbelakang.
Namun apa daya, sebongkah harapan yang dinanti2 oleh seluruh lapisan masyarakat Banten yang diembankan kepada para pemimpin Propinsi Banten, ternyata bagaikan mendulang pasir di padang pasir. Sebabnya efektifitas kinerja aparatur Pemerintah Banten jauh dari harapan.
Kasus korupsi, pemalsuan ijazah, dan banyak lagi kasus2 yg lain. Hal ini memperlengkap predikat Banten menjadi daerah "terbelakangan dalam pembangunan dan termaju dalam serakahnya".
Emas Banten mengkilau dibatas negeri, rakyat Banten terhempas dan digilas penguasa.
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
Tetap Semangat Mencintai Banten!
SPONSORED LINKS
| Indonesia visa | Indonesia phone card | Indonesia calling card |
| Indonesia travel | Bali indonesia | Indonesia |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
