Kalau dalam bahasa sunda Baduy : "TEU WASA AING NGALANGGAR, ETA WARTAWAN TRANS TV CULANGUNG HENTEU BOGA ADAB SOPAN SANTUN JEUNG TEU NGAHARGAAN ADAT ISTIADAT URANG BADUY ANU GEUS NYUKCRUK TIBAHEULA" artinya : tidak bisa aku melanggar, Itu wartawan Trans TV gegabah tidak punya sopan santun dan tidak menghargai adat istiadat orang Baduy yang sudah eksis sejak dahulu kala".
jangankan kedatangan wartawan Trans TV (apalagi meliput masyarakat Baduy secara diam-diam tanpa minta izin), pihak PEMDA LEBAK sendiri seringkali menawarkan kepada masyarakat Baduy pembangunan jalan dari Desa Ciboleger hingga Kampung Cibeo, tapi ketua adat dan agama Baduy Dalam (Puun) menolak dengan tegas karena dianggap tidak sesuai adat.Tidak hanya itu, setiap tahun mereka juga ditawari berbagai program pembangunan di Baduy, seperti sekolah, balai pengobatan, listrik masuk desa, hingga penyediaan mesin tenun. Namun, Lembaga Adat Baduy tetap menolak berbagai
tawaran program pembangunan itu.
adat masyarakat Baduy, terutama Baduy Dalam, berupa hukum-hukum adat yang bersifat mengikat. segala hal yang dilarang adat, walau tidak secara tertulis, tidak dapat ditentang. Pelanggaran terhadap aturan-aturan adat itu dipercaya akan membawa bencana.
masyarakat Baduy telah mempunyai sistem dan cara pertanian sendiri. dengan sistem pertanian yang menghasilkan panen satu kali dalam setahun, mereka percaya mampu memanen gabah yang baik dan tahan disimpan di lumbung hingga puluhan tahun.
menurut masyarakat Baduy, kalau pertanian dipaksakan menggunakan pupuk supaya bisa panen dua kali setahun, kualitas padinya malah jadi menurun. Masyarakat Baduy, khususnya Baduy Dalam, menggantungkan hidupnya pada pertanian tradisional.
Mereka menanam padi dan palawija di ladang tadah hujan (huma). Sesuai adat, pengolahan pertaniannya tidak boleh menggunakan alat-alat berat, seperti cangkul dan bajak. Mereka
juga tidak diperbolehkan membelokkan air untuk pengairan huma.
padi yang dipanen selama satu tahun sekali ini disimpan dalam leuit (lumbung padi). Padi yang disimpan dalam lumbung khas Baduy bisa bertahan hingga puluhan tahun. Padi tersebut, sesuai adat, tidak boleh dijual.
selain menjadi petani, masyarakat Baduy juga menjual hasil tanaman lain, seperti pisang, mentimun, durian, kacang panjang, kacang tanah, kunir, jahe, dan kencur dll.
sejak diberlakukannya era otonomi daerah, Desa Kenekes ditetapkan sebagai tanah hak ulayat, seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lebak Nomor 32 Tahun 2001 tentang Perlindungan atas Hak Ulayat Masyarakat Baduy. Dengan tanah hak ulayat seluas 5.136,58 hektar, masyarakat Baduy mendapat kewenangan untuk mengelola sendiri kawasan adat tersebut.Produk hukum Pemkab Lebak lainnya yang terkait dengan masyarakat Baduy adalah Perda Nomor 31 Tahun 2001 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Lebak, Keputusan Bupati Lebak Nomor 590/Kep.233/Huk/2002 tentang Penetapan Batas-batas Detail Tanah Ulayat Masyarakat Adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.
sebelum era otonomi daerah, telah muncul Perda Nomor 13 Tahun 1990 tentang Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Adat Masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak. Jauh sebelum itu, tahun 1968 keluar Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat tentang Penetapan Status Hutan Larangan Desa Kanekes Daerah Baduy sebagai Hutan Lindung Mutlak dalam Kawasan Hak Ulayat Adat Provinsi Jawa Barat.
sebagai kelompok yang masih sangat teguh memegang adat nenek moyang mereka, masyarakat Baduy menjaga keseimbangan hidup berdasarkan adat dan kepercayaan, berupa berbagai pantangan atau tabu. perilaku perseorangan dan kelompok dibatasi oleh adat. Melalui adat itulah, sistem pengendalian sosial dikembangkan melalui perantaraan puun.
Puun, sebagai pemimpin dan pengendali
sosial dalam kehidupan masyarakat Baduy, memiliki otoritas yang hanya dibatasi oleh adat. Dengan mengacu pada aturan-aturan adat, Lembaga Adat Baduy memberikan respons atas persoalan- persoalan hidup mereka, termasuk penolakan terhadap berbagai tawaran pembangunan.
Apa yang telah dilakukan oleh kru Trans TV adalah tindakan yang gegabah. Jadi pihak kru TRANS TV yang melakukan acara peliputan secara diam-diam (tidak minta izin) harus segera minta maaf. Pihak Trans TV harus segera merespon keinginan pihak masyarakat Baduy untuk klarifikasi.
Tuntutan Jaro Dinah agar reporter Trans TV minta maaf, saya selaku warga Kabupaten Lebak sangat mendukung dan setuju !!!
wong banten <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Berita ini memang benar, bahkan ada tercetus untuk
menuntut Trans TV lewat jalur hukum positif yang
berlaku. Ini sangat menarik karena kasus ini merupakan
pelanggaran adat dalam skala "BERAT". Saya kebetulan
merupakan salah satu yang menengahi masalah ini.
Pada Hari Kamis tgl 22 Desember 2005 lalu saya
mengontak rekan Trans TV area Banten, Edi dan
memberitahukan tuntutan dan syarat bagi Trans TV.
Pertama, adanya permohonan maaf Trans baik dalam lisan
maupun dalam penayangan. Kedua, membawa serta
seseorang yang diduga guide berinisial "DH" menghadap
Jaro Dainah dan kokolot. Ketiga, masalah yang
menyangkut adat akan dibicarakan di Kadu Ketug, tempat
pertemuan. Sebagai tambahan pihak Trans membawa copy
dari tayangan diatas.
Waktu yang disepakati adalah hari Sabtu ternyata tidak
bisa dilaksanakan dan langsung di forward ke Jaro
Dainah. Alasan pada saat itu adalah Hardimen Koto
sebagai penanggung jawab tayangan Jelajah sedang tidak
berada di tempat.
Hari Senin, 26 Desember saya mendapat sms yang
mengatakan bahwa tim Trans TV bersama rombongan dan
juga "DH" telah meluncur ke Baduy. Sms inipun saya
forward sehingga para tokoh adat berkumpul di Kadu
Ketug.
Sampai malam hari Jaro Dainah belum bertemu dengan
rombongan hingga pada hari Selasa, 27 Desember. Hari
itu saya mendapat kabar dari Trans, bahwa rombongan
sudah ulang dan sudah berada di Pandeglang.
Akhirnya kami bertemu di pelataran parkir DPRD Banten
dan langsung melakukan pembicaraan. Pihak Trans
ternyata tidak melalui Ciboleger dan melapor ke Jaro
Dainah namun langsung menuju Cikeusik lewat selatan.
Mereka telah mengadakan upacara dan sudah dapat maaf
dari sesepuh disana.
Pihak Trans merasa bahwa masalah sudah selesai
sehingga menganggap anjuran untuk menemui Dainah tidak
dihiraukan. Bahkan pada saat itu Pihak Trans tidak
merasa berkepentingan menelpon Jaro Dainah yang memang
sedang menunggu. Akhirnya dengan HP saya saya mencoba
menghubungkan kedua belah pihak. Namun pulsa habis dan
pembicaraan terputus pada prinsip masing-masing yang
pertama pihak Trans merasa sudah beres dengan
masalahnya, kedua, pihak Baduy merasa persoalan belum
beres sama sekali sebelum pihak Trans dan "DH" bertemu
Dainah di Kadu Ketug.
Beberapa hari kemudian saya mendapat kabar bahwa
kokolot Baduy Dalam yang mengadakan upacara dengan
pihak Trans tengah di periksa dan kemungkinan besar
dijatuhi sangsi atau hukuman.
Masalah ini menunggu waktu hingga satu bulan. Bila
satu bulan pihak Trans belum menanggapi apa yang
diharuskan warga Baduy lewat Jaro Dainah, maka akan
ada aksi susulan yang masih dibicarakan.
Terlepas dari itu semua, era reformasi ini telah
meninggalkan norma-norma budaya sehingga terjadilah
kejadian "Trans-Baduy Gate" ini. Ini jelas-jelas
tercermin dari perkataan salah seorang reporternya
yang mengatakan,"Jika mungkin Tuhanpun akan saya
wawancarai" Astagfirullah,.....
--- Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Gimana nih????
>
> BT
>
> Suara Pembaruan, 27 Desember 2005
>
> Lebak- Masyarakat Baduy yang tinggal di Desa
> Kanekes, Kecamatan Leuwidamar,
> Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendesak reporter
> stasiun Trans TV yang
> melakukan peliputan ke Baduy dan menayangkannya
> dalam acara Jelajah beberapa
> waktu lalu, segera meminta maaf kepada tetua adat
> atau Kokolot Baduy.
>
> Tayangan itu dinilai sudah melanggar prinsip-prinsip
> adat Baduy. Kepala Desa
> Kanekes Jaro Dainah kepada Pembaruan, baru-baru ini,
> mengatakan pihaknya
> akan menuntut wartawan Trans TV yang melakukan
> peliputan soal Baduy, jika
> tidak segera datang meminta maaf kepada Kokolot
> Baduy. Permintaan maaf itu
> harus dilakukan melalui upacara adat resmi yang akan
> digelar komunitas
> Baduy.
>
> "Panayangan aktivitas masyarakat Baduy itu
> seharusnya tidak boleh dilakukan
> karena sejak dulu adat Baduy melarang keras untuk
> mengambil gambar untuk
> kepentingan apa pun, ketika masuk di kawasan Baduy
> Dalam. Karena itu kami
> merasa keberatan dengan penayangan kehidupan Baduy
> oleh Trans TV dalam acara
> Jelajah. Menurut adat Baduy perlu dilakukan acara
> adat pemulihan," katanya.
>
> Dikatakan, hukum adat Baduy melarang keras adanya
> pengambilan gambar di
> daerah Baduy Dalam untuk keperluan apa pun. Hukum
> dan pantangan adat itu
> selalu ditaati sejak ratusan tahun lalu dan akan
> terus dijaga untuk
> selamanya. "Kalau ada yang melanggar, dia harus
> menghadapi hukum adat dan
> mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Kokolot
> Baduy. Ini hukum adat Baduy
> yang wajib ditaati," tegasnya.
>
> *Pelanggaran Berat*
> Ia mengungkapkan, wartawan Trans TV yang meliput
> kehidupan Baduy sudah
> terbiasa keluar dan masuk Desa Kanekes. Wartawan itu
> juga dinilai telah
> melakukan pelanggaran berat lainnya, yaitu memasuki
> wilayah Baduy Dalam
> melalui jalan belakang dan tidak meminta izin
> Kokolot Baduy.
>
> "Pada saat melakukan peliputan, wartawan Trans TV
> itu masuk ke Baduy Dalam
> melalui jalur Cikertawana dan Desa Cikeusik, bukan
> lewat Kampung Ciboleger
> yang merupakan pintu depan sebagai pintu masuk resmi
> ke pemukiman Baduy
> Dalam. Masuk melalui jalur tidak resmi itu saja
> sudah merupakan
> pelanggaran," jelasnya.
>
> Salah seorang tokoh masyarakat Baduy, yang juga
> mantan anggota MPR-RI dari
> utusan golongan H Kasmin menyatakan pihaknya akan
> mendorong upaya
> penyelesaian masalah itu secara adat. Namun, jika
> wartawan Trans TV tidak
> mau menaati permintaan masyarakat Baduy untuk
> meminta maaf, pihaknya akan
> mendorong penyelesaiannya secara hukum.
>
> "Sebagai warga Baduy, saya tetap menghormati hukum
> adat dan budaya yang
> sudah ada sejak dahulu. Jika memang tak ada niat
> baik dari wartawan
> tersebut, saya akan terus mendorong dan siap
> membantu Jaro Dainah untuk
> melakukan tuntutan secara hukum," katanya. *(149)*
>
>
> Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
__________________________________________
Yahoo! DSL Something to write home about.
Just $16.99/mo. or less.
dsl.yahoo.com
Tetap Semangat Mencintai Banten!
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Saprudin
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
Tetap Semangat Mencintai Banten!
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
