TEROR SEBELUM TIDUR
Oleh : Qizink La Aziva
Judul: Dongeng Sebelum Tidur (Kumpulann Cerpenis Rumah Dunia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Desember 2005
Harga: Rp. 30.000,-
Di era sekitar 70-an, orang tua kita sering mendongeng untuk
anak-anaknya. Begitu banyak dongeng yang lahir dari tanah nusantara. Di
Jawa Barat ada dongeng Si Kabayan yang kerap bikin kita tersenyum
mendengarnya. Dongeng Malin Kundang dari Sumatera Barat sangat melekat
di telinga anak-anak. Begitupun dengan dongeng Bawang Merah Bawang
Putih, Jaka Tarub, atau Timun Mas dari Pulau Jawa.
Bagi orang-orang terdahulu, mendongeng merupakan wujud ungkapan cinta
kepada si anak. Sehingga sangat wajar, jika kemudian dongeng begitu
besar pengaruhnya dalam pembentukan perilaku anak. Kegiatan berdongeng
biasanya dilakukan orang tua sebagai pengantar tidur anaknya sehingga
kita pun kerap mendengar istilah Dongeng Sebelum Tidur.
Anak-anak sering terlelap tidur usai mendengar sebuah dongeng, karena
khayalan mereka sudah jauh terbawa dalam dunia fantasinya. Namun
keindahan sebuah dongeng bagi anak-anak ini tidak akan anda temukan
ketika membaca kumpulan cerpen berjudul Dongeng Sebelum Tidur (DST)
terbitan Gramedia, Jakarta. Dalam buku berisi 10 cerpen dari 5 penulis
Rumah Dunia (Gola Gong, Toto ST Radik, Firman Venayaksa, Fahri Asiza,
dan Tias Tatanka) ini, para pembaca tidak akan terlelap tidur tapi akan
menemukan 'teror' yang akan mengganggu tidur.
Dalam dongeng (baca cerpen) Aku Ingin Jadi Clara karya Firman Venayaksa,
kita akan dihadapkan pada sebuah cerita yang sangat mengerikan. Dalam
cerpen itu, kita akan disuguhi sebuah cerita tentang seorang wanita yang
berharap menjadi tokoh Clara dalam cerpen Seno Gumira Ajidarman. Clara
merupakan tokoh yang menjadi korban pemerkosaan dalam aksi kerusuhan.
Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, wanita tersebut menawarkan
dirinya kepada setiap orang (termasuk kepada pacarnya) untuk
memperkosanya. Gilanya lagi, sekelompok pria malah menolak untuk
memperkosa wanita tersebut. Mereka lebih suka memperkosa pacar si
wanita!
Teror juga hadir dalam cerpen Mereka Bilang Kita Keturunan Monyet karya
Tias Tatanka. Dalam dongeng ini, Tias mencoba mempertemukan cerita
pembunuhan Qabil oleh Habil dengan Teori Evolusi Darwin yang terputus
(missing link). Tias sangat berani melakukan perombakan mitos
(demitologi) Qobil - Habil sekaligus mempertemukannya dengan sebuah
teori ilmiah. Bukankah menurut Korrie Layun Rampan, teori ilmiah pun
pada dasarnya adalah fiksi.
Dengan imajinasinya, Tias seakan membenarkan (sekaligus mentertawakan)
bahwa manusia sebenarnya memang keturunan monyet. Karena pasca
pembunuhan pertama di dunia tersebut, Habil lari ke dalam hutan dan
diperkosa segerombolan monyet. Pemerkosaan yang dilakukan kera betina
terhadap anak pertama manusia di bumi inilah yang seakan 'memberi
jawaban' bahwa manusia memang keturunan monyet.
Teror lainnya juga hadir dalam tujuh cerpen lainnya dalam buku DST ini.
Dalam cerpen Batu Dalam Cermin misalnya, kita akan menemukan cerita
manusia yang membatu dalam cermin, seperti dongeng Malin Kundang. Kita
juga akan menemukan sebuah cerita tentang pemimpin sebuah negeri yang
menjadi penjual pistol di cerpen Ratu Pistol karya Toto ST Radik.
Ketika membaca atau mendengarkan dongeng, kita akan lari sejenak dari
kenyataan untuk berkhayal. Tapi ketika membaca dongeng-dongeng yang ada
dalam DST, kita akan disodori beragam teror pemikiran agar tidak lari
dari kenyataan. Dongeng-dongeng yang disajikan dalam DST tetap berpijak
pada realitas, tak sekadar khayalan.
Sehingga berhati-hatilah dalam membaca dongeng-dongeng dalam DST. Karena
anda tidak akan tertidur lelap usai membaca buku ini, seperti tokoh
Inano dalam cerpen Dongeng Sebelum Tidur karya Gola Gong yang terus
dipengaruhi dongeng tentang pelangi dan bidadari yang pernah
didengarnya. Atau seperti tokoh wanita dalam cerpen Aku Ingin Jadi Clara
yang terobsesi gara-gara baca cerpen!
Buku ini adalah kumpulan cerpen kelima Rumah Dunia, dimana 50%
royaltinya disumbangkan ke Rumah Dunia. Jika anda sudah membeli novel
ini, berarti sudah ikut membantu membangun Rumah Dunia. Belilah. Eh,
Bacalah dan selamat membaca! Awas, Anda akan diteror dongeng sebelum
tidur.
*) Penuils adalah wartawan Radar Banten
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/