----- Original Message -----
Sent: Friday, 06 January, 2006
10:03
Subject: Balasan: Re: [WongBanten]
Kontrak Sosial & Politik perlu juga tuh
Assalamualaikum wr. wb.
BERFIKIR DAN BERSIKAP
JERNIH
Untuk Saudara2 ku di Pesisir
Pantai Banten Selatan, Cikotok, Cibeber, Cisungsang, Citorek, Cibeduk,
Leuwidamar, Kanekes, Cileles, Gunung Kencana, Banjarsari, Cijaku, Malingping,
Panggarangan, Bayah dan Cilograng khususnya masyarakat Kab. Lebak dan umumnya
masyarakat Banten.
Fenomena belakangan ini yang terjadi
di Banten, munculnya aksi keprihatinan yang dilakukan oleh sebagian masyarakta
Banten, mengharuskan kita khususnya ummat Islam untuk memiliki kejernihan
berpikir. Banyak dari pelbagai peristiwa yang melanda tubuh birokrasi Banten
yang menggoda dan merangsang kita untuk ikut serta terlibat.
Keikutsertaan kita akan dikaitkan
dengan pemikiran pelbagai kegiatan berbau protes sebagai upaya "ta'muruna bil
ma'ruf wa tanhauna anil munkar", menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada
kemungkaran.
Secara sepintas, pelbagai kegiatan
protes yang dibungkus dengan slogan-slogan perbaikan tidak lebih hanya
mewujudkan sikap kekecewaan dari kita yang berada di luar kekuasaan.
Oleh karena itu kita perlu menyusun
kerangka pemikiran agar tidak mudah terjerumus kedalam perilaku politik
distorsif yang menggejala dewasa ini. Kita berusaha untuk selalu berjuang
menegakkan kebenaran. Namun menegakkan kebenaran tidak merusak keadaan yang
sudah baik. Dlm menegakkan kebenaran dengan semangat memperbaiki keadaan ke
arah yg lebih baik.
Kita khususnya Ummat Islam jangan
mudah tergoda oleh pelbagai ajakan yang belum tentu mencerminkan kebenaran.
Jangan mudah percaya terhadap janji-janji perjuangan untuk memperbaiki
sesuatu, padahal tidak lebih hanya sekedar perwujudan kekecewaan karena tidak
kebagian jatah.
Pada konteks inilah kita khususnya
ummat Islam perlu menyusun kriteria, apakah mereka itu layak dijadikan
pemimpin atau mereka harus diwaspadai sebagai kekuatan yang akan menjerumuskan
Banten kelembah keterbelakangan. Bagaimanapun, ditengah persoalan politik yang
makin memanas menjelang pilkada, manuver politik, makin sering terjadi untuk
menghimpun kekuatan dengan tujuan kepentingan tertentu.
Ada beberapa hal yang perlu mendapat
catatan; Pertama, kita khususnya Ummat Islam Banten harus melakukan semacam
check and recheck terhadap pelbagai ajakan, atau pelbagai pemberitaan yang
mengajak kita melakukan perjuangan menegakkan kebenaran. Titik tolak sikap
ini, pemanfaatan sarana informasi dan komunikasi (internet, milis wongbanten)
untuk mengarahkan opini sangat luar biasa.
Karenanya, sudah menjadi kewajiban
kita khususnya ummat Islam Banten untuk tidak mudah larut dalam provokasi,
pemberitaan yang dapat menyeret kita kedalam perilaku distorsif. Kita jangan
gampang terpengaruh pada ajakan-ajakan yang dibungkus semangat membangun
Banten namun ternyata tidak lebih perwujudan rasa kekecewaan .
Saya kutif ayat AL Qur'an dalam surat
An Nur : 15 : "Ingatlah di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke
mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit
juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi
Allah adalah besar".
Kriteria Kedua ; yang harus dijadikan
titik tolak oleh kita untuk terlibat dalam upaya perjuangan menegakkan
kebenaran adalah adanya penjelasan tujuan dan methode. Artinya, tujuan
perjuangan dan cara perjuangan itu benar-benar sesuai dengan ajaran Allah dan
Rasul-Nya dan tidak hanya slogan-slogan yang berisi kebohongan.
Saya nukil lagi ayat Al Qur'an dalam
surat An Nisa : 65 : "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak
beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka
perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka
terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan
sepenuhnya".
Semangat kita dalam berjuang
membangun Banten yang lebih baik haruslah menjadi dasar berpijak dan menjadi
tujuan dari perjuangan itu sendiri. Kebenaran yang diperjuangkan haruslah
dengan kerangka semangat mencintai Banten seutuhnya atas dasar kepentingan
seluruh masyarakat Banten bukan atas dasar kepentingan kelompok apalagi atas
dasar rasa sakit hati.
Ditengah arus informasi dan
komunikasi yang semakin deras, yang mengarahkan manusia pada tujuan dan
kepentingan tertentu, tak pelak kita harus mawas diri. Banyak belakangan ini,
pemberitaan, isyu, rumor politik yang tanpa kita sadari menyeret kita terlibat
dalam aksi hujatan, cacian atau bersikap keras terhadap kekuasaan, padahal
tidak ada alasan yang cukup jelas.
Kita perlu memperbaiki pelbagai
kekurangan yang ada sekarang ini. Tetapi janganlah perbaikan yang kita lakukan
merusak tatanan yang sudah ada.
Sikap seperti itu penting ditegaskan
mengingat sekarang ini ada suasana baru yang terlihat pada pemegang kekuasaan.
Karenanya, bukan hal istimewa bila ketidakpuasan sekarang ini banyak muncul
ditengah masyarakat Banten. Karena itulah kita perlu bersikap berimbang.
Memang disadari masih banyak kekurangan yang ada. Karenanya harus senantiasa
mengingatkan mereka-mereka yang mau menjadi Balon Gubernur Banten untuk
memperbaiki diri dulu, agar sesuai dengan keinginan masyarakat Banten. Mereka
diingatkan layaknya mengingatkan sanak famili dan keluarga terdekat dan bukan
dengan cara-cara merusak keadaan yang sudah lumayan baik, walaupun perlu lebih
diperbaiki, agar Banten dapat bersolek menata diri. Jangan sampai Banten
dikatakan kuper karena image masyarakat di luar Banten selalu mengenal Daerah
Banten dengan Ilmu Teluh (Hitam), Debus dan Jawaranya. Marilah kita rubah
image buruk tersebut dengan semangat mencintai Banten kearah yang
lebih baik. Banten yang berkilau bagaikan mas (walaupun masnya sudah
habis). Banten yang beriman, bertaqwa, dan berilmu pengetahuan.
Wallahu alam.
Wassalamualaikum wr.
wb.
SPS, Jkt, 6 Jan 06 M / 6 Dzulhijah 1426 H
didin hasanudin
<[EMAIL PROTECTED]> menulis:
kawan semua..!
Keperihatinan itu sangat beralasan dan
bagimana perubahan dalam sistem demi kearah perbaikan bisa
terwujud.
sebagaimana kang
GG bersemangatnya..!:
"Ayo, kita gbung? Nggak usah bikin partai,
tapi bikin tekanan kepada para calon gubernurBanten. Dengan cara apa? Saya
nggak tahu. Bikin forum milis wongbanten?
Kita bikin beberapa butir
kesepakatan. Kalo tidak, revolusi social.,..heeheh... jawabannya? Saya sih
nggak berani."
Milis ini mungkin bisa dijadikan
komunikasi dalam menyalurkan pemikiran-pemikiran itu sehingga ada kontribusi
yang nyata.
Saya yakin dimilis ini banyak temen2 yang
berotak cemerlang.
Gagasan "Kontrak Politik" dengan balon2 Gub. sebagai kontrak moral
para pemimpin.
Kalu itu jalannya..ok lah..!tapi kita perlu mempertimbangkan segala
asfek dan kajian2 baik segi penyusunan substansi isi ataupun pada
pelaksanan (teknisnya).
Pertimbangan substansi itu saya kira sama dengan kang Ahmad sampaikan
secara garis besar cuman sedikit mau nambahkan "Pendidikan dan
Kesehatan".(boleh teu?)
Mungkin temen2 ada ide bagus..?please..dan saya ikut mendukung..!
Ada yang lain?.....
Salam
Didin
Ahmad Mukhlis Yusuf
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kang Edi,
Multiply-nya kok kosong ya, saya klik dari signature anda, tapi
kosong.
Saya setuju dengan Kang edi soal Kontrak dengan calon2
Gubernur, barangkali kita bisa mulai dengan KONTRAK POLITIK yg juga
bisa memasukan beberapa klausul, seperti usul Nur Iswan
(Ottawa), diantaranya:
1. Siap mengikuti proses PILKADA yang Jujur dan Tanpa Suap Terhadap
Pemilih.
2. Siap mempublikasikan kekayaannya sehari setelah dilantik bila
terpilih jadi Gubernur
3. Siap membuat surat edaran yang melarang
anak, isterinya/suaminya, keluarganya menggunakan jabatan untuk
kemudahan2 dalam berbisnis di Banten.
4. Siap melawan dan memberantas korupsi sampai ke akar2nya di
Banten.
5. Siap mundur bila isi kontrak ini dilanggar.
Mungkin Nur Iswan bisa bantu menyusun draftnya, saya akan ikut daftar
dalam pengsusung kontrak ini.
Salam,
Mukhlis Yusuf
Timah Building, Suite 201
Jln.
Iskandarsyah I/4, Jakarta 10260, Indonesia
Phone +62-21-7247430, Facs
+62-21-7245321
email: [EMAIL PROTECTED]
----- Original Message -----
Sent: Thursday, January 05, 2006
4:57 AM
Subject: [WongBanten] Kontrak
Sosial & Politik perlu juga tuh
> Iswan dan teman2 semua,
> Mengapa tidak
kita minta semua calon gubernur yg
> kini telah beredar utk
membuat kontrak politik,
> sebagai komitmennya yg akan terus
menerus kita
> tagih, kecuali kita semua telah kehilangan
harapan
> sama sekali, membiarkan uang rakyat, yang
sekali
> lagi berasal dari pajak dan utang rakyat,
diserahkan
> pada para perampok... (Ahmad Mukhlis
Yusuf)
Salam,
Temen-temen miliser wongbanten yang baek. Rupanya diskusi
tentang Bakal Calon Gubernur Banten mulai rame di milis ini. Saya dan
temen2 Banten yang kebetulan berada jauh dari Tanah Daerah,
merasa sangat terbantu informasi berkenaan dengan perkembangan Banten
saat ini (di samping nggak ada media lokal yang mengekspos melalui
internet, seperti yang
kita maklumi).
YAHOO! GROUPS LINKS
Yahoo!
DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less
Saprudin
__________________________________________________
Apakah Anda
Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik
terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
Tetap Semangat Mencintai Banten!
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS