Title: New Page 1
DARI SEBUAH MIMPI
Sebuah Pelajaran dari Workshop film
 
Menyelenggarakan sebuah workshop Film Dokumenter di Serang bukanlah sesuatu yang mudah apalagi peserta yang berminat mesti dipungut bayaran 300 ribu rupiah! harga yang 'sangat' mahaldi kota Serang untuk sebuah workshop film, yang peminatnya pun belum tentu jelas adanya. Semula Jack La Motta merasa ragu untuk menyelenggarakannya, "emang ada yang mau ikut? trus, mau gak dia bayar untuk sebuah workshop seharga 300 ribu? sponsor mana yang mau ikut mendukung?", dan segudang pertanyaan lainnya berseliweran di kepala Jack. "Tapi kita sudah harus memulai!, sekarang atau tidak sama sekali!", akhirnya itulah kesimpulan yang menguatkan Jack untuk 'nekat' menyelenggarakan workshop film.
 
Saya selalu ingat, untuk memulai sesuatu, mesti diawali dengan niat yang benar agar pekerjaan yang dilakukan tidak menjadi sia-sia apalagi 'ting batingnya' menjadi sebuah penyesalan dan cemoohan. Dengan Bismillah, Jack mencoba meluruskan niat, Workshop ini bukan untuk ajang mencari profit, tapi untuk ibadah. Semoga dengan Workshop akan melahirkan para sineas muda yang handal dalam membuat film dokumenter. Sebuah media untuk menumpahkan idealisme, kreatifitas, seni, serta pencerahan bagi masyarakat Banten yang 'haus' akan perubahan. Kira-kira begitulah secuil niat yang dihujamkan dalam hati Jack.
 
Dengan waktu satu bulan, Jack dibantu volunteer Rumah Dunia mempersiapkan workshop. Kenapa Rumah Dunia dipilih? alasan utamanya adalah, karena Rumah Dunia bersedia mensupport acara Workshop ini dengan rela menyediakan tempat dan fasilitasnya. Alasan lainnya tidak begitu penting, sing penting adalah WS ini dapat berguna dan menjadi wadah sebuah komunitas sineas muda di tanah Banten. Dengan waktu yang singkat dan dilakukan di sela-sela berbagai kegiatan seperti pembuatan film pendek untuk acara detik akhir dan detik awal, juga persiapan peluncurannya, persiapan WS ini tetap dijalankan. Sekalipun begitu, Jack diam-diam menyediakan dana pribadi untuk jaga-jaga khawatir WS ini kurang peminatnya, apalagi berita di koran lokal (RB) sudah menyebar, belum lagi pamflet serta undangan ke setiap sekolah dibagikan.
 
Saya pernah menyaksikan sebuah film dokumenter tentang 'kekuatan mimpi'. Bukan mimpinya memberikan sebuah keajaiban, tetapi dengan mimpi orang tersebut mengerahkan segala daya upaya untuk mewujudkannya. Dan sungguh malang orang yang mimpi pun ia tidak mau, apalagi berusaha untuk melakukan yang terbaik. Begitulah penyelenggaraan WS ini diilhami. Mimpi akan terwujudnya beberapa stasiun TV lokal di Banten, mimpi SDM Banten bisa mengisi Stasiun TV tersebut dan menyajikan acara yang bermutu serta mendidik, mimpi terbentuknya komunitas film yang menyajikan berbagai ide serta kreatifitas. wah mimpi-mimpi itu banyak sekali menghantui tidur Jack. Dan dengan 'keajaiban' mimpi itulah workshop film terselenggara dengan sukses. Diikuti oleh 15 peserta (target peserta padahal 10, karena memang sangat dibatasi), serta berasal dari beberapa kabupaten, seperti dari Lebak - STIE La Tansa Mashiro, Merak - Cilegon, Serang, Menes-Pandeglang. Pesertanya representasi dari wilayah Banten barat yang memang mesti mengejar ketertinggalan. Selama acara WS 3 nari berturut-turt, Mereka dengan tekun mengikuti acara demi acara full seharian. Baik teori maupun praktik diikuti dengan 'sersan' -  serius tapi santai.
 
Diakhir acara workshop, para peserta menumpahkan segala perasaannya, harapan mereka dengan mengikuti workshop alhamdulillah terpenuhi bahkan hampir semua mengatakan melampaui dari harapan semula. Ada yang mengikuti workshop semula hanya dengan niat agar pede bikin film dokumenter, "dan sekarang saya sudah sangat pede dan siap bikin film dokumenter", kata Ayatullah seorang peserta dari Cilegon. Ada juga yang mengatakan,"saya sebelumnya kuli angkat-angkat barang untuk sebuah liputan di TV swasta Jakarta, saya cuma bisa bengong liat kru film bekerja. Sekarang, saya InsyaAlloh mampu untuk mengoperasikan kamera dengan baik" ungkap seorang peserta dari pandeglang. Dan menjadi semakin lengkap manakala komunitas film pun saat pertemuan terakhir sepakat dibentuk dan diluncurkan. Gola Gong, lewat sms nya ikut mensupport kelahiran komunitas film ini.
 
Begitulah secuil 'kekuatan mimpi' yang saya alami setiap jengkal prosesnya. Mimpi-mimpi itu, rasanya semakin dekat dengan kenyataan. Komunitas film baru terbentuk, SDM di bidang film sedikit demi sedikit mulai tumbuh, TV lokal pun kabarnya sedang dalam proses. Manajemen RB kabarnya sedang mengurus izinnya, sedangkan di Cilegon kabarnya pula akan hadir TV lokal. Begitulah secuil mimpi yang saya alami, maka bermimpilah dan jangan takut untuk bermimpi untuk kemajuan Banten !
 
 
JK
"Iam a dreamer but Iam not the only one", John Lennon
 
.....

Tetap Semangat Mencintai Banten!



YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke