Secara perhitungan matematika terori siklus bencana 
[http://www.jurnalnet.com]
akan terjadi lagi dengan proporsi perhitungan, di hitung per 10-
januari-2006, perhitungan ini akan diulang lagi jika sudah tercapai 
satu kemunculan:
* Perhitungan memakai simulasi komputer

Gempa : 40% kemunculan
Badai : 35% kemunculan
Banjir : 50% kemunculan
Longsor : 30% kemunculan
Penyakit : 55% kemunculan
Kecelakaan : 65% kemunculan

Prediksi diatas di hitung berdasarkan permutasi siklus dengan 
parameter alam, berulangnya kejadian dan sifat manusia saat itu. Hal 
ini sangat berbeda dengan peramal/ahli nujum, tetapi ini murni eksak 
dengan pembobotan level 2.5 setiap faktor resiko ditambah faktor 50% 
untuk kejadian alam dan pengurang jika kemunculan telah dilakukan

Pada saat di hitung ternyata ketepatan memang paling tinggi pada 
resiko kemunculan adalah kecelakaan/kelalaian, faktor terbesar yang 
mendorong angka kecelakaan adalah terungkapnya korupsi DAU di dep 
Agama dengan resiko pelaksanaan ibadah hajji yaitu adanya kebakaran 
yg sudah terjadi dan mungkin lain yg akan terjadi.

Faktor lain adalah alam, dengan musim hujan dan faktor manusia yang 
cenderung tergesa-gesa akan sangat menentukan selain kondisi diatas

Terlepas dari perhitungan di atas, maka perlu dilakukan sosialisasi 
yang mendalam tentang resiko kecelekaan di waktu musim hujan, 
mungkin sudah waktunya pihak Dep. Perhubungan mengadakan pemeriksaan 
mendadak terhapad kelayakan darat, laut dan udara atau meningkatkan 
kewaspadaan tinggi kepada para pengemudi, sopir, pilot, masinis dsb 
terutama di musim hujan ini.

Jangan sampai langkah antisipasi menjadi terlambat seperti yang 
sudah-sudah karena sibuk dengan bencana lainnya. Harus ada yang 
mengingatkan departemen Perhubungan untuk segera melakukan 
pencegahan dini mengingat musim hujan yang lumayan deras dan mungkin 
juga angin kencang/badai.



nb:
*--- siklus mencatat bahwa maksimum 2x kejadian dalam satu siklus 
secara dramatis, contohnnya adalah

Bencana Aceh lalu Nias -> Stop
Bencana Banjir bandang Jember lalu Longsor Banjarnegara-> Stop
Pesawat Lion,lalu mandala -> Stop

:: Jadi kadang teori ini bertentangan dengan prediksi umum yang 
menyatakan di media massa bahwa longsor dan banjir yang terbesar 
kemunculannya, secara teori memang hal itu mungkin terjadi, tetapi 
kecil sekali berulang secara dramatis



:: Semua ini hanyalah teori dan harus berpulang pada ALLAH SWT yang 
menentukan, dengan tanda tandaNya

Semoga dapat membantu
Terima kasih
 
 






Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke