Ini tulisan saya tentang menanggapi perkembangan JABAN
 
SMS 2000, MURAH LAGI…
Oleh Aji Setiakarya
 
Semenjak program Jaban meluncur awal Desember lalu, setiap hari Senin, sebelum masuk kuliah saya mesti singgah terlebih dahulu  ke lover koran  satu-satunya yang ada di depan kampus saya. Padahal sebelumnya, saya membaca koran setelah pulang dari kampus atau setelah sholat isya di rumah. Pilihan ini saya ambil karena di rubrik Harian Radar Banten ada ulasan polling sms bakal calon Gubernur Banten. Saya ingin segera mengetahui  ulasan hasil polling yang diselenggarakan oleh Jaring Aspirasi Masyarakat Banten (JABAN). Kebetulan yang mengelolanya adalah dosen yang mengajar saya. Sehingga  rasa ingin mengetahui informasi itu  menggebu-gebu.
            Saya terus mengikuti perkembangan JABAN di koran ini dan beberapa radio lokal. Saya juga kadang bertanya dan bertukar pendapat pada Pak Ikhsan, direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Untirta yang juga salah satu pencetus program JABAN ini. Mengenai tujuan, program kerja dan segala yang berhubungan dengan JABAN. Terutama soal polling sms.
Ada nada tulus dan  mulia yang seringkali meluncur dari mulut Pak Ikhsan, Abdul Malik, dan beberapa pencetus JABAN lainnya, bahwa tujuan dibentuknya JABAN adalah dalam mewujudkan cita-cita demokrasi yang selama ini hanya menjadi simbol belaka, terbengkalai. JABAN ingin orang  yang memimpin Banten adalah sosok yang memiliki kepribadian baik dan jujur. Pemimpin yang  memiliki komitmen yang tegas dalam membela kepentingan masyarakat. Seorang decisian maker yang memiliki kredibilitas, kompetensi dan responsibility serta spiritual yang teruji.  Secara lebih luas  JABAN memimpikan civil society di Banten ini. Suatu keadaan masyarakat yang memiliki hubungan sinergi dan partipasi  yang baik antara pemerintah sebagai pengelola negara  dengan masyarakat, LSM, mahasiswa dan seluruh komponen negara sehingga terwujud masyarakat makmur sentosa. Sebuah cita-cita yang  terpuji dan layak kita sokong.
 
Apakah Polling Sms  Efektif?
Ada sejejer agenda yang sudah dipublikasikan JABAN. Diantaranya sms polling, focus group discussuion,  talkshow, book release dan MPP. Dari beberapa agenda, polling sms adalah program yang paling banyak menuai kritik dari bebarapa akademisi, lembaga-lembaga kajian juga teman-teman saya dikampus.
Banyak kelompok yang mendukung. Tapi tak sedikit pula yang menertawai bahkan menuduh macam-macam dengan polling sms ini. Muhammad Naim, yang mengatakan dirinya dari forum pendidikan pembelajaran politik pernah berkomentar di koran ini  bahwa polling sms ini seperti Kontes Dangdut Indonesia (KDI) yang ada di TPI.
Saya tidak sepenuhnya sepakat dengan pernyataan Pak Naim. Karena, bagaimanapun kemajuan teknologi informasi (keberadaan telpon selular dan website)   memberikan sumbangsih yang cukup besar dalam rekonstruksi demokrasi. Atau dalam bahasa Antonhy Giddens,  pendemokrasian demokrasi (Gidden, 1999). Dengan polling sms ini,  sebagian masyarakat dapat  memberikan informasi  yang diketahui tentang sosok calon gubernur kepada masyarakat lainnya. Sehingga masyarakat luas bisa menimbang dan memilih secara tepat calon yang pantas menjadi pemimpin Banten.   Polling sms ini akan mempengaruhi pemilih dalam menentukan pilihannya sehingga membawa demokratisasi yang lebih baik di  Banten.
 Yang patut kita kritisi dan kita ajukan pertanyaan kepada JABAN adalah apakah polling sms ini tidak ada rekayasa? Seperti yang dikhawatirkan Gandung Ismanto dalam tulisannya di koran ini. Secara personal, untuk dosen-dosen saya mungkin tahu betul kualitas mereka masing-masing. Tetapi saya tidak menjamin institusi JABAN. Ini adalah tugas Tim JABAN untuk menjawab keraguab-keraguan masyarakat tadi.
 
 
Sms 2000, Murah Lagi
 
Seperti telah banyak ditulis oleh para penggagasnya, maksud program polling sms adalah untuk pendidikan politik bagi masyarakat Banten dan ditujukan sebagai perlawanan terhadap status quo. Selain itu, polling sms ini untuk ”mempereteli’ para bakal calon gubernur. Menggali sisi terdalam dan sisi terluar  atau aspek kelebihan dan kekurangan dari setiap calon gubernur yang selama ini selalu bagus karena ”direkayasa” sebaik mungkin. Calon dipoles menjadi sosok ideal dengan menutupi realitas sesungguhnya.
Sebelum menulis, saya melakukan riset kecil-kecilan kepada teman-teman saya. Saya menanyakan mengenai polling sms ini. Soal tarif sms yang dikenakan JABAN sebesar Rp 2000 jawabannya beragam Ada yang menjawab ”mahal”. Dan ada pula yang menyikapinya dengan menjawab ”Sms 2000, murah lagi”. Yang menjawab ”murah” adalah kebanyakan teman yang memiliki minat dan pengetahuan  tinggi tentang demokratisasi. Sedangkan yang menjawab mahal, sebaliknya. Mereka tidak mafhum tentang demokrasi dan tak peduli dengan pemerintahan.   
Tapi ada teman yang mengatakan tidak keduanya. Dia menjawab ”mahal” kalau JABAN tidak berhasil dan menjawab ”murah” kalau JABAN berhasil. Terlepas dari mahal atau murah mengenai tarif sms, saya terganggu dengan komentar salah satu teman yang mengatakan ”Jaban cuma cari perhatian,” kata teman saya. ”Dan programnya instan,” tambahnya lagi. Untuk komentar pertama saya tidak tertarik mendisukusikannya lagi dengan teman saya tadi. Mecari perhatian adalah sesuatu yang alamiah bagi setiap orang, kelompok dan siapapun itu. Selama itu membawa hal kebaikan, bagi saya boleh-boleh saja. Saya justru membahas lebih dalam komentar yang kedua yang dimaksud dengan ”instan”. Program instan maksudnya adalah program  yang hanya muncul pada momen tertentu dan akan selesai saat moment itu sudah hilang.
”Srimonial doang,” begitu kata teman saya. Kita tahu, biasanya saat-saat akan pemilihan pemimpin banyak lembaga-lembaga berdiri dengan berdalih memberi pendidikan politik, memberi informasi kepada masyarakat, lembaga indipenden dan macam-macam alasan. Tetapi kenyataannya, setelah proses kepala daerah selesai mereka tidak bersuara lagi. Tidak ada lagi program. Tamat. Mereka tak lagi memberikan pendidikan politik. Bahkan yang (memprihatinkan), mereka ambil bagian menduduki  jabatan strategis.  Mudah-mudahan dan kita do’akan JABAN tidak seperti itu.
 
Aji Setiakarya, Mahasiswa Komunikasi Untirta dan 
Manajer Kedai Buku Jawara dan
Kontributor www.rumahdunia.net
 
 
 
 
 
 


Yahoo! Photos – Showcase holiday pictures in hardcover
Photo Books. You design it and we’ll bind it!

Tetap Semangat Mencintai Banten!



YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke