Tanggal:
Mon, 28 Des 2005 20:42:41 -0700 (PDT)
Dari:
 ”SP Saprudin”  <[EMAIL PROTECTED]>  Tambahkan ke Buku Alamat
Topik:
Re: MERDEKA ITU HARGA MATIII !!!
Kepada:
 "simon giyai" <[EMAIL PROTECTED]>
CC:
[EMAIL PROTECTED],  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]>    "warwick aceh" <[EMAIL PROTECTED]>,  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  "Eko Nurhuda" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  [EMAIL PROTECTED],  [EMAIL PROTECTED],  "Fadly Suheri" <[EMAIL PROTECTED]>,  [EMAIL PROTECTED],  "fauzan 1" <[EMAIL PROTECTED]>,  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  "husaini daud" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  "Habe Arifin" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],  "Hasan Saleh" <[EMAIL PROTECTED]>,  [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
 
Assalamualaikum wr.wb.
Salam sejahtera dan salam perdamain
 
Terlebih dahulu saya sampaikan terima kasih atas jawaban e-mail saya dalam perdebatan mimbar bebas ini. Baiklah Sdr. Simon Giyai di Brisbane - Australia, anda menyuruh saya untuk mempelajari tentang sejarah Indonesia dan sejarah masuknya Irian Jaya (Papua) kedalam NKRI. Maka dari itu di mimbar bebas ini akan saya jelaskan kepada anda seraca eksplisit sejarah Indonesia dan Irian Jaya (Papua). Dalam penjelasan ini saya akan memakai istilah Irian, dan bukan Papua, walaupun saya menyadari benar bahwa pemakaian istilah tersebut pertama itu bisa menyakiti hati Masyarakat Irian. Sebabnya sangat sederhana. Dalam bahasa Melayu lama, kata puah berarti keriting seperti pada rambut orang Irian, dan orang dari Irian dan pulau-pulau kecil di sekitarnya itu disebut orang Pepuah. Dari kata inilah kemudian terjadi istilah Portugis yang kemudian lagi merambat ke bahasa-bahasa Eropa lainnya, misalnya Inggeris Papua dan Belanda Papoe.
Baiklah Simon Giyai, setelah Indonesia menjadi merdeka, pemuka-pemuka bangsa Indonesia yang mendapat keterangan dari ahli-bahasa tentang watak menghina istilah Papua itu dalam bahasa Melayu, lalu memutuskan tidak lagi memakai istilah itu. Sebagai penggantinya, dipakailah istilah Irian yang pertama kalinya diusulkan oleh Frans Kasiepo pada Konperensi Malino tahun 1946. Sebagai orang Indonesia angkatan yang pernah mengalami pahit getirnya perkembangan ini, dan juga sebagai seorang ahli bahasa, maka hal itu  kurang dapatlah membolehkan istilah Papua itu lepas dari mulut untuk menyebut orang Irian, sebagaimana halnya saya tidak akan boleh mengucapkan kata nigger terhadap seorang Afro-Amerika. Hanya dalam nama negara PNG, terpaksa istilah itu dipakai, karena itu menjadi nama yang telah ditetapkan oleh negara tetangga yang berdaulat penuh menetapkan nama resminya, dan saya megucapkannya sebagai istilah asing.
Nah setelah bicara masalah formalitas peristilahan, bolehlah kita masuk ke inti persoalan. Dalam pada ini boleh kita bedakan dua bagian besar dalam serba-serbi faktor-faktor yang turut berperan: yaitu faktor-faktor de jure, dan faktor-faktor de facto. Tentu saja, yang paling penting dan menentukan adalah faktor de facto. Maka dari itu, baik saya mulai dengan faktor de jure supaya itu selesai dan tidak mengganggu lagi dalam penelaahan persoalan yang benar-benar, yaitu yang de facto.


Saprudin

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Tetap Semangat Mencintai Banten!



SPONSORED LINKS
Indonesia visa Indonesia phone card Indonesia calling card
Indonesia travel Bali indonesia Indonesia


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke