Kolom: Kwik Kian Gie
Utang dan Pengkhianat

Rakyat Merdeka, Selasa, 17 Januari 2006

PEMERINTAH Indonesia tidak pernah berhenti berutang
sejak tahun 1967. Untuk kurun waktu tertentu, rakyat
Indonesia dicuci otaknya bahwa semakin besar utang
yang diperoleh kita harus semakin bangga, karena utang
dipropagandakan sebagai simbol kepercayaan dunia
internasional kepada Indonesia. 

RAKYAT Indonesia juga dikelabui dengan mengatakan
utang sebagai pemasukan untuk pembangunan, dan negara
pemberi utang disebut negara donor. 

Yang melakukan ini hampir semua¬nya guru besar dengan
gelar doktor dan jabatan publik tertinggi setelah
Pre¬siden dan Wapres. Mengapa? Me¬mang ada segi-segi
positif dari utang, yaitu kalau yield-nya lebih besar
dari bunga, dan utang menghasilkan arus uang tunai
yang dapat dipakai untuk mem¬bayar utang yang
bersangkutan. 

Prinsip yang demikian elementernya tidak dimengerti
oleh para guru besar dalam bidang ekonomi? Yang bener
aje! Pasti ada motif lain. Mari kita de¬ngar¬kan orang
yang disuruh men¬cip¬takan utang buat Indonesia,
dengan mak¬sud apa dan dengan kolaborasi elit bangsa
yang dijadikan target peng¬hisapan. 

Semua sudah mengetahui tentang bukunya John Perkins
yang berjudul “The Confessions of an Economic Hit
Man”. Menurut Newsweek terbitan ter¬akhir, buku ini
tercantum dalam daftar bestseller dari New York Times
sela¬ma tujuh minggu. Saya terjemahkan ba¬gian-bagian
yang relevan untuk tulisan ini. 

Halaman 12: “Saya hanya menge¬ta¬hui bahwa penugasan
pertama saya di Indonesia, dan saya salah seorang dari
sebuah tim yang terdiri dari 11 orang yang dikirim
untuk menciptakan cetak biru rencana pembangunan
pembangkit listrik buat pulau Jawa.” 

Halaman 13: “Saya tau bahwa saya ha¬rus menghasilkan
mo¬del eko¬nom¬terik untuk Indonesia dan Jawa”. “Sa¬ya
mengetahui bahwa statistik dapat di¬ma¬nipulasi untuk
menghasilkan ba¬nyak kesimpulan, termasuk apa yang
dikehendaki oleh analis atas dasar statistik yang
dibuatnya.” 

Halaman 15: “Pertama-tama saya harus memberikan
pem¬benaran (justi¬fication) untuk memberikan utang
yang sangat be¬sar jumlahnya yang akan disalurkan
kembali ke MAIN (per¬usa¬¬haan konsutan di mana John
Perkins bekerja) dan peru¬sa¬han-perusahaan Ame¬rika
lainnya (seperti Bechtel, Halli¬burton, Stone &
Webster, dan Brown & Root) melalui penjualan
proyek-pro¬yek raksasa dalam bidang rekayasa dan
konstruksi. Kedua, saya harus mem¬¬bangkrutkan negara
yang mene¬ri¬ma pinjaman tersebut (tentu¬nya se¬telah
MAIN dan kontraktor Ame¬rika lain¬nya telah dibayar),
agar negara tar¬get itu untuk selamanya ter¬cengkeram
oleh kreditornya, sehingga negara pe¬ngu¬tang (baca:
Indonesia) menjadi target yang empuk kalau kami
mem¬butuhkan favors, termasuk basis-basis mili¬ter,
suara di PBB, atau akses pada mi¬nyak dan sumber daya
alam lainnya.” 

Halaman 15-16: “Aspek yang harus di¬sem¬bunyikan dari
semua proyek ter¬sebut ialah membuat laba sangat besar
buat para kontraktor, dan mem¬buat bahagia beberapa
gelintir keluar¬ga dari negara-negara penerima utang
yang sudah kaya dan berpe¬ngaruh di ne¬garanya
masing-masing. De¬ngan de¬mikian ketergantungan
ke¬uangan ne¬gara penerima utang men¬jadi per¬ma¬nen
sebagai instrumen untuk memperoleh kesetiaan dari
pe¬merintah-pemerintah penerima utang. Maka semakin
besar jumlah utang semakin baik. Kenyataan bahwa
be¬ban utang yang sangat besar me¬nyengsarakan bagian
termiskin dari bangsanya dalam bidang kesehatan,
pendidikan dan jasa-jasa sosial lain¬nya selama
berpuluh-puluh tahun tidak perlu masuk dalam
pertim¬bangan.” 

Halaman 15: “Faktor yang paling me¬nentukan adalah
Pen¬da¬patan Domestik Bruto (PDB). Proyek yang memberi
kontri¬busi terbesar terhadap per¬tumbuhan PDB harus
dime¬nang¬kan. Walaupun hanya satu proyek yang harus
dimenangkan, saya harus menunjukkan bahwa membangun
pro¬yek yang ber¬sang¬kutan akan mem¬bawa manfaat yang
unggul pada pertumbuhan PDB.” 

Halaman 16: “Claudia dan saya men¬diskusikan
karakteristik dari PDB yang menyesatkan. Misalnya
pertum¬buhan PDB bisa terjadi walau¬pun hanya
menguntungkan satu orang saja, yaitu yang memiliki
perusahaan jasa publik, dengan membebani utang yang
sangat berat buat rakyatnya. Yang kaya menjadi semakin
kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin. Statistik
akan mencatatnya sebagai kemajuan ekonomi.” 

Halaman 19: “Sangat mengun¬tungkan buat para penyusun
stra¬tegi karena di tahun-tahun enam puluhan ter¬jadi
revolusi lain¬nya, yaitu pem¬berdayaan
perusahaan-perusahaan inter¬nasional dan
organisasi-or¬ganisasi multinasional seperti Bank
Dunia dan IMF.” 

Bab tiga khusus tentang Indonesia dengan judul:
“Indonesia, pelajaran buat Penghancur Ekonomi”. 

Halaman 21: “Prioritas dari kebijakan luar negeri
Amerika Serikat ialah supaya Suharto melayani
Washington seperti yang dilakukan oleh Shah Iran. AS
juga mengharapkan bahwa In¬donesia akan menjadi model
buat ne¬gara-negara di sekitarnya. Wa¬shing¬ton
mendasarkan sebagian dari stra¬teginya pada asumsi
bahwa man¬faat yang diperoleh dari Indonesia akan
mem¬punyai dampak positif pada se¬luruh dunia Islam,
terutama di Timur Tengah yang eksplosif. Dan kalau itu
tidak cukup, Indo¬nesia mempunyai minyak. Tidak
seorangpun yang me¬nge¬tahui dengan pasti tentang
besar¬nya dan kwalitas dari cadangan minyaknya, tetapi
para akhli seis¬mo¬logi sangat antusias tentang
ke¬¬mung¬kinan-kemungkinannya.” 

Halaman 28: “Akhirnya kepada kami diberikan
keanggotaan dari Bandung Golf & Racket Club yang
ekslusif, dan kami bekerja dalam kantor cabang
Ban¬dung dari Perusahaan Umum Lis¬trik Negara (PLN),
perusahaan listrik yang dimiliki oleh pe¬merintah.
”Dari sanalah John Perkins dengan Tim-nya beroperasi,
yang didukung se¬penuhnya oleh para anak bangsa yang
menjadi pengkhianat terhadap rak¬yat dan bangsanya
sendiri.
 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke