salam,
ya bagi milliser semua, Anda ingin membaca tulisan tentang sastra yang bermutu, ikuti diskusinya selama tiga hari (3-5) februari di Rumah Dunia, komplek Hegar Alam No 40 Ciloang Serang. Jika Anda tak ada waktu, Anda masih bisa membaca tulisan-tulisannya di rumahdunia.net.
salam
 
ibnu aa

Rumah Dunia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Januari – Februari 2006:
EDISI KHUSUS
ODE KAMPUNG”
 
Garin Nugroho bersabda, bahwa orang gunung (kampung) lebih peka dan lebih canggih menangkap fenomena seni dan budaya yang terjadi di sekelilingnya. Mereka dapat langsung merespon dan menggabungkannya dengan khazanah kesenian yang telah dimilikinya.” Garin mencontohkan Ismanto, seniman dari komunitas Merapi, yang merespon kesenian modern dan memadukan dengan tradisional.”
 
Sepuluh tahun kemudian. Apa yang digemakan komunitas Mendut, terkikis zaman dan perubahan waktu. Kampung tak lagi jadi idaman. Kampung disimpan dalam toples kaca atau album foto. Kampung hanya bisa menangis;  memanggili anak-anaknya, agar pulang membangun kampungnya yang terlantar. Negeri ini tidak mengalami perubahan apa pun. Soeharto lengser, Habibi naik tidak merubah apa-apa. Gusur naik dan dilengserkan, giliran Megawati berkuasa, juga tidak merubah apa-apa. Kini SBY belum genap setahun, koruptor banyak yang terbongkar tapi uang tidak bisa kembali. Tumbalnya lagi-lagi rakyat. Harga-harga membumbung. BBM, listrik, dan telepon dinaikkan, agar si kaya mensubsidi si miskin. Semua dibebankan ke rakyat. Sementara para petinggi negara dan anggota dewan sibuk studi banding dan ongkang-ongkang kaki di restoran; mencari-cari slilit di antara gigi.
 
Begitu juga yang terjadi di bumi Banten. Hakamudin naik, lalu Djoko Munandar. Begitu juga Atut. Di tingkat Serang, Bunyamin diganti Taufik Nuriman. Enam tahun berjalan, semua petinggi masih sibuk dengan dirinya; menuntut ini-itu. Di DPRD Banten, para anggota dewan kocar-kacir cari kran untuk cuci tangan perihal kasus-kasus korupsi, tapi masih saja sempat membuat RAPBD makan-minum sebesar Rp. 80-an milyar Rupiah! Di Pemkab Serang, Rp. 5 Milyar lebih dianggarkan untuk ketawa-ketiwi merancang Serang kota, tapi kampung Ciloang sejak dulu jalannya masih saja rusak! Begitu juga jalan-jalan di kampung Kasemen, Kramatwatu, dan masih banyak lagi, jalannya goyang-dombret!
 
Kampung-kampung di Banten, bahkan di seluruh kampung se-Nusantara, memanggili anak-anaknya untuk memperhatikan dirinya. Oooy, jangan terlalu silau  dengan arus globalisasi; hedonis dan konsumtif. Di kampung masih bayak orang yang lapar; tidak makan nasi di lumbung mereka sendiri! Di kampung masih banyak yang kurang pendidikan; sekolah-sekolah roboh dan buku pelajaran dimakan tikus-tikus sialan!  Ooy, lihat kampungmu! Tapi para pejabatnya  lebih suka belanja dengan merek palsu yang penting gaya dan seminar dengan bahasa yang aneh-aneh atau bersilaturahim di kota dengan tema intelektual, bahkan berkunjung ke luar negeri adalah maha segala. Segala macam kegiatan dirancang, untuk mengelabui saudara sendiri yang tersisa di kampung. Studi banding ke luar negeri. Kongres ini-itu. Semua kalangan jadi genit dan kebarat-baratan. Siapa yang tidak bersinggungan dengan liberalisme, maka dia bukan manusia.
 
Ya, klik saja www.rumahdunia.net
Kali ini menunya gurih-gurih.
 
Ada banyak essay dari sastrawan kampung seperti Acep Zamzam Noor (komunitas Azan Singaparna, Tasikmalaya), Isbedy Stiawan ZS (Dewan Kesenian Lampung), Irfan Hidayatullah (Ketua Forum Lingkar Pena), Chavcay Sedullah (Rangkasbitung, Banten), Ahmadun Yosi Herfanda (Ciputat), Toto ST Radik (Serang) dan Saut Situmorang (Yogyakarta). Bahkan parade puisi Gus tf (Payakumbuh), Jamal D Rahman (Ciputat), dan Wan Anwar (Serang) jadi menu tambahan.
 
Ayo, jangan ketinggalan.
Anda akan merasa berbahagia mengunjungi kami di www.rumahdunia.net
Percayalah, puisi dan prosa bisa membuat kita bahagia.
 
SEMUA ADA di situs www.rumahdunia.net
BURUAN!
NANTI KETINGGALAN KERETA
 
 
 
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gola Gong, Redaksi Pelaksana: Ibnu Adam Aviciena, Wartawan: Rimba Alangalang, Wangsa Nestapa, Aji Setiakarya, Putra Matahari,  Langlang Randahwa, Promosi/Publikasi: Noval Youmal Ramsis, Mat Kodak: Qizink La Aziva, Web Master: Andre Birowo, Dewan Redaksi: Gola Gong, Toto ST Radik, Tias Tatanka, Firman Venayaksa, Qizink La Aziva. Alamat: Komplek Hegar Alam 40, Kampung Ciloang, Serang 42118, Banten, Indonesia. Tlp: 0254-202861, surat elektronik: [EMAIL PROTECTED], milis: [EMAIL PROTECTED], Kami menerima zakat, infaq dan sedekah lewat Rekening: Asih Purwaningtyas C, BCA Cabang Serang, Norek: 245 – 188 – 5733, Pendukung: Radar Banten, Suhud Sentra Utama, Dar! Mizan, Gagas Media, Gramedia, Imaji Multimedia, Dindik Banten, Forum Lingkar Pena, Forum Indonesia Membaca, Sanggar Sastra Serang, Senayan Abadi, Lingkar Pena Publishing House, Mata Baca, Gema Insani, Mujahid Press, Rumah Foto, Intervisi, Zikrul Hakim.
 
-         MENCERDASKAN & MEMBENTUK GENERASI BARU YANG KRITIS –
-         BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING -

Do you Yahoo!?
With a free 1 GB, there's more in store with Yahoo! Mail.


Bring words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail.

Tetap Semangat Mencintai Banten!



YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke