Perlu saudara ketahui bahwa Islam adalah agama perdamaian. Islam diturunkan untuk menjadi penerang ummat manusia. Lebih luas lagi, Islam diturunkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.
Kata "Islam" dapat diartikan secara luas sebagai "Perdamaian atau Keselamatan". Namun dalam berbagai keadaan, untuk menciptakan perdamaian itu kadang2 timbul berbagai konflik yang akhirnya menjadi peperangan.
Agama Islam adalah ajaran universal yg setiap ketentuannya sesuai dengan sifat fitrah manusiawi yg terdapat pada diri manusia. Inilah yg membuat Islam selalu relevan untuk diamalkan dalam setiap keadaan. Tak heran jika aspek perang yang merupakan bagian dari kehidupan manusia yg sudah fitrahnya "suka menumpahkan darah" terdapat pula dalam ajaran Islam.
Namun demikian, ajaran Islam tidak bermaksud untuk menyulut api peperangan semata-mata demi memperoleh kemenangan mutlak sebagai manifestasi dari keunggulan, melainkan tetap dalam koridor/kerangka moral
untuk menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan.
Dalam hal ini ajaran Islam menekankan pada penganutnya untuk bertindak apabila mendapat perlakuan atau serangan dalam rangka membela diri dan mempertahankan hak-haknya yang diserang.
Lebih luas lagi, agama Islam tidak melarang manusia untuk berperang asalkan peperangan itu dimaksudkan untuk melawan tirani dan kezaliman, membela martabat, mempertahankan harga diri, dan terutama untuk memelihara kesusian agama Islam sebagaimana yang dikemukakan dalam Al Qur'an :
"Dan perangilah mereka sampai tak ada lagi penindasan (fitnah) dan (sampai) agama itu kepunyaan ALlah semata-mata. Tetapi jika mereka berhenti, maka tidak ada permusuhan lagi, kecuali terhadap kaum penindas" (Albaqarah : 193).
Demikian terjadi di berbagai negara yang rakyatnya beragama Islam, perlawanan kerap terjadi tanpa memandang siapa penyerangnya. Hal ini terlihat pada negara Iraq yang digempur oleh Amerika dan
sekutunya. Begitupula dengan Bosnia-Herzeqovina yang terpaksa bertempur melawan agresor Serbia (bekas negara Komunis Yugoslavia) yang kini beragama Kristen Ortodok. Bosnia bertempur dengan fasilitas seadanya karena mendapat blokade senjata dari Barat (Amerika, Inggris, Perancis dan Rusia).
Bangsa Barat tidak menyadari, setiap usaha mereka menindas Ummat Islam, maka spirit Islam akan segera muncul kepermukaan. Itulah sebabnya mengapa Afganistan, Irak, Bosnia-Herzegovina, Libya dan Chechnya berani berperang dengan negara-negara super power yang diakui keunggulan senjatanya.
Betapa kerasnya sikap ajaran Islam terhadap penindasan inilah yg memberikan peluang Ummat Islam untuk melaksanakan perintah perang (Jihad). Ajaran Islam sungguh peduli dengan masalah ini, sehingga aspek perang (Jihad) bahkan diuraikan secara terinci dalam Al Qur'an.
Dalam salah satu ayatnya, Al Qur'an bahkan melarang ummatnya untuk mundur dari medan pertempuran
apabila mendapat serangan dari pihak lawan.
"Wahai orang beriman, apabila engkau temui orang kafir itu sedang merayap (menyerang), maka ketika itu janganlah kamu membelakangi mereka (mundur), (tetapi boleh) berbelok untuk mencari (siasat) perang atau menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya adlah neraka jahanan, dan sangat buruklah tempat kembalinya". QS. Anfal : 15-16).
Selain itu, terdapat ayat Al Qur'an yang memberi petunjuk bagaimana melakukan shalat ditengah-tengah peperangan.
"Dan apabila (dalam peperangan itu) kamu sedang berada di tengah-tengah mereka (sahabat), lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) bersamamu sambil menyandang senjata, kemudian apabila mereka yang shalat bersamamu sujud telah menyempurnakan satu rakaat, maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi
musuh), dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum mendirikan shalat lalu shalatlah mereka dengan mu, dan hendaklah mereka bersiap-siaga dan menyandang senjata" (QS. An-Nisa'a : 102).
Meskipun peperangan merupakan suatu aksi kekerasan yang kerap menimbulkan kerusakan di permukaan bumi, peperangan dalam ajaran Islam senantiasa berlandaskan pada komitmen moral untuk menegakkan kebenaran di jalan Allah sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits : "Pergilah berperang di jalan Allah, percaya pada Allah dan patuh pada agama utusan Allah. Janganlah bunuh orang tua renta, anak-anak, dan wanita. Jangan pula berlaku curang dalam pembagian harta rampasan, tetapi ambillah sekedar bagianmu. Berbuatlah jujur dan bertindaklah benar, karena Allah menyukai mereka yang bertindak benar".
Dalam suatu peperangan, khalifah Abu Bakar As-Shiddiq berkata "Berhenti sebentar, rakyatku (pasukanku) karena aku ingin membekali kamu 8 pedoman, yaitu :
1. Jangan
menyimpang dari jalan yg lurus;
2. Jangan merusak mayat;
3. Jangan membunuh anak kecil;
4. Jangan membunuh wanita;
5. Jangan membunuh laki-laki yang suda tua;
6. Jangan merusak pohon yang menghasilkan buah;
7. Jangan sembelih ternah kecuali yang kau perlukan untuk makan;
8. Kemungkinan besar kamu juga akan menjumpai orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk bersemedi janganlah mereka ganggu.
Aspek perang dalam Islam sering dipandang secara apriori dan dipahami secara parsial oleh masyarakat Barat, khususnya para Orientalis. Mereka kerap menyatakan perkembangan Islam diperoleh dari perang. Untuk lebih menekankan pada "sosok kejam" ajaran Islam, disebutkan oleh mereka bahwa Islam disebarkan lewat hunusan pedang. Tentu saja para Orientalis tersebut demi suatu kepuasan naluri untuk menjelek-jelekkan, menghancurkan ajaran Islam di muka bumi.
Pernyataan mereka
itu diuraikan seakan-akan merupakan fakta yang tak dapat diingkari. Mereka tidak mau memahami hakekat peperangan dalam Islam sebagai suatu aksi untuk melawan penindasan, meskipun mereka telah banyak membaca buku-buku mengenai peperangan dalam sejarah Islam.
Lewat sejarah itu mestinya kaum Orientalis dapat mengkaji betapa peperangan yang terjadi pada masa lalu merupakan perang melawan penindasan dan kesewenang-wenangan seraya membela martabat harga diri (kehormatan) dan kehidupan manusia sendiri.
Bersambung .................................
Saprudin
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
Tetap Semangat Mencintai Banten!
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
