Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kawan semua, Berikut saya kirimkan artikel saya yag dimuat di harian Fajar Banten hari ini, 15 Februari 2006. Lumayan bae lah, jeung bacaeun bari jeung iseng... salam, BT Sartono Kartodirdjo: Sejarawannya Wong Banten Oleh: Bonnie Triyana, Sejarawan. Wakil Direktur Eksekutif Yayasan Masyarakat Indonesia Sadar Sejarah (Mesiass). Mungkin hampir semua orang Banten tahu tentang Geger Cilegon yang terjadi pada 9 Juli 1888. Namun, tahukah bahwa sejarawan yang mengangkat peristiwa heroik itu menjadi karya ilmiah mengagumkan adalah Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo? Mungkin saja tahu, atau mungkin bisa jadi tidak tahu sama sekali? Pada 15 Februari 2006 ia merayakan ulang tahunnya ke-85. Namun demikian, pada usia senjanya ia masih terus berkarya: ia masih menulis kata pengantar dalam buku Michael C. Williams Arit dan Bulan Sabit: Pemberontakan Komunis 1926 di Banten (Syarikat, 2003). Kumpulan tulisannya yang pernah dimuat Kompas kini telah dibukukan Sejak Indische sampai Indonesia (Penerbit Kompas, 2005). Baru-baru ini ia pun turut menulis di dalam buku persembahan 70 tahun sejarawan Taufik Abdullah (LIPI Press, 2006). Ia bukanlah sebatang pohon pisang, berbuah sekali lalu mati ditebang, demikian falsafah hidup guru besar emeritus ilmu sejarah Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta itu. Sumbangan terbesar Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo bagi pengembangan ilmu sejarah di Indonesia ialah memperkenalkan pendekatan multidimensi dalam penulisan sejarah. Disertasinya, Pemberontakan Petani Banten 1888 dinilai sebagai karya sarjana sejarah Indonesia pertama yang mengangkat peran wong cilik ke atas panggung sejarah yang sebelumnya selalu diisi oleh kaum elit. Sartono Kartodirdjo lulus dari jurusan sejarah Universitas Indonesia pada 1956, kemudian melanjutkan masternya di Yale University, AS (1964). Lalu di bawah bimbingan Prof. Dr. Wertheim ia meraih doktor di Universiteit van Amsterdam, Belanda dengan predikat Cum Laude. Tahun 1996 ia dianugerahi doktor honoris causa dari Universitaet Von Humboldt, Berlin, Jerman. Sepanjang karir akademisnya, paling tidak ada 10 buku dan ratusan makalah/ artikel yang pernah ditulisnya. Les Peoples Sans Histoire Menurut Sartono historiografi tradisional ataupun historiografi konvensional yang mengedepankan peran elit hanya menjadi alat legitimasi kekuasaan belaka. Sejarah seperti ini menafikan kenyataan bahwa rakyatpun turut menentukan struktur sosial, ekonomis dan kultural kerajaan (baca: kekuasaan). Historiografi konvensional yang cenderung bernuansa politis selama satu abad lebih dianggap sebagai bentuk tertinggi pemikiran historis. Menurut Sartono ada keyakinan bahwa negara-negara besar dan tokoh-tokoh besar merupakan unsur utama dalam menentukan jalannya kejadian sejarah. Dan pemahaman tersebut seringkali menimbulkan sikap acuh tak acuh di kalangan sejarawan terhadap hal-hal yang biasa, pada kehidupan petani misalnya. Petani ataupun kehidupan wong cilik memang tak banyak meninggalkan catatan sejarah, oleh karenanya ada ucapan yang menyatakan bahwa petani adalah les peoples sans histoire, masyarakat yang tanpa sejarah. Kendati demikian sebagai negara di dunia ketiga yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian, kehidupan petani di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih dari para sejarawan. Sartono berpendapat bahwa petani bukanlah non faktor dalam sejarah, melainkan merupakan faktor yang mempunyai peranan menentukan (swing role) dalam politik modern. Ia mencontohkan sejarawan Perancis, Goubert yang tidak lagi memokuskan perhatiannya pada tokoh Louis XIV, tetapi pada petani-petani yang hidup di bawah pemerintahannya. Sartono sendiri, melalui disertasinya Pemberontakan Petani Banten 1888 telah membuktikan betapa pentingnya peranan petani dalam perjalanan sejarah Indonesia. Sejarawan Ratu Adil Oleh karena minatnya yang besar kepada masalah gerakan keagaman dan Ratu Adil (milenarianisme), Sartono Kartodirdjo juga sering disebut sebagai sejarawan Ratu Adil. Meningkatkanya dominasi kekuasaan asing pada zaman kolonial, kekecewaan kepada pemerintah karena tingginya pajak menjadi pendorong lahirnya gerakan protes pada akhir abad ke-19 hingga paruh pertama abad ke-20 yang dimotori oleh gerakan keagamaan. Tak jarang gerakan tersebut menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya. Pemberontakan Petani Banten 1888, insiden Kiai Hasan Mukmin dari Gedangan tahun 1904 dan Haji Hasan di Cimareme tahun 1919 telah menimbulkan banyak korban baik dari kalangan Eropa maupun pribumi. Jika kita lihat apa yang terjadi saat ini pun tidak jauh berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Sartono. Gerakan terorisme yang secara masif menyerang simbol-simbol kekuasaan barat, dalam hal ini Amerika Serikat, merupakan fakta bahwa pola dan struktur gerakan radikalisme keagamaan di masa lalu masih berlangsung hingga saat ini. Penutup Pada peringatan seratus tahun Geger Cilegon tahun 1988 yang lampau Sartono Kartodirdjo dianugerahi gelar warga kehormatan Banten. Dan kita patut berbangga hati karena memiliki sejarawan seperti Sartono Kartodirdjo. Kendati bukan warga asli Banten, perhatiannya pada sejarah Banten amatlah tinggi. Sayang seribu sayang, Banten yang sarat dengan sejarah, seolah-olah melupakan identitas dirinya sendiri. Penghancuran gedung Makodim tempo hari menjadi bukti yang nyata betapa sejarah tak dihargai di Banten, betapa sejarah hanya dinilai sebagai rongsokan yang harus diganti dengan sebuah bangunan mal. Dalam kesempatan ini, di mana para elit sedang mempersiapkan pertarungan memperebutkan kursi gubernur, sudah selayaknya warga Banten mempertanyakan komitmen para calon gubernur pada bidang sejarah dan kebudayaan. Pada kesempatan ini pula saya mengusulkan agar di Universitas Tirtayasa, sebagai salah satu universitas negeri terkemuka milik Banten membuka jurusan sejarah atau mungkin jurusan antropologi. Karena melalui kekayaan sejarah dan budayalah Banten menjadi terkenal, maka tepatlah kiranya jika dua jurusan itu didirikan di Banten. Sehingga pada saatnya nanti akan lahir generasi Sartono Kartodirdjo muda yang berasal dari Banten, yang akan membawa nama Banten lebih mendunia lagi. Semoga. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
