AKH LIEUR SAYAH MAH TRIYANA TINAH MACA BUKU, KOMO BARI NONTON RADIO JEUNG NGADENGEKUEN KORAN... YAH BEGITULAH KIRA-KIRA, SAYA JADI TAHU YANG TADINYA TIDAK TAHU, SERING-SERING AJA SHARING INFORMASINYA HATUR NUHUR BON !
Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> menulis: MACA BUKU ATUH SAPRUDIN....! DENGEKEUN KORAN, TONTON TAH RADIO...HEHEHEHE SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: HEBAT EUY URANG BANTEN, PARINTER DINA NGAGALI SEJARAH. "Tampaknya Anda belum memahami betul apa yang terjadi pada tahun 1965." GIMANA MAU MEMAHAMI, LHA WONG TAHUN 1965 SAYA MASIH DALAM PERUT IBU. HI..HI... Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Hmmmmm baiklah, Sorry baru nyemplung ikut diskusi. Saya lagi bete karena artikel saya diplagiat di Kompas hari sabtu kemarin oleh Endang Suryadinata. Jadi saya bener-bener bete dan baru beres mengirim surat protes baik kepada saudari Endang maupun ke Kompas sendiri. But anyway, soal gestapu 65 di Banten. Saya menghargai dan mengapresiasi usaha kawan Hafiz Azhari dari KP2SI yang mengumpulkan cerita2 lisan ini. Sebagai upaya untuk mengklarifikasikan sejarah yang pada masa Orba dimanipulasi lewat monoversinya, upaya yang dilakukan Hafiz and the genk menjadi bagian mempruralistikan sejarah Indonesia. Pertanyaan dari SP Saprudin akan saya jawab: Sobsi memang onderbouw PKI. Dan itu wajar, sebagaimana Pemuda Pancasila yang mendukung Golkar atau Banser yang berafiliasi dengan NU. Tampaknya Anda belum memahami betul apa yang terjadi pada tahun 1965. Dan itu wajar, karena selama ini, selama Orba khususnya, kita selalu membaca dan menerima pelajaran bahwa pada Kamis malam, tanggal 30 September (dan kemudian masuk tanggal 1 Oktober) 1965, telah terjadi penculikan yang berakhir pada pembunuhan enam jenderal dan satu perwira pertama AD. Pada versi Orba dikatakan bahwa dalang semua itu adalah PKI yang bermaksud melakukan kudeta. Dan sejarah stop sampai di sana. Tidak ada yang lain. Nah, itulah yang selama ini kita terima. Dalam sejarah versi Orba yang terlanjur dipercayai banyak orang, tak tertulis sedikitpun, saya ulangi, tak sedikitpun ditulis kisah tentang pembunuhan massal anggota dan simpatisan PKI di berbagai daerah di Indonesia pada kurun tahun 1965-1966 (saya menemukan ini terjadi hingga tahun 1969). Padahal angka korban pembunuhan cukup fantanstis: menurut Sarwo Edhie Wibowo, mertua SBY yang juga memimpin langsung operasi, ada 3 juta yang terbunuh, lalu menurut Kopkamtib ada 1 juta, Soedomo bilang ada 450 ribu, dll lagi (baca saja dalam bukunya si Kikiek, Palu Arit di Ladang Tebu, KPG, 2000). Nah, fakta seperti inilah yang selama ini kita tidak pernah ketahui. Kalaupun diketahui belakangan, komentar yang muncul adalah: biarin aje modar, toh mereka itu kan PEKAI, nggak percaya Tuhan. Sikap mewajarkan pembunuhan massal ini merupakan hasil dari stigmatisasi PKI yang telah berlangsung selama 30 tahun lebih. Ini amatlah salah. Salah besar! Dan jika sekarang ada penelitian yang mengungkapkan perihal pembunuhan massal maka itu perlu didukung. Karena bagaimanapun peristiwa pada 1965 itu tidak hanya berhenti pada pembunuhan jenderal2 saja. Lagipula peristiwa yang terjadi pada malam 30 September 1965 itu masih jadi perdebatan panjang: apakah itu kudeta ataukah hanya aksi sebagian kelompok di dalam AD yang tidak puas terhadap atasannya. Untuk masalah ini saya tidak mau ngocoblak panjang-panjang, silahkan saja baca buku-buku tentang peristiwa 65 yang sekarang sudah banyak beredar. Yang paling standar baca saja Harold Crouch, The Army and Politic in Indonesia, atau John Hughes, Indonesian Upheavel kalau gak salah buku ini diterbitkan dengan judul The End of Soekarno: a coup that misfired. Pada saat peristiwa 65 meletus, banyak anggota dan simpatisan PKI ditangkap atas dasar yang tidak jelas, kabur, absurd. Pada mulanya mereka dituduh terlibat PKI yang akan melakukan makar atau berkhianat. Tapi kemudian ada juga yang ditangkap atas tuduhan yang bermotifkan pribadi, asal tuduh dan macem-macem lagi. Nah, kasus Risman yang ditanyakan oleh Bung Saprudin mengenai apakah dia seorang pejuang atau penghianat bangsa jelas membuat saya kebingungan. Menurut saya dia adalah pejuang. Titel penghianat yang Anda tempatkan sebagai pilihan bukan merupakan pilihan. Karena dalam peristiwa 65 siapa yang dikhianati?siapa yang akan dikudeta? Soekarno? Toh Soekarno tidak diganti oleh Aidit, tapi malah oleh Soeharto. Kalau semisal peristiwa itu adalah makar, coup detat, toh yang dibunuh bukan Soekarno. Kalaupun ada kudeta, itu tidak terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965, tapi terjadi pada hari-hari setelahnya. Lebih tepatnya lagi pada tanggal 11 Maret 1966, yang dikenal dengan peristiwa Supersemar. Siapa yang mengudeta? Anda tahu sendirilah siapa itu mertua Mayangsari hehehe...... Kini berkenaan pertanyaannya Bung Ucu Jauhar, apakah PKI berperan dalam perjalanan bangsa ini. Jawabannya YA. Tapi tidak satu-satunya yang berperan, masih banyak lagi elemen lain bangsa ini yang juga punya peran. PKI salah satunya. Bagaimanapun kita harus akui bahwa PKI-lah organisasi politik kebangsaan pertama yang berontak melawan itu kumpeni Belanda pada tahun 1926 di Banten dan di Minangkabau. Terlepas dari kegagalannya, harus diakui pula bahwa dari kejadian itu ruang-ruang kesadaran nasionalisme kita yang pada saat itu kosong mulai terisi. Cuma susahnya, jaman Pak Harto dulu, pemberontakan PKI tahun 1926 itu direken sebagai pengkhianatan busuk yang terus berulang hingga tahun 1965. Jelas ini pemahaman yang gebleg bin bloon bin idiot. Konteks pemberontakan tahun 1926 itu kepada siapa? Toh kan kepada Belanda yang jelas2 menjajah kita. Ya sudahlah. Sekian saja dari saya. Ayo kita diskusi lagi. Jangan takut-takut untuk mengungkapkan kebenaran. Tabik, Bonnie Triyana Pedje <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hehehe..., saya bukan sungkan, tapi memang ingatan saya terbatas dan merasa tidak punya otoritas untuk membicarakan sejarah. Saya punya beberapa buku dan artikel-artikel yang membahas masalah itu, tapi ada di Banten nun di sana, jadi tak bisa saya kutip di sini. Namun, saya kurang setuju, kalau dikatakan "yg mencerdaskan dunia politik hingga Indonesia tercinta ini bisa merdeka adalah berkat mereka yang tergabung dalam orsospol berlandaskan proletar". Karena, yang berjuang untuk memerdekakan negeri ini bukan hanya kaum komunis (kaum proletar), ada juga kaum rohaniwan seperti para ulama. Kita juga tentu tak bisa menafikan peranan Sarekat Dagang Islam (ini malah kaum borjuis), NU, Muhammadiyah, Jamiatul Kheir (?), Al Irsyad, dsb. Belum lagi organisasi yang bisa dikatakan berlandaskan nasionalisme, seperti Boedi Oetomo dan Taman Siswa. Kaum komunis terlihat lebih menonjol dalam bidang pemikiran karena mereka memang punya jejaring internasional--sesuai dengan salah satu prinsip yang mereka anut, internasionalisme. Selain itu, di samping aktif dalam gerakan massa dalam masa perjuangan dulu, mereka juga rajin mengasah kemampuan intelektual komunitasnya lewat kelompok-kelompok diskusi. Salah satu kelompok diskusi mereka yang cukup populer adalah apa yang oleh media massa tahun 1990-an disebut sebagai kelompok diskusi Pathuk, Yogya. Nama kelompok ini populer karena Soeharto yang mantan presiden itu katanya sempat aktif di sana. Tapi, sekali lagi, mungkin saya salah dan penjelasan saya itu malah menyesatkan. Salam, Pedje --- ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Hulla, hidup palu dan arit. Begitu mengerikan > lambang > tersebut. Yang tidak bersentuhan pun sering di cap, > seperti risman dkk. > > But, mungkin Pedje masih sungkan. Kalau ente tanya > sama bung Bonny (sejarawan kita), dan mo jujur tanpa > tunggangan politik. Pasti ente dpt jawaban; Yg > mencerdaskan dunia politik hingga Indonesia tercinta > ini bisa merdeka, adalah berkat mereka yang > tergabung > dalam orsospol berlandaskan proletar!!! So, jgn > sungkan, tanpa orsospol proletar mungkin qt msh > dibawah naungan yang mulia Negeri Belanda. > Itulah bangsa qt. Entah lupa, atau memang sengaja > dilupakan. Jasa-jasa proletar di negeri ini. Ampe > sekarang kan? Upah kaum buruh selalu mlarat. > > Tapi, mas Pedje, alangkah baiknya kalo mas bs > menceritakan peristiwa kudeta yg terjadi pd tgl 11 > Maret 19xx, itu. Mungkin akan jelas disitu jasa kaum > proletar. > > Bukan cuma cerita sedih orang-orang yang dicap palu > dan arit. > > --- Pedje <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Maaf, saya sekadar mem-forward artikel itu dari > > milis > > tetangga. Tapi, soal hubungan Risman dengan G30S, > > kalau saya tangkap lewat teks itu, ya, tak tak > > terlalu > > begitu berhubungan. Ia (dan juga masih banyak yang > > lain) dituduh terlibat G30S--yang katanya > dilakukan > > oleh PKI--karena menjadi anggota SOBSI, salah satu > > onderbouw PKI (bukan begitu, Kang Bonny?). > > > > Terus, soal pertanyaan kenapa pejuang malah > > ditangkap > > dan dijadikan tahanan politik, ya, ini mah sudah > > banyak dijelaskan banyak ahli sejarah dan ahli > ilmu > > politik. Soeharto dan Orde Baru-nya menerapkan > > politik > > tumpas kelor untuk orang-orang yang dianggap punya > > hubungan dengan PKI. Masih ingat kan kebijakan > > litsus > > pada akhir 1980-an dan awal 1990-an? > > > > Yang pasti, republik ini berdiri antara lain juga > > berkat perjuangan orang-orang komunis, termasuk > yang > > tergabung dalam PKI beserta organisasi > turunannnya. > > Tan Malaka, Aidit, Nyoto, Pramoedya, dan Haji > > Misbach > > bisa kita sebut sebagai sekadar contoh dari kaum > > komunis yang kontribusinya kepada republik ini tak > > bisa kita pandang sebelah mata. Bukankah Tan > Malaka > > disinyalir menjadi otak intelektual dari > > pemberontakan > > petani Banten yang sangat terkenal itu? > > > > Namun, karena saya bukan ahli sejarah, mungkin > saja > > penjelasan saya itu salah. Kang Bonny sebagai ahli > > sejarah mungkin bisa meluruskan dan menjelaskan > > lebih > > detail. > > > > > > Salam, > > > > Pedje > > > > > > > > --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Apa hubungan Risman dengan G 30 S PKI ? > Bukankah > > > RIsman sosok pejuang ? Lantas kenapa Risman > > > ditangkap dan dijadikan Tahanan Politik ? > Bukankah > > > dia seorang pejuang yang mempunyai jasa sangat > > besar > > > ? Apakah SOBSI itu kaki tangan PKI ? > > > Mohon isi cerita ini dilengkapi, biar saya > bisa > > > mengetahui sosok "Risman" ini, apakah sebagai > > > pejuang atau penghianat bangsa. > > > > > > T.k. > > > > > > > > > > > > abduh imanulhaq <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > REVOLUSI YANG MEMBUNUH ANAK-ANAKNYA SENDIRI > > > > > > Pedje <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > www.geocities.com/k2psi/lsm > > > > > > Istri dan anak-anaknya > > > diungsikan ke Pulau Buru > > > > > > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > > protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Tetap Semangat Mencintai Banten! SPONSORED LINKS Indonesia phone card Indonesia calling card Indonesia travel Bali indonesia Indonesia Indonesia hotel --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "wongbanten" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Tetap Semangat Mencintai Banten! SPONSORED LINKS Indonesia phone card Indonesia calling card Indonesia travel Bali indonesia Indonesia Indonesia hotel --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "wongbanten" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Saprudin --------------------------------- Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! [Non-text portions of this message have been removed] Tetap Semangat Mencintai Banten! SPONSORED LINKS Indonesia phone card Indonesia calling card Indonesia travel Bali indonesia Indonesia Indonesia hotel --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "wongbanten" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Tetap Semangat Mencintai Banten! SPONSORED LINKS Indonesia phone card Indonesia calling card Indonesia travel Bali indonesia Indonesia Indonesia hotel --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "wongbanten" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Saprudin --------------------------------- Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! [Non-text portions of this message have been removed] Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
