iya yaaaaaaa.....Indonesia mengalami krisis kecerdasan spiritual yang
mengakibatkan
politik kehilangan strategi pemecahan masalah di masyarakat.
Berbagai masalah yang muncul di masyarakat direspons dengan
mengedepankan formalitas aturan dan formalitas agama yang
mengabaikan prularisme sebagai modal sosial dan falsafah berbangsa!"
tukas pedagang. "Kecerdasan spiritual, menurut Garin, kecerdasan
yang mampu memetakan masalah, mewujudkan strategi yang operasional
di masyarakat, sekaligus menjawab tuntutan aspek kehidupan sehari-
hari berbangsa!"
hi..hi....orang modern baik yang tinggal di pedesaan maupun di perkotaan,
harus malu sama masyarakat Baduy.
Piye toh harus malu sama orang Baduy ? Ya tanyain saja sama orang Baduy toh.
Orang baduy bilang : Prof. Dr. Ir. Master dan banyak lagi cendekiawan yang
punya merk akademis dari berbagai macam latar belakang disiplin ilmu,sampai
ilmu pelet, ilmu santet dll toh masih ada masyarakat Indonesia yang makan nasi
aking.
Orang baduy pantang makan nasi aking !!!
He..he...
antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
---
http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006031102120715
Sabtu, 11 Maret 2006
BURAS
Bijak Model Jengkol!
H. Bambang Eka Wijaya
PEDAGANG jengkol menyambut riang wanita pelanggannya, "Hari
ini bonus lima buah dari 10 buah jengkol yang ibu beli setiap hari!"
"Jangan! Cukup 10 saja!" sambut si wanita. "Kalau makan
jengkol suamiku tak bisa direm, sebanyak apa pun habis! Itu membuat
ia jengkolan, tak bisa kencing!"
"Kalau saya tak puas sekali makan cuma lima buah jengkol!"
timpal pedagang.
"Makan sebatas memenuhi kebutuhan fisik, kepuasan itu emosi,
tak ada batasnya! Kedua hal itu jangan diumbar!" tegas
wanita. "Sebab, kebahagiaan tercapai hanya dengan kemampuan
mengendalikan kebutuhan fisikal dan emosional! Kata kaum Stoa di
zaman Romawi, kebahagiaan sejati tercapai dengan keinginan terbatas!"
"Kalau kebahagiaan tercipta cukup dengan makan sekadarnya
pakai jengkol lima, pemerintah tak perlu menjalankan beragam
program, cukup jengkolisasi nasional!"
"Kebahagiaan fisikal dan emosional itu terendah, hanya
memenuhi naluri dasar manusia!" tegas wanita. "Di atas itu, ada
empat tingkat kebahagiaan yang harus dicapai: Intelektual,
estetikal, moral, dan spiritual!"
"Semua itu pasti tak perlu jengkol!" timpal pedagang.
"Tetap perlu!" tegas wanita. "Tapi bukan jengkolmu, melainkan
yang ditempelkan di dada kepala desa, bupati atau gubernur! Jengkol
itu sebanding kewajiban orangnya mewujudkan semua jenjang
kebahagiaan itu pada warganya!"
"Tapi bagaimana pemakai jengkol itu bisa mewujudkan
kebahagiaan intelektual kalau orangnya tak punya kecerdasan atau
visi intelektual?" sambut pedagang. "Bagaimana mewujudkan
kebahagiaan estetikal kalau tak tahu seni, kebahagiaan moral kalau
suka bohong, dan bahagia spiritual tanpa tawakal?"
"Itulah masalah bangsa kita!" timpal wanita. "Semua
kebahagiaan itu butuh kecerdasan sebagai dasar, tapi pendidikan
sebagai pengasah belum mampu mempertajamnya! Hingga, multikrisis
sesungguhnya adalah ketumpulan intelektual, ketumpulan estetikal,
ketumpulan moral, dan ketumpulan spiritual!"
"Salah satu simpulnya mungkin yang dikemukakan Garin Nugroho,
Indonesia mengalami krisis kecerdasan spiritual yang mengakibatkan
politik kehilangan strategi pemecahan masalah di masyarakat.
Berbagai masalah yang muncul di masyarakat direspons dengan
mengedepankan formalitas aturan dan formalitas agama yang
mengabaikan prularisme sebagai modal sosial dan falsafah berbangsa!"
tukas pedagang. "Kecerdasan spiritual, menurut Garin, kecerdasan
yang mampu memetakan masalah, mewujudkan strategi yang operasional
di masyarakat, sekaligus menjawab tuntutan aspek kehidupan sehari-
hari berbangsa!" (Kompas, 10-3)
"Itu baru satu dimensinya!" sambut wanita. "Masih banyak
dimensi lain, yang harus diselesaikan dari hierarki intelektual,
estetikal, dan moral! Artinya, kehidupan bangsa masih jauh dari
ideal!"
"Sekadar memenuhi kebutuhan fisik saja banyak warga belum
mampu!" timpal pedagang. "Gizi buruk tak kunjung reda!" ***
--- End forwarded message ---
ppiindia
Tetap Semangat Mencintai Banten!
SPONSORED LINKS
Indonesia phone card Indonesia calling card Indonesia travel
Bali indonesia Indonesia Indonesia hotel
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "wongbanten" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
Saprudin
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/