gak aneh, dari awal mulanya saja sudah gak bener. ada rencana proyek 
pembangunan sekolah, biasanya itu kroco-kroco yang ikut nimbrung dalam proyek 
itu sibuk cari gebetan. dana yang dialokasikan pas-pasan karena memang anggaran 
yang tersedia juga terbatas. itu kroco-kroco kelas capung dengan lihainya 
menggunakan dana tsb. ajaib bangunan sekolah berdiri dengan mentereng, namun 
komposisi bangunan itu dijadikan asal-asalan. porsi semen sebagai bahan perekat 
adukan dikurangi, batu bata menggunakan batako yang mudah gerus kalau tersiram 
air hujan, kayu sebagai penopang bangunan menggunakan kayu yang kualitasnya 
keropos, genteng kelas 10, ubin kelas 12, bangku kelas 11. 
  Akhirnya dalam beberapa tahun (taro baru berjalan 5 tahun) itu bangunan 
sekolah sudah kena penyakit TBC (Tiang Bangunan Crakcrek crok) mau rubuh.
  Kumaha tah ?
  Ente mau ikut-ikutan mental kroco yang doyan gebetan ? 
  

[EMAIL PROTECTED] menulis:
  Ini bukan kejadian pertama di Banten, juga bukan yang terakhir... Masih
banyak bangunan sekolah yang reyot, tantangan buat yang mau jadi gubernur,
bupati atau walikota... ali


Kompas 22 Mar 2006, halamn 1:

Sekolah Roboh, Belajar di Pos Ronda


Pandeglang, Kompas - Sehari setelah satu ruang kelas roboh, Selasa (21/3),
sebagian siswa Sekolah Dasar Negeri Kadu Merak V Kabupaten Pandeglang,
Banten, belajar di pos ronda dan teras rumah warga.

Sejak tahun 2000 kondisi sekolah yang berjarak sekitar empat kilometer
dari Kantor Bupati Pandeglang itu rusak parah dan belum pernah diperbaiki.
Satu ruang kelas akhirnya roboh pada Senin pagi lalu. Atap dua ruang kelas
lainnya juga nyaris runtuh.

”Saat itu kami baru masuk kelas dan para siswa tengah membaca doa.
Tiba-tiba terdengar suara kayu roboh. Saya langsung mendobrak pintu, dan
anak-anak berhamburan ke luar kelas,” tutur Sama’un, guru kelas IV Sekolah
Dasar Negeri Kadu Merak V.

Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa tersebut mengakibatkan kegiatan
belajar-mengajar terganggu. Sebagian siswa pun dipulangkan lebih awal.

Tiga ruang kelas yang ada tidak dapat digunakan lagi. Hanya satu ruang
kantor guru seluas 8 x 6 meter yang bisa dimanfaatkan untuk belajar secara
bergantian. Pada pukul 07.30-09.00 kantor guru digunakan untuk belajar
siswa kelas I dan II. Setelah itu, giliran siswa kelas III dan IV yang
belajar di situ. Sebanyak 21 siswa kelas V terpaksa belajar di pos ronda
yang terletak di depan sekolah dan sembilan siswa kelas VI belajar di
teras rumah warga.

Kepala Sekolah Dasar Negeri Kadu Merak V Ratu Ikah mengatakan, tiga ruang
kelas yang ada sudah parah sejak tahun 2000. Namun, dua ruang kelas masih
tetap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar kelas III, IV, V, dan VI.

Padahal, kondisi ruang kelas itu sangat memprihatinkan. Atap gedung nyaris
roboh dan harus disangga batang bambu. (nta)


Tetap Semangat Mencintai Banten! 



  SPONSORED LINKS 
        Indonesia visa   Indonesia phone card   Indonesia calling card     
Indonesia travel   Bali indonesia   Indonesia 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "wongbanten" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  




Saprudin
                
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke