Orang Banten ternyata seru juga, ya. Ketika di
kampungnya banyak yang kelaparan dan miskin sampai
harus makan nasi aking, para mahasiswanya yang
beruntung bisa belajar di negeri para nabi malah jadi
"pengemis" gara-gara gak punya kantor sekretariat.
Kang Edi, bilang kepada para mahasiswa Banten di Mesir
itu, mereka adalah maha-siswa, maha-siswa, sudah
selayaknya mereka tak mengembangkan mental dan
perilaku pengemis (yang kini di tanah air seolah
menjadi wabah). Kalau memang butuh dana, Kang Edi dan
teman-teman sebagai mahasiswa mestinya bisa melakukan
cara-cara kreatif, bukan sekadar bikin proposal
permohonan dana yang dikirimkan ke banyak pihak. 

Sekadar ilustrasi, waktu zaman kuliah dulu, awal tahun
1990-an, saya dan teman-teman pernah bikin simposium
sastra nasional, yang mendatangkan para sastrawan dan
kritikus terkemuka dari seluruh penjuru Tanah Air.
Untuk mendapatkan dana, selain dari uang pendaftaran
peserta, di antara kami ada yang berjualan kue nastar,
stiker, baca puisi di kantin, dsb., tanpa harus
menjual harga diri dengan meminta-minta sumbangan. Ada
juga teman-teman yang akhirnya tergerak hatinya untuk
menyumbang dan kami menerimanya dengan senang, tapi
kami sebelumnya tak pernah menadahkan tangan kepada
mereka. Begitupun kalau ingin bikin pementasan teater
(untuk yang ini kami selalu memegang nasihat Putu
Wijaya: "bertolak dari apa yang ada, tapi tak
menghasilkan karya apa adanya". Kami sempat dua kali
diundang makan siang oleh Mendikbud Fuad Hassan karena
beliau katanya terkesan dengan pementasan-pementasan
kami).

Sulit? Memang. Tapi, bukankah Tuhan tak akan memberi
beban di luar batas kemampuan kita?

Salam,

Pedje

  


--- aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Seperti pejabat Banten sajalah. SAYA AKAN MEMBANTU
> DENGAN DOA SAJA.
>   bukan berarti saya pelit. Tapi memang nggak punya
> duit.
> 
>   tHAKS 
>   aji
>   
> "[edi hudiata]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Nuhun Kang GG atas perhatiannya. Kang GG adalah
> salah satu yang telah melihat kondisi KMB Mesir
> secara langsung dengan mata kepalanya sendiri saat
> acara pelatihan menulis di Mesir.
>    
>   Bismillah, KMB tidak punya nomor rekening pribadi,
> tapi saya punya nomor rekening di BCA (atas nama
> teteh saya). Bagi kanda, abang, teteh dan semuanya
> yang berkenan ingin saling berbagi silakan hubungi:
>    
>   Edi Hudiata
>   Mobile : +20104730805
>   E-mail : [EMAIL PROTECTED]
>   No Rekening : 5410097291 atas nama Fathonah, Bank
> BCA Cabang Ciceri Serang Banten. 
> 
> "Heri Hendrayana H (Golagong)"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Patungan yuk, patungan. Saya jadi patungnya,
> hehh..
> Gimana? Kita bantulah adik-adik kita ini.
> 
> Oke, Edi, cantumkan rekeningmu.
> Oke, ya. Kita galang 100 ribu, deh.
> 
> GALANG 100 RIBU UNTUK KMB MESIR:
> 1. Gola Gong Rp. 100.000,-
> 2. Siapa menyusul?
> 
> Jagnan lupa, norekening KMB Mesir.
> BCA bisa diakses di mesirkan/
> 
> Was
> gg
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of [edi hudiata]
> Sent: Tuesday, April 04, 2006 7:41 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [WongBanten] LAGI, KMB MESIR DIUSIR
> 
> LAGI, KMB MESIR DIUSIR
>    
>   KAIRO- Tepat tiga hari usai pelaksanaan Gebyar
> Ujung Kulon
> memperingati milad KMB ke-30, Sekretariat KMB
> kembali diusir oleh
> pemiliknya. Ini adalah pengusiran yang kesekian
> kalinya untuk KMB,
> mengingat sejak berdirinya KMB belum memiliki
> sekretariat permanen.
> Pemandangan ini (pengusiran) sudah menjadi wacana
> umum di kalangan
> mahasiswa Indonesia di Mesir. Bahkan hampir
> mayoritas mahasiswa
> Indonesia di Mesir pernah mengalami hal serupa,
> termasuk beberapa
> organisasi kedaerahan seperti KMB. Namun bagi
> sebagian lain, pengusiran
> tersebut sudah tidak lagi menjadi hal yang
> menakutkan, karena beberapa
> organisasi kedaerahan telah memiliki sekretariat
> permanen dengan bantuan
> dari pemerintah daerahnya. Dengan begitu, selain
> mengurangi finansial
> biaya pemondokan bulanan, sekretariat permanen juga
> berfungsi sebagai
> pusat kegiatan organisasi.
>    
>   Banyak faktor yang mendesak segera terwujudnya
> sekretariat permanen.
> Selain faktor pengusiran mendadak, juga karena
> setiap tahun biaya kos di
> Mesir semakin melambung. Pada tahun 2002, harga sewa
> apartemen perbulan
> dengan komposisi 2 kamar tidur, kamar mandi, dapur,
> ruang tamu adalah
> sekitar 400Le-500Le (sekitar US$ 70-US$
> 88/Rp.700.000-Rp.880.000
> perbulan). Namun, beberapa tahun berikutnya harga
> sewa apartemen naik
> menjadi berkisar 600Le keatas. Tentunya harga sewa
> apartemen di Mesir,
> sekalipun termasuk murah untuk ukuran luar negeri,
> tapi jika
> dibandingkan dengan harga sewa di tanah air dan
> mahasiswa yang mayoritas
> mendapatkan kiriman uang pas-pasan, kenaikan harga
> sewa tersebut terasa
> sangat mencekik.
>    
>   Sebagai organisasi kultural, KMB Mesir tidak
> pernah sepi dari
> kegiatan. Baik itu yang bersifat intelektual,
> kebudayaan, kesenian,
> maupun olah fisik. Selama ini KMB Mesir, sebagai
> organisasi yang tidak
> memiliki penghasilan tetap, mendapatkan bantuan
> finansial dari iuran
> wajib anggota (yang kadang-kadang tidak bisa
> terpenuhi), sumbangan wajib
> Tenaga Musiman Haji (Temus), infak, sedekah, zakat,
> dan sumbangan
> lainnya yang tidak mengikat. Yang juga perlu
> diketahui, KMB Mesir tidak
> memiliki sesepuh di KBRI yang bisa membantu
> finansial seperti organisasi
> kedaerahan yang lainnya. Hal ini tentu menuntut
> warga KMB Mesir untuk
> saling tolong, saling berbagi, saling memberi, dan
> saling empati. 
>    
>   Untuk apartemen yang akan ditempati nanti, KMB
> Mesir terpaksa harus
> menyewa apartemen dengan harga 900Le (US$158, atau
> sekitar Rp.1.580.000
> perbulan) dengan komposisi 3 kamar tidur, kamar
> mandi, ruang tamu dan
> dapur. Ini, tentunya bukan keinginan KMB untuk
> menyewa apartemen dengan
> harga selangit. Tapi, itulah kenyataan yang terjadi,
> bahwa harga sewa
> apartemen di Mesir semakin menjadi-jadi. Untuk biaya
> pindah apartemen
> sekarang, KMB Mesir membutuhkan dana sekitar 2500Le
> (sekitar US$437,
> atau dengan rupiah sekitar Rp.4.370.000), dengan
> perincian sebagai
> berikut: biaya sewa apartemen 1 bulan: 900Le, biaya
> jaminan (ta'min):
> 900Le, biaya calo pencari rumah (Simsar): 450Le, dan
> biaya perbaikan
> apartemen (pasang lampu, cat dinding, karpet, dll):
> 250Le. 
>    
>   Mesir, selain pernah ditempati oleh para nabi,
> juga pernah ditinggali
> oleh raja kesombongan bernama Firaun. Oleh
> karenanya, di Mesir selain
> banyak ditemukan para ulama penerus warisan para
> nabi, juga akan selalu
> ditemukan keturunan-keturunan Firaun yang berwatak
> keras, mau menang
> sendiri, bersikap tidak jelas, ingkar janji, dan
> lain sebagainya. Untuk
> itu, karena Plt Gubernur Banten sudah dengan
> gamblang mengatakan
> "Pemerintah Provinsi tidak punya uang untuk
> mahasiswa Banten di Mesir",
> sebagai langkah antisipatif, KMB Mesir membukakan
> pintu lebar-lebar bagi
> siapa saja yang berkenan ingin meneguhkan hatinya
> untuk membantu KMB
> Mesir. Semoga niat dan cita-cita mulia ini selalu
> dimudahkan Allah swt,
> amien.[] [Edi Hudiata HMT, Ketua KMB Mesir]
>    
>   Contact Person:
>   Edi Hudiata HMT, Mobile: +20104730805, e-mail:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
> 
>             
> ---------------------------------
> How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low
>  PC-to-Phone call
> rates.
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 
> 
> Tetap Semangat Mencintai Banten! 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Tetap Semangat Mencintai Banten! 
> 
> 
>     
> ---------------------------------
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke