Kang Udin, saya pribadi sempat mengalami hal-hal yang mengecewakan di tengah masyarakat, yang berhubungan dengan soal solidaritas sosial. Saya juga pernah menulis soal fenomena "orang-orang yang menjadikan bencana atau kecelakaan sebagai tontonan" di sebuah majalah perempuan beberapa tahun lalu. Istri saya juga pernah melakukan penelitian untuk skripsinya mengenai sikap altruisme siswa-siswi di tiga sekolah perawat di Jakarta, yang kesimpulannya sungguh mencengangkan karena sebagian besar dari mereka tak begitu peduli dengan sikap altruistik bila kelak jadi perawat. Tapi, itu semua, saya kira, belum bisa dijadikan data yang kuat untuk membuat kesimpulan secara umum.
Kita boleh miris dengan fenomena tersebut, tapi janganlah gegabah dalam melakukan generalisasi, agar tak terjebak dalam cara pandang Dajjal (yang hanya punya satu mata, satu perspektif), yang ujung-ujungnya membuat kita menjadi pesimistis dalam menjalani kehidupan dan lupa mensyukuri nikmat-Nya. Namun, kalau Kang Udin tetap berpandangan demikian, ya, tak apa-apa juga, sepanjang tak merugikan orang lain dan juga diri sendiri. Memang, seperti halnya pola budaya yang lain, kebersamaan sosial juga bisa aus dan mengalami disorientasi karena digerogoti banyak monster, mulai dari yang namanya monster kepentingan sampai monster primordial yang mengusung jubah suku, agama, dan ras. Ayo, Kang Udin, kita sama-sama berbuat kalau memang kebersamaan itu sudah aus dan mengalami disorientasi. Bukankah lebih baik menyalakan sebatang lilin ketimbang terus-menerus memaki kegelapan? Mulailah dari hal kecil dan dari diri sendiri, demikian nasihat Aa Gym--lama-lama saya jadi kiai nih, hehehe.... Salam, Pedje n.b.: Buat Kang Edi di Mesir, salam kompak selalu, he-he-he.... --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Terima kasih Mang Pedje atas segala koreksi dan > kritikannya. saya coba untuk meluruskan maksud yang > tersirat dalam hati saya apa yang dimaksud dengan > "gotong royong yang sudah luntur dari masyarakat". > Yang saya maksud adalah jalinan sosial, rasa > kebersamaan, rasa senasib sepenanggungan yang akrab > ditengah masyarakat sudah kelihatan pudar. Tidak > dapat dipungkiri kalangan masyarakat yang tingkat > kesejahteraannya tinggi dimana segala keperluan > hidupnya dapat terpenuhi dengan baik. Namun kalangan > masyarakat ini hanya mementingkan dirinya sendiri > dan tidak mau tahu dengan jeritan atau tangisan > orang-orang yang tidak mampu (bukankan ini fakta > realita yang terjadi ditengah kehidupan masyarakat. > dan sikap individualistis yang demikian itulah yang > saya maksud). > Globalisasi adalah keniscayaan, tak bisa dibendung > kata mang Pedje. > Ya betul apa yg Mang Pedje utarakan. Kondisi > demikian yang harus diciptakan oleh kita khususnya > ummat Islam untuk menghadapi badai globalisasi, yang > menurut saya mengancam eksistensi keyakinan dan > kebenaran adalah : > 1). Ummat Islam tidak dapat menutup tangan atas > derasnya globalisasi baik perkembangan ilmu > pengetahuan, teknologi, komunikasi serta sosial > budaya dengan berusaha studi komperatis atas > khasanah ilmu khas keislaman. > 2). Pada pranata sarana, Umma Islam harus berbenah > diri dengan berusaha dapat menciptakan proteksi > sarana software maupun hardware komunikasi dan > informasi yang mengkondisikan masyarakat. > 3). Menggugah peradaban Umat Islam dari kebodohan > dan lemahnya etos kerja. > 4). Membangun network komunikasi dan usaha disemua > lini. > > Pada tataran pemikiran yang menjadi PR adalah > persoalan ini adalah langkah taktis dan strategi > yang dibangun ummat Islam terasa rapuh. Sebab nilai > perjuangan Islam masih berkisar pada masalah ibadah > belum melangkah secara makro yaitu menyatukan > langkah antara ibadah, muamalah ang merupakan > jaringan perjuangan yang terintegrasi dengan > pemahaman aqidah dan syariah. Insya Allah semua > kembali kepada komitmen ummat Islam itu sendiri. > Gombalisasi siapa takut !!! __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
