Orang Bijak: Membaca sebelum bicara!
   
  Tabik,
   
  Bonnie
Kompas - Muhammad Samsul Hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Mas Saprudin,
Berikut saya kutipkan, untuk Mas, sebagian isi Perda Nomor 8 tahun 2005 
tentang Pelarangan Pelacuran Kota Tangerang. (Bukan Kabupaten Tangerang 
seperti yang Mas tulis di milis) Saya kutipkan bunyi Pasal 4. Kenapa saya 
kutip hanya pasal tersebut? Karena itulah yang menjadi sumber polemik. 
Saya kutip apa adanya (utuh, tidak saya kurangi tanda bacanya, seperti 
yang saya baca dalam brosur Bagian Informasi dan Komunikasi Pemkot 
Tangerang):

Pasal 4
(1) Setiap orang yang sikap atau perilakunya mencurigakan, sehingga 
menimbulkan suatu anggapan bahwa ia/mereka pelacur dilarang berada di 
jalan-jalan umum, dilapangan-lapangan, di rumah penginapan, losmen, 
hotel, asrama, rumah penduduk/kontrakan, warung-warung kopi, tempat 
hiburan, gedung tempat tontonan, disudut-sudut jalan atau di lorong-
lorong jalan atau tempat-tempat lain di Daerah.
(2) Siapapun dilarang bermesraan, berpelukan dan/atau berciuman yang 
mengarah kepada hubungan seksual, baik di tempat umum atau ditempat-
tempat yang kelihatan oleh umum.



Mungkin informasi itu bermanfaat bagi Mas Saprudin atau teman-teman yang 
belum membaca perda tersebut, terutama pada klausul pasal yang menjadi 
sumber polemik. Lebih lengkapnya, bisa minta ke Bagian Informasi dan 
Komunikasi Pemkot Tangerang.

Nuhun,
SAM





-----Original Message-----
From: SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Date: Mon, 17 Apr 2006 15:22:59 +0700 (ICT)
Subject: Balasan: Re: Balasan: Re: [WongBanten] Penyakit Alergi

> terima kasih dian,
>   kalau kita melihat peraturan daerah kab. tanggerang (kebetulan saya
> belum pernah baca, isinya seperti apa), sepintas bahwa perda yang sudah
> menjadi pergunjingan umum banyak dihujat (dicela) dengan berbagai
> alasan.
>   boleh saya berpendapat mungkin sudah sekian tahun atau abad, kita
> hidup di negara yg konon mayoritas pemeluk Islam. namun nilai-nilai
> Islam atau ajaran-ajaran Islam yang mengharuskan pemeluknya menuruti
> rambu-rambu yang telah digariskan oleh ajaran Islam tidak tercermin
> dalam kehidupan mayoritas pemeluk Islam. sangat kontradiktif memang,
> ajaran Islam dihadapkan kepada pemeluknya yang mblelo. secara sederhana
> saya kasih contoh : sebuah desa yg mayoritas penduduknya petani
> (bersawah). pemimpin desa atau tokoh masyarakat desa membuat peraturan
> tentang irigasi (pengairan sawah) dengan memanfaatkan air sungai.
> karena selama ini pengairah sawah hanya mengandalkan air tadah (hujan).
> untuk meningkatkan produktivitas  sawah maka pemimpin desa atau tokoh
> masyarakat desa membuat gagasan tentang peraturan irigasi. dalam
> membuat peraturan tersebut sebelumnya berembuk dengan masyarakat.
> masyarakat yang dalam hal ini diwakili oleh ketua dusun sebagai
> representasi masyarakat. setelah
>  terjadi rembuk desa antara pemimpin desa atau tokoh masyarakat desa
> dengan masyarakat yg diwakili ketua dusun disepakati peraturan irigasi.
> setelah tersusun peraturan tsb, maka disusun langkah berikutnya yakni
> implementasi dan sosialisasi peraturan desa tsb, namun hal yg lumrah
> apabila banyak terjadi salah persepsi dari anggota masyarkat tentang
> peraturan irigasi tsb. sebagian masyarakat mengatakan kita sudah biasa
> dengan kehidupan pertanian menggunakan pengairan tadah hujan, kenapa
> harus ada peraturan segala macam tentang irigasi harus menggunakan air
> sungai, tambah ribet saja.
>    
>   Sekarang konteksnya dengan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam
> peraturan tsb di atas. ibarat udara telah penuh polusi atau pencemaran,
> tetapi tidak mampu mengatasinya lewat menuding pembuat-pembuat polusi
> walau tampak jelas di depan mata sendiri. karena pembuat
> polusi/pencemaran itu kala diingatkan justru teriakannya lebih kencang.
> dalam kondisi semacam itu, orang hanya bisa membungkus mulut dan
> hidungnya dengan kain, agar polusi itu tidak merusak dirinya. bukannya
> menutup mulut dan hidung justru untuk membuat polusi pula ? dengan
> demikian untuk membentengi dari segala polusi yang merusak akhlaq
> masyarakat adalah melalui pemberlakuan perda yang terjadi di Tanggerang
> itu.
>    
>   Nilai-nilai ajaran Islam sangat menghormati kaum wanita. Kenapa
> wanita harus menutup aurat, kenapa Islam melarang wanita bepergian
> tanpa mahram. tapi dibalik semua itu adalah terkandung nilai-nilai
> luhur yang menjaga martabat wanita. Tapi bukan berarti wanita
> dibelenggu oleh rambu-rambu ajaran Islam. 
>    
>   Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiallahu 'anhuma berkata,
> Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
>   “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah
> wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)
>   Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang sifat-sifat wanita
> shalihah :
>   “… maka wanita shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi
> memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu Allah telah
> memelihara mereka.” (An Nisa’ : 34)
>   Islam tidak mengkerdilkan wanita, justru Islam mensejajarkan dengan
> kaum pria. hadits dari Ibnu ‘Umar radhiallahu 'anhuma dari Nabi
> Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bahwasanya beliau bersabda :
>   “Laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, wanita adalah pemimpin
> dalam rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, maka setiap kalian adalah
> pemimpin, akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (Muttafaqun
> ‘Alaihi)
>    itu sebagian kecil tentang nilai-nilai ajaran Islam tentang wanita.
> banyak lagi tentang bagaimana sikap dan posisi wanita dalam berkiprah
> di tengah masyarakat ini.
>    
>   Kita membangun kehidupan Islami bukan untuk membangun imperium negara
> Islam. Membangun dienul Islam ditengah mayoritas pemeluknya Islam
> adalah suatu kewajaran dan logis. Namun apa dinyana, ternyata ketika
> nilai-nilai ajaran Islam dihidupkan ditengah masyarakat yang mayoritas
> muslim, justru terjadi kontradiktif. banyak sekali pendapat-pendapat
> yang aneh-aneh.
>    
>   Islam membangun manusia kepada akhlakul kharimah dan membangun
> kehidupan berbangsa dan bernegara yang baldatun thoibatun warrobun
> ghafur.
>    
>   Diajak hidup tertib dan manusiawi sesuai dengan fitrahnya sebagai
> manusia yang paling mulia disisi Allah, koq pada gak mau ya ? 
>    
>    
>    
>   dian agusdiana <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>   walahhh ada yang pundung.
> Mas SP, kl buat saya ketika ada orang yang bilang kita
> rendahan. ada baiknya kita terangkan lebih detail dan
> menggunakan kata2 yang sederhana supaya apa yang kita
> maksud atau kehendaki dapat dimengerti oleh lawan
> bicara kita, tidak lagi kita melukis lukis
> permukaannya. mari kita bahas isinya. 
> 
> mengenai polemik RUU APP, pendapat saya:
> islam memang mengatur tentang aurat. tapi masalahnya
> ini adalah bukan negara islam. walaupun mayoritasnya
> adalah islam. sehingga tidaklah sederhana ketika kita
> menerapkan undang-undang dengan semangat islam pada
> negara yang bukan islam. apalagi jika undang-undang
> tersebut lebih banyak mengatur tentang perempuan,
> ketimbang laki-laki. padahal kejahatan tidak bersumber
> pada perempuan. kriminal tidak mengenal jenis kelamin.
> jika dilihat dari asas hukum pidana, ada 2 asas yang
> hendak diterobos oleh RUU APP. pertama, tidak dapat
> dijadikian suatu perbuatan yang sudah dianggap lumrah
> oleh suatu masyarakat. kelihatan paha, dan sebagian
> dada sudah dianggap lumrah dalam budaya kita, saya
> tidak melihatnya dari mana asal penerimaan tersebut,
> krn di desa pun kebaya memperlihatkan lekuk tubuh
> perempuan, dan itu dianggap lumrah. jika dikota, model
> pakaian perempuan kantoran banyak yang memperlihatkan
> sebagian paha dan dada. artinya sebagian masyarakat
> tidak memandang hal tersebut sebagai perbuatan jahat
> atau sebagai pelanggaran. jika itu kemudian
> dikriminalisasi (perbuatan itu kemudian dilebel oleh
> negara sebagai kejahatan) maka akan susah
> penerapannya, sehingga tidak efektif. akan dibutuhkan
> Lapas (lembaga pemasyarakatan) yang banyak jika negara
> memaksanakan kehendaknya. kan lucu jika sebagian
> perempuan dipenjara. 
> yang kedua, jika tujuan dari penerapan RUU APP adalah
> untuk melindungi perempuan dari kejahatan susila
> semacam perkosaan, maka tidak dapat mengkriminalisasi
> suatu perbuatan yang tidak berkaitan langsung dengan
> kejahatan tersebut. analogi tidak dapat dijadikan
> dasar untuk kriminalisasi. jika cara berpikir ini
> terus dilanjutkan secara ekstreem maka akan diperoleh
> sumber dari segala sumner adalah Tuhan. kan jadi lucu
> jika kita juga mengkriminalisasi Tuhan. "niat jahat"
> tidak dapat dipertanggung jawabkan pada pihak lain
> yang tidak berbuat.
> bagaimana bung SP.
> mari kita pelan2 membahasnya.
> piss ah.
> 
> --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > saya tidak mau basa basi, ringkas cerita, Islam
> > memang selalu dijadikan sasaran ejekan, dan siapa
> > saja melontarkan berbagai macam persepsi tentang
> > Islam itu "sah-sah saja". Hal ini hanya membuktikan
> > betapa telah amat kental pengetahuannya yang parsial
> > terhadap Islam tsb.
> >   Walau demikian ada dua katagori besar tentang
> > image Islam dimata orang-orang macam itu, yakni :
> > pertama memang buta terhadap apa sesungguhnya
> > (tentang) Islam sehingga komentar-komentar
> > sehari-hari tentang Islam yang mereka terima :
> > lihat, dengar ditengah masyarakat hanya memperkental
> > gambaran kelam tentang Islam itu.Kelompok ini
> > menjadi jumlah terbesar. Mereka benar-benar buta
> > terhadap : apa, siapa, mengapa dan bagaimana yang
> > sebenarnya tentang Islam. Walau orang macam ini
> > sudah mencapai tingkat pendidikan tinggi, katakanlah
> > sebagai doktor, intelektual besar dan ternama dari
> > sebuah universitas bergengsi, tapi tetap saja orang
> > macam ini hakitnya termasuk kelompok yang tidak
> > memahami apa sesungguhnya tentang Islam secara
> > objektif. Ketika kepada orang macam ini dijelaskan
> > secara gamblang apa sesungguhnya tentang Islam
> > sampai detail, rata-rata orang macam ini akan
> > terkejut. Katagori kedua adalah orang-orang yang
> > sedikit jumlahnya, yakni terdiri dari orang-orang
> > yang persis
> >  tahu apa, siapa, mengapa dan bagaimana Islam, namun
> > orang macam ini justru membenci Islam secara
> > sengaja.
> >    
> >   Komentar-komentar orang macam ini tidak jauh
> > dengan perkataan : Hey, shut up, will you !! There
> > in no God ! He does not exist ! Ask you God, if He
> > exist, to come here, to solve all the problem we
> > have now ! Ask Him to Ask Him !! You will go to hell
> > !!
> >    
> >   Ok Ucu, don't judge any faith by what the
> > followers are doing, but by what the faith teaches
> > them do".
> >    
> >   Thank you.
> >    
> >    
> >   
> > ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> >   Ah, ternyata Islam Saprudin seperti iklan kredit
> > di TV
> > dan media cetak. Mudah dan ringan. 
> > 
> > Makanya tak salah kalau saya katakan bahwa si Snouck
> > itu di Indonesia banyak penggemarnya. Dan itu
> > terbukti.
> > 
> > --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > > Bismillahirrahmanirrahim
> > >   Assalamualaikum wr. wb.
> > >   Maaf saudara-saudaraku, banyak sebab kenapa
> > orang
> > > mudah terserang alergi. Orang mudah terkena
> > alergi,
> > > bisa disebabkan karena pengaruh dari makanan atau
> > > pengaruh cuaca dingin bahkan mungkin alergi kepada
> > > cuaca panas. Bisa juga alergi terhadap
> > > nasihat-nasihat orang lain yang berisi kebaikan.
> > > Bisa juga alergi karena disebabkan sudah
> > > terkontaminasi oleh penyakit hipokrit akibat
> > terlau
> > > sering menghirup udara materialisme, sekulerisme
> > dan
> > > udara-udara lainnya yang dianggap sejalan dan
> > > senapas dengan nafsunya. 
> > >    
> > >   Sekali lagi maaf saudara-saudaraku, pada
> > > kesempatan ini menghadapi libur tiga hari, saya
> > > ingin bicara tentang Islam sebagai agama yang
> > mampu
> > > kita laksanakan. Kenapa hal ini perlu saya
> > bicarakan
> > > dalam tulisan ini ? (sebagai salah satu penangkal
> > > alergi...he.he...he..Islam lagi Islam lagi).
> > >   Sebab, tidak sedikit manusia yang mengaku ummat
> > > Islam yang terbuai oleh nafsu dan dugaan yang
> > keliru
> > > yang berpandangan bahwa Islam adalah agama yg
> > berat,
> > > agama yg aturan-aturannya sulit dilaksanakan.
> > Kenapa
> > > pandangan yang keliru itu bisa terjadi ?
> > Penyebabnya
> > > boleh jadi karena kurangnya pemahaman dan
> > > penghayatan terhadap Islam, atau boleh jadi karena
> > > keliru membandingkan Islam dengan agama-agama lain
> > > dengan perbandingan parsial (sepotong-sepotong)
> > yang
> > > tidak utuh.
> > >   bertolak dari pemahaman dan penelitian kita
> > > terhadap seluruh aspek ajaran Islam kita dapat
> > > katakan Islam adalah agama yang mudah dan tidak
> > > banyak beban. Mudah, berarti agama yg kita anut
> > dan
> > > yakini ini tidak sulit untuk dipahami dan tidak
> > > sulit pula untuk diamalkan. tidak banyak beban,
> > > berarti semua beban tugas yg dipikulkan Allah
> > kepada
> > > kita masing-masing adalah beban yang tidak banyak,
> > > beban tugas yg berada dalam kada kemampuan itu
> > untuk
> > > melaksanakannya. kalau ada pendapat yg mengatakan
> > > Islam adalah agama yang sulit, maka pendapat itu
> > > hanyalah pandangan yang mempersulit diri sendiri
> > > akan hal yang sebenarnya tidak sulit. artinya, ada
> > > semacam trauma pada sebagian orang yang selalu
> > > menilai sulit terhadap hal-hal yang mudah, suatu
> > > penyakit kejiwaan yang perlu dikikis habis dari
> > jiwa
> > > ummat Islam. bila ada orang yg berpendapat Islam
> > > adalah agama yg berat, yg banyak tuntutan, hal
> > > inipun merupakan penyakit yg hanya layak dipakai
> > > oleh orang-orang yg pemalas, yg jiwanya mati
> > >  untuk memahami hakikat ajaran Islam.
> > >    
> > >   Marilah kita simak firman Allah surat al-Baqarah
> > > ayat 286 yg artinya : "Allah tidak membebankan
> > > seseorang akan sesuatu kewajiban melainkan beban
> > yg
> > > diamanahkan itu sesuai dengan kemampuannya".
> > >    
> > >   Apa arti singkat dari ayat tersebut ? Beban yg
> > > diberikan Allah melalui agama Islam kepada kita
> > > adalah beban kewajiban yg mampu kita lakukan,
> > bukan
> > > beban yg tidak sanggup kita laksanakan. Kalau
> > Allah
> > > mewajibkan yg perlu kita pikul itu merupakan
> > > kewajiban yg berada dalam kemampuan kita
> > > melakukannya. sebaliknya, bila Allah melarang atau
> > > mengharamkan kita supaya tidak melakukan sesuatu
> > > perbuatan, itu berarti yg dilarang itu berada
> > dalam
> > > kesanggupan kita untuk meninggalkannya.
> > >   Salah satu contoh praktis, shalat, umpamanya.
> > > apakah shalat itu berat ? apakah waktu yg tersita
> > > untuk melaksanakan terlalu banyak, sehingga dapat
> > > mentelantarkan aktivitas dan menurunkan
> > > produktivitas kita dalam bekerja ?
> > >    
> > >   melalui tulisan ini dapat saya katakan, "shalat
> > > itu tidak berat". Kenapa ? karena setiap Muslim yg
> > > dewasa pasti sanggup melaksanakannya. Bagi orang
> > yg
> > > waras atau sehat akan bisa melakukannya secara
> > > sempurna, berdiri, rukuk, sujud, dan sebagainya.
> > > Bagi orang yg sakit, yg tidak sanggup berdiri, ia
> > > boleh melakukannya sambil duduk, boleh sambil
> > > berbaring, bahkan apabila duduk dan berbaring
> > tidak
> > > kuat, maka dengan isyarat mata. kalau sekiranya
> > > memang cara-cara tsb tidak bisa dilakukan, maka
> > > "innalillahi wainnaiaihi rojiun", berarti orang
> > > seperti ini jika dengan isyarat mata sudah tidak
> > > bisa, batas beredarnya hidup di dunia sampai
> > disitu.
> > >   juga dalam berwudhu bila seseorang sulit untuk
> > > mendapatkan air untuk berwudhu atau tidak bisa
> > > memakai air karena sesuatu halangan, maka bisa
> > > diganti wudhunya dengan bertayamum. 
> > >   bila seseorang dalam mussafir (perjalanan), ia
> > > boleh mengqassar shalat atau menjamak shalat, dan
> > > bahkan boleh mengqasar dan menjamak sekaligus.
> > >   Bila seseorang Muslim yg sudah dewasa belum
> > > menguasai bacaan dan tata cara shalat secara
> > > sempurna, ia mestinya melakukan shalat sesuai
> > dengan
> > > kemampuan yg ia miliki, dengan catatan orang
> > > tersebut mesti terus berusaha untuk menyempurnakan
> > > pengetahuan dan pengamalan shalatnya.
> > >   dalam kerangka ini, kita menghimbau
> > > saudara-saudara yang seiman dan seagama untuk
> > > melaksanakan shalat kendatipun belum mengetahui
> > tata
> > > cara secara sempurna. tidaklah pada tempatnya bila
> > > menunggu "mempunyai pengetahuan yg sempurna" atau
> > > berusia manula baru beribadah. dalam kerangka
> > > inilah, kita bertanya, alasan apa yg kita pakai
> > > untuk menyebut perintah Allah itu berat ?
> > >   dari segi waktu, misalnya, apakah waktu yg kita
> > > pakai untuk shalat akan mengurangi produktivitas
> > > kerja kita? bandingkanlah waktu yg kita manfaatkan
> > > untuk shalat dengan peredaran masa yg 24 jam dalam
> > > sehari semalam. Kenapa sebagian orang sanggup
> > > membuat atau berbuat sesuatu yg tidak bermanfaat
> > > atau menunda-nunda waktu dalam kegiatan
> > sehari-hari,
> > > baik di rumah, di kantor, sedangkan untuk
> > beribadah
> > > kita tidak ada waktu ? Kalau kita menyadari bahwa
> > > shalat yg kita laksanakan itu sebagai ibadah yg
> > juga
> > 
> === message truncated ===
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> 
> Tetap Semangat Mencintai Banten! 
> 
> 
>     
> ---------------------------------
>   YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
>     
>     Visit your group "wongbanten" on the web.
>     
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>     
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
> Service. 
> 
>     
> ---------------------------------
>   
> 
> 
> 
> 
> Saprudin
>             
> ---------------------------------
> Apakah Anda Yahoo!?
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> Tetap Semangat Mencintai Banten! 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  



Tetap Semangat Mencintai Banten! 



  SPONSORED LINKS 
        Indonesia visa   Indonesia phone card   Indonesia calling card     
Indonesia travel   Bali indonesia   Indonesia 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "wongbanten" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke