huuuahh ngantuk ngebahas banten terus.
kapan sih pemilu?
nu pasti urang mah moal milih si Atut.
geus ah, lieur.

--- bayu sukma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Menurut saya Banten akan memiliki masa depan bagus.
> Jika pemimpinya memiliki suatu komitmen moral dan
> itikad baik.kita banyak memiliki pemuda Banten yang
> segudang prestasi, Baik dalam maupun luar negri.Yang
> kini sudah sepuh menjadi orang besar.Dialah nanti
> akan muncul untuk membangun banten???. Insya'allah.
>
> "Heri Hendrayana H (Golagong)"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Masa Depan Banten,
> Adakah Itu?
>
> Aji Setiakarya
>
>
>
> Banten Tak Menarik
>
>             Hari-hari semakin tak menarik di Tanah
> Banten ini. Dari
> sudut Banten yang paling Selatan, Desa Cibareno
> Lebak, perbatasan Banten
> Selatan dengan Kabupaten Sukabumi, sampai
> tengah-tengah Ibu Kota Banten,
> Pusat Kota Serang, hanya diwarnai jalan yang rusak,
> tata ruang kota yang
> amburadul, pendidikan yang tertinggal, fasilitas
> kesehatan yang buruk,
> buruh dan terus berdemo meminta masa depan mereka.
> Nyaris tak ada
> perubahan yang significant setelah hampir enam tahun
> Banten menjadi
> Provinsi. Setelah melihat keadaan Banten ujung
> selatan dua pekan lalu
> bersama teman-teman Rumah Dunia, Jum'at (21/4) saya
> mengambil uang
> sumbangan  dari para kepala bagian Dinas Pendidikan
> Banten dikantornya
> yang baru, di jalan Lingkar Selatan Ciracas. Dalam
> hati berharap, kantor
> baru ini akan lebih baik dari yang lalu, di Komplek
> Kota Serang Baru.
> Tapi saya hanya mengusap dada sedih saat menyaksikan
> kantor yang baru
> ini yang tidak beda dari sebuah "kandang bebek".
> Sempit, sangat sempit,
> amburadul. Nampak dokumen berserakan tak terurus.
> Dan saya melihat
> mata-mata lelah pegawainya dengan tempat yang
> seuprit itu. Tidak ada
> kenyamana dari raut wajah mereka. Keadaan yang sama
> juga saya jumpai di
> Dinas Pariwisata (Kaligandu), Perpustakaan Daerah
> (Jl Sholeh Baimin),
> dan beberapa instansi pemerintah. Semuanya
> menggunakan sarana gedung
> sewaan yang sempit. Beberapa minggu di diberitakan
> pula, atap Gedung
> DPRD Banten rapuh. Sementara dihalaman koran, para
> pejabat selalu
> berkomentar tentang pembangunan, pendidikan yang
> murah, kesehatan yang
> baik dengan seribu bahasa dan kata untuk memuji
> kinerja keberhasilan
> mereka. Seolah tidak ada yang cacat di antara
> mereka.
>
> Keadaan tak menarik itu dilengkapi dengan masyarakat
> hanya diam maklum,
> dan mengalah pada keadaan ini, represif bahkan
> sangat represif. Tidak
> ada letupan amarah,  protes terhadap pihak
> penanggungjawab pembangunan,
> pengelola daerah ini. Yang memunguti pajak tanah,
> yang meminta retribusi
> izin bangunan, penggunaan hak kendaraan, bangunan
> dan lain macamnya.
> Siapa lagi kalau bukan Pemerintah! Ya Pemerintah!
> Pemerintah sekarang
> ini mirip penjajah yang hanya meminta upeti.
>
>             Sementara legeslatif, anggota Dewan
> Perwakilan Rakyat Daerah
> hanya menjadi bumbu dalam proses ketertinggalan
> pembangunan Banten.
> Mereka lantang berbicara atas kebutuhan pribadi atau
> kelompoknya. Mereka
> sibuk dengan proyek-proyek mereka sendiri. DPRD tak
> lebih dari tukang
> cap (istilah yang digunakan untuk menyebut kinerja
> DPR pusat), kemudian
> mendapat upah dari eksekutif.
>
>
>
> Persis  Orde Baru
>
> Saya bisa memahami rakyat Banten yang diam maklum
> dan menerima perlakuan
> pemerintah. Karena saya melihat Banten saat ini
> persis Indonesia di masa
> Orde Baru. Keran informasi, sebagai indikasi
> demokrasi yang paling nyata
> ditutup erat-erat, kebijakan Pemprov yang mengenakan
> informasi satu
> pintu adalah bukti yang paling logis. Keberagamaan
> iformasi dibatasi.
> Beberapa profesional dan sektor usaha tak berani
> lantang melawan
> kebijakan itu karena mereka takut "lahan"nya
> digusur. Meskipun hati
> nurani mereka menjerit tak bisa menerima. Kemudian
> para intelektual dan
> penjaga moral, akademisi dan ilmuwan  tidak mampu
> menahan godaan dari
> penguasa itu, karena mereka masih berurusan dengan
> kepentingan mereka
> sendiri. Kebutuhan pangan, papan dan sandang.
> LSM-LSM setalitiga uang.
> Lembaga yang seharusnya menjadi bargaining power
> malah menjadi underbow
> penguasa.  Sekarang psikologi masyarakat yang
> terbangun rasa takut pada
> "penguasa". Seperti ada ancaman yang hendak menerkam
> mereka saat mereka
> akan berlaku kritis, atau mereka akan terkucilkan
> apabila secara
> terang-terangan melawannya. Karena tidak sedikit di
> antara masyarakat
> yang menjadi panutan itu menggunakan kesempatan ini
> dengan memihak
> penguasa. Hal serupa juga terjadi pada
> gerakan-gerakan mahasiswa  yang
> terbilang mandiri, mereka yang seharusnya menjadi
> garda depan perubahan
> berhenti di jalan. Bahkan seperti telah disetting,
> ada gerakan mahasiswa
> yang bertugas untuk mendukung setiap kebijakan
> pemerintah yang tidak
> memihak masyarakat luas itu. Dan pihak aparat sangat
> ketat terhadap
> aktivitas mahasiswa yang frontal terhadap
> pemerintah. Sabtu (21/4)
> kemarin saya bertemu dengan seorang senior gerakan
> yang keras melawan
> kebijakan-kebijakan pemprov. Dia mengatakan di depan
> umum kalau dirinya
> sering mendapat mendapat sms gelap yang bernada
> meneror. Dia sangat
> menduga kalau yang sms itu dari pihak-pihak
> pendukung pemerintah.
> Begitulah keadaan Banten kita saat ini. Kemaksiatan
> dan kedzoliman
> segelintir kelompok yang terorganisasi dengan baik
> dan apik telah
> mengalahkan hajat masyarakat luas. Mengubur masa
> depan lebih dari
> delapan juta jiwa warga Banten ini.
>
>
>
> Tuhan, Adakah Masa Depan Itu?
>
>             Dari hari ke hari Banten tidak menarik
> untuk
> diperbincangkan. Kebanyakan mahasiswa, pelajar SMP
> atau Pelajar SMA,
> Dosen, Guru, pengajar, pengusaha, tukang becak,
> tukang ojek, LSM-LSM
> seperti tidak ada minat untuk berdiskusi tentang
> pembangunan Banten,
> tentang perubahan Banten, tentang masa depan Banten.
> Tuhan tentunya
> melihat apa yang kita lakukan dan bicarakan. Tuhan
> tentunya lebih tahu
> apa yang ada di benak kita. Karenanya Tuhan telah
> membentangkan jalan,
> agar manusia berkeliaran dan berdikari di atas muka
> bumi ini. Merubah
> nasibnya yang buruk rupa menjadi yang lebih baik dan
> mendekati sempurna.
> Meraih masa depan cemerlang. Tetapi, apakah mungkin
> dengan keadaan
> Banten yang sedemikian kacau seperti yang saya
> sebutkan di atas? Patut
> kita menyampaikan pesan singkat pada diri kita, pada
> pemerintah, pada
> masyarakat Banten dan pada Tuhan.  Banten Masa
> Depan, Adakah itu?
>
>
>
>
>
> Aji Setiakarya,  Mahasiswa Komunikasi Untirta
>
> PJ Keuangan  Rumah Dunia. Redpel www.rumahdunia.net
>
>               
>
>
>
>
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


Tetap Semangat Mencintai Banten!



SPONSORED LINKS
Indonesia visa Indonesia phone card Indonesia calling card
Indonesia travel Bali indonesia Indonesia


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke