Ulah dibubarkeun nagara ieu, karunya teuing, siapa tahu anak cucu kita bisa
lebih baik..... jangan bubarkan republik ini, hanya karena gara gara oknum
tertentu..  lalu kita pesimis bisa memperbaiki negara ini. Masih ada harapan
walaupun kiwari nagara ini amburadul, carut marut, kita masih yakin dan
optimis, Indonesia bisa menjadi negara besar, seperti zaman baheula, yang
kepak sayapnya bisa melanglang buana. Masih banyak orang yang jujur dan
benar, tinggal bagaimana kita bisa memulai dari diri kita, dari laingkungan
kita... apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki republik ini.. ini
tantangan... jangan pernah menyerah... mulailah dari keluarga kita, dari RT
, RW , kelurahan.sampai Negara ini .. tunjukan teladan dan tabiat yang
baik... sebagaimana idola kita Nabi Muhamad SAW memberikan teladan sebelum
diangkat sebagai Nabi.... masyarakat sekitar nabi sangat kagum dan percaya
akan keteladanan beliau... Jadi tunjukkan bahwa kita bisa berbuat baik...
DRH
masih berharap bisa berbuat baik
----- Original Message -----
From: "Boni Triyana" <[EMAIL PROTECTED]>



>
> Bener kata Pram, "Bubarkan saja negara ini!"
>
>  BT
>
> ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  Itulah efek monopoli. Dan budaya korupsi
> Solusinya,
> 1. ajukan lagi nomor baru, atas nama yg lain.
> 2. Beli aja flexi kartu (alias isi ulang), dan
> handphone duduk (mirip telepon biasa). So, pemakaian
> pulsa dapat dikendalikan.
> 3. Bila beli flexi, jangan lewat telkom, mending lewat
> counter. Pegawai Telkom rata-rata kata kang boni
> bajingan.
>
> Maling Pulsa 1
> Sebab pegawai telkom, rata-rata bajingan.
> Kenapa rekening telpon bisa bengkak? Umumnya yang
> bajingan itu pegawai di lapangan. Bila anda liat
> box-box putih dipinggir jalan (orang telkom bilang
> sto), disitu biang pencurian rekening telpon.
>
> Pegawai lapangan yang punya kunci box itu, tinggal
> modal telpon biasa. Buka box, lalu tinggal jepit
> sepasang kabel. (tidak perlu berpikir telpon siapa).
> So, telepon anda sudah diparalel oleh di pegawai
> bajingan itu. Dan itu tak terdeteksi oleh Telkom.
>
> Indikasi telpon anda diparalel, pernahkah anda
> mendapat teguran dari teman, karyawan, saudara, berupa
> kok telponnya sibuk melulu. Sementara anda merasa tak
> pernah memakai.
>
> Maling Pulsa 2
> Suka lihat box kecil diatas tiang telpon. Coba
> perhatikan box yang terdekat dengan rumah anda.
> Apabila ada keanehan, misalkan terbuka atau ada kabel
> yang menjulur, itu tandanya ada kemungkinan salah satu
> dari telpon yang dimiliki warga anda sedang diparalel.
> Cara dengan menggunakan wireless yang disambung ke
> line yang ada di box tersebut. Si pencuri bisa
> menggunakan telepon anda dari jarak yang cukup aman.
>
> Maling Pulsa 3
> Jangan sekali-kali menggunakan wireless telepon jaman
> baheula. Soalnya, variasi frekuensi sedikit. Cukup
> membeli beberapa dari merek yang sama, telpon anda
> dapat diparalel tanpa perlu kabel lagi. Dan jaraknya
> cukup aman (sekitar 100 m).
>
> Maling Pulsa 4
> Coba perhatikan kabel-kabel telepon yang melihat
> rerimbunan pohon, atau jaraknya dengan dengan sebuah
> bangunan (bahkan nempel). Perhatikan, adakah kabel
> yang terkelupas. Kalau ada, he.. he.. he.. itu
> tandanya salah satu nomor dalam jaringan kabel itu
> sedang di paralel.
>
> sebenarnya masih buanyak seh, teknik maling pulsa
> dengan aman. Karena telkom tidak pernah memikirkan
> keamanan pelanggannya. Maklum, bajingan. ha.. ha..
> ha..
>
> ..!.. Titip, tunggakannya gak usah dibayar
>
> --- dian agusdiana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>> buat Ryu Tri: untuk mendapatkan perhatian dari
>> telkom
>> mungkin bisa dicoba dengan membuat surat permintaan
>> penjelasan kepada kantor setempat dengan ditembuskan
>> kepada Kanwil dan kantor pusat.
>> isinya : 1. kerusakan telepon rumah; 2. laporan dan
>> permohonan perbaikan yg telah dibuat; 3.
>> tanggapannya.
>> ada baiknya jika dalam sub tanggapan disebut juga
>> nama
>> petugas, jabatan dan bagian yang menanggapi.
>> mudah2an jika surat tersebut ditembuskan pada
>> atasnnya, akan ada perhatian yang lebih. selamat
>> mencoba yaa.
>>
>>
>> --- Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> >
>> > Ambil bensin 1 jrigen, korek api: BAKAR KANTOR
>> > TELKOM!!!!
>> >
>> >   BERESSS...! DASAR TELKOM GEBLEG!!! KORUPSI DOANG
>> > BISANYA!!!
>> >
>> >   BT
>> > ryu tri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> >   Dear rekan milis...
>> >
>> > entah saya mesti berkata apa lagi, tepat 5 bulan
>> > sampai dengan bulan ini, telpon di rumah saya mati
>> > total!!!!
>> >
>> > puluhan kali menelpon ke layanan telkom
>> > Rangkasbitung
>> > berharap telpon di rumah saya bisa segera di
>> > perbaiki.
>> > tapi entah sampai saat ini belum ada
>> kelanjutannya.
>> >
>> > jawaban yang mereka berikan tetap sama seperti
>> > biasa,
>> > pengaduannya sudah masuk, nomer ini telah di
>> proses
>> > dan akan segera di perbaiki.
>> >
>> > mungkin pernah ketika bulan ke dua kalau tidak
>> > salah,
>> > petugas telkom datang kerumah saya yg terletak di
>> > citeras ( itupun ketika saya mengajukan cuti ke
>> > kantor
>> > selama 3 hari, jadi saya bisa berada di citeras
>> pada
>> > saat itu). tepat sehari keberangkatan saya k
>> > bandung,
>> > petugas telkompun datang (info dari orang rumah)
>> dan
>> > dengan masygulnya sang petugas menawarkan untuk
>> > berpindah ke telkom plexi dengan iming2 syarat
>> yang
>> > mudah, photocopy rek listrik!!
>> >
>> > tentu saja saya yg mendengar penuturan dari orang
>> > rumah jelas saja menolak bila di ganti dengan
>> > plexi..perlu di ketahui jalur telepon di wilayah
>> > tempat saya tinggal sangat bagus. buktinya telpon
>> > tetangga2 kami baik2 saja, dan wartel di kiri
>> kanan
>> > rumah kami pun adem ayem saja tidak terkena
>> > gangguan.
>> >
>> > sungguh...ketika menginjak bulan ke tiga,
>> kesabaran
>> > saya menipis. dengan yakin saya melayangkan imel
>> ke
>> > redaksi radar banten mengeluhkan kinerja telkom
>> > rangkasbitung tersebut. tapi Alhamdulillah sampai
>> > hari
>> > ini telpon belum menyala. walaupun sempat ketika
>> > saya
>> > cek ke rumah telpon prnah menyala sebentar dan itu
>> > langsung mati lagi!!!
>> >
>> > kebutuhan kami menggunakan telpon sangatlah
>> tinggi,
>> > dan sepertinya pihak telkom tidak menanggapi
>> > pengaduan
>> > yang sering saya bahkan keluarga saya adukan.
>> >
>> > sempat di bulan ke tiga pula, adik saya
>> menyambangi
>> > kantor telkom rabit secara langsung menanyakan
>> > tentang
>> > kerusakan saluran telpon rumah yg sampai detik ini
>> > belum di perbaiki. jawaban petugas telkom saat itu
>> > sangat membahagiakan
>> >
>> > "tunggu saja sebentar...nanti akan kami nyalakan"
>> >
>> > tapi kenyataannya??????
>> >
>> > sedangkan setiap bulan kami harus tetap membayar
>> > pajak
>> > dan abonemen!
>> >
>> > mengirim curhat ini ke milis wong banten adalah
>> > harapan terakhir saya, mengingat kondisi saya di
>> > bandung tidak bisa terlalu bisa "berkoar-koar" ke
>> > telkom rangkasbitung.
>> >
>> > mohon bantuan bagi siapapun yang ada di milis
>> ini:(
>> > tolong sampaikan keluhan saya. bagaimana kami akan
>> > merasa puas bila pelayanan yang di berikan oleh
>> > telkom
>> > rangkasbitung sangat tidak "menyenangkan"
>> >
>> > besar harapan saya, suatu saat nomer telpon rumah
>> > saya
>> > akan berdering kembali....entah kapan??
>> >
>> >
>> >
>> > Straigh Your Plan, Complete Your Effort, Raise
>> Your
>> > Tawakkal...








Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
     using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
           accept no liability for any loss or damage arising
               from the use of this E-Mail or attachments.


Tetap Semangat Mencintai Banten!



SPONSORED LINKS
Indonesia visa Indonesia phone card Indonesia calling card
Indonesia travel Bali indonesia Indonesia


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke