From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of aad sidqi
Sent: Sunday, May 14, 2006 10:02 AM
To: rumah dunia
Subject: [rumahdunia] Southern FM dan State Library of Victoria
13 Mei 2006
Southern FM dan State Library of Victoria
Oleh Adkhilni M. Sidqi
Relawan Rumah Dunia Serang
Sedang berada di Australia untuk kepentingan studi
Hari Sabtu di Australia biasanya menjadi hari yang menyenangkan untuk bermalas-malasan atau bangun agak siang. Setelah sepekan penuh jumud menjalani rutinitas harian, kini saatnya menikmati hidup di akhir pekan. Akan tetapi tidak untuk Sabtu tanggal 13 Mei 2006, bahkan sebelum pagi menjadi sempurna dan matahari terbit penuh, saya harus segera menyibakkan selimut dan bersiap untuk bergegas pergi.
Pasalnya, saya diminta untuk berbicara di Radio Southern 88.3 FM sebagai utusan pemuda daerah. Tema pembicaraan masih berkisar seputar pendidikan dengan mengambil momen Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Sudah agak terlambat memang, tapi pepatah yang betul-betul tidak pernah patah mengatakan, "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali." Berbekal semangat dan modal peta perjalanan, saya pun menguatkan diri berangkat. Padahal sebelumnya saya belum pernah menginjakan kaki daerah Moorabin. Sebuah daerah yang berjarak sekitar 11 km dari Clayton, tempat saya tinggal.
Southern FM adalah sebuah radio nirlaba komunitas yang berbasis di Moorabin Victoria dan didukung oleh Yayasan Komunitas Penyiaran (Community Broadcasting Foundation). Mendapatkan lisensi dari Badan Penyiaran Australia (Australian Broadcasting Authority), radio komunitas lokal ini setiap hari mengudara dengan delapan bahasa dunia, salah satunya bahasa Indonesia. Southern FM selalu hadir menyapa sekitar 150.000 pendengar untuk daerah selatan, tenggara, dan teluk Melbourne. Untuk siaran berbahasa Indonesia dipandu oleh pasangan Luki dan Gery dengan tajuk "Good Morning Indonesia" mulai dari pukul 6 hingga 8 pagi.
Acara "Good Morning Indonesia" pekan ini bergaya diskusi panel. Selain saya, hadir juga tokoh pendidikan Indonesia yang sedang mengambil program doktoral di Melbourne dan aktivis wanita yang konsen di bidang pendidikan. Karena saya merupakan utusan pemuda daerah, jelas saya akan berbicara tentang budaya literasi di Banten, hambatan, dan tantangannya.
Baru-baru ini saya mengetahui dari dunia maya, hak dan pertumbuhan budaya literasi di Banten kembali diokupasi oleh kepentingan-kepentingan lain di Banten. Saya membaca tulisan Toto ST Radik berjudul "Perpustakaan itu Tidak Penting, Bung!" (dimuat Radar Banten, 5/5/06) dengan maksud menanggapi tulisan Abdul Malik "Gedung Perpusda Mengapa Ditunda?" (Radar Banten, 27/4/06). Toto ST Radik menuliskan dengan nada lirih, satir, sekaligus ironi perihal penundaan kembali pembangunan perpustakaan propinsi Banten. Tak terkecuali dalam tulisannya kali ini yang mengomentari keengganan pemerintah propinsi Banten untuk menjadikan masyarakat Banten menjadi pintar dengan membangun perpustakaan propinsi. Pembatalan pembangunan perpustakaan propinsi Banten sungguh membuktikan bahwa perpustakaan tidak mendapat tanggapan sepenuh hati dari pemerintah maupun wakil rakyat yang terhormat. Padahal, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, kemandirian masyarakat dan pemasyarakatan iptek menempati urutan ketiga prioritas daerah dalam Rencana Strategis Daerah (Renstrada) Provinsi Banten 2002-2006.
Kemudian tulisan Toto ST Radik kembali ditanggapi oleh Ibnu Adam Aviciena dengan bersemangat dan berapi-api. "Perpustakaan masih penting, Bung.... Bung jangan cepat pesimis. Ketidakadilan harus dilawan, Bung!" ujar Ibnu dalam tulisannya yang berjudul "Perpustakaan itu Penting, Bung!"
Kembali ke radio Southern FM, saya memberanikan diri untuk mengangkat budaya literasi masyarakat sebagai topik pembicaraan pagi hari itu. Berbekal pengalaman di Rumah Dunia dan perkembangan terbaru tentang budaya literasi di Banten, berita prihatin tentang Banten dan kegiatan Rumah Dunia mulai mengudara di Melbourne di awal pagi hari itu. Saya bersyukur sekali bisa berbicara dan menyebarkan keprihatian ini ke rumah-rumah keluarga Indonesia, ke saudara-saudara kita di Australia; apalagi di waktu fajar.
Saya menyampaikan harapan kepada para pendengar "Good Morning Indonesia" di Melbourne untuk segera berbuat nyata dalam pemasyarakatan minat baca sesampainya di tanah air. Kita memang tidak bisa selamanya mengandalkan "belas kasihan" dari pemerintah. Mengandalkan pemerintah dalam pemasyarakatan gerakan membaca mungkin hampir bisa disamakan dengan menyaksikan acara-acara seremonial, tanpa ruh dan tindakan yang nyata. Pembatalan pembangunan perpustakaan propinsi menjadi contoh nyata hal ini. Tentu kita semuanya mencita-citakan gerakan membaca tidak hanya didominasi oleh kantor-kantor instansi birokrat, tapi juga hidup di setiap rumah-rumah mungil di Indonesia, seperti yang sudah dan sedang dikerjakan oleh Rumah Dunia dan rumah-rumah baca lainnya.
"Kehancuran" perpustakaan di Victoria
Jika pembaca sekalian berkunjung ke Melbourne, ibu kota negara bagian Victoria, sempatkanlah berjalan kaki menyusuri Swanston Street, sebuah jalan yang menggambarkan kesibukan kota Melbourne. Di ujung jalan itu, tepatnya dipersimpangan jalan antara Elizabeth dan Swanston Street, kita akan menyaksikan "reruntuhan" bangunan megah perpustakaan di sisi trotoar jalan. "Reruntuhan" bangunan Romawi dan bertuliskan LIBRARY (Perpustakaan) itu terbenam ke dalam tanah di sisi jalan di antara keramaian kota. Jangan cepat menyimpulkan dulu, karena "reruntuhan" itu hanyalah salah satu hiasan atau disain kota Melbourne. Di belakang "reruntuhan fiktif" itu barulah terdapat bangunan perpustakaan Victoria yang sesungguhnya. Berdiri kokoh dengan arsitektur ala Romawi, State Library of Victoria, telah dibangun sejak 1850. Suatu tahun yang sangat jauh dari hari ini. Suatu masa dimana Indonesia diselimuti kemuraman buta huruf dan penjajahan yang menyakitkan. Satu setengah abad lebih cepat dibanding polemik pembangunan perpustakaan propinsi Banten yang kini batal itu.
Reruntuhan fiktif itu bisa berarti perlambang bahwa Australia telah "menghancurkan" perpustakaan yang kuno, sepi, lembab, gudang buku-buku tua, simbol feodalisme berganti wujud dengan perpustakaan yang modern dan cerah. Bangunan empat lantai itu tidak hanya menjadi pusat ilmu dokumentasi ilmu pengetahuan, tapi juga dilengkapi dengan koleksi buku dari seluruh dunia, dokumentasi surat kabar dari berbagai negara sejak abad ke-18, tempat rekreasi keluarga, ruang baca yang nyaman dan legendaris, tempat diskusi dan main catur yang asik, museum dan ruang pameran, ruang cyber yang disebut Experimedia, dan dilengkapi dengan ratusan komputer yang selalu terhubung dengan internet. Menjelajahi State Library of Victoria seolah menyelami lautan ilmu sedalam-dalamnya. Kehausan kita akan pengetahuan betul-betul terobati dan peribahasa "buku jendela dunia" betul-betul nyata di State Library of Victoria. Sebuah perpustakaan yang sama mungkin dicita-citakan oleh Hj. Sudiyati, M.Si, Kepala Kantor Perpusda Provinsi Banten yang kini batal dibangun.
Sungguh, baru kali ini saya mengunjungi perpustakaan yang betul-betul "perpustakaan". State Library of Victoria mungkin bukan perpustakaan terbaik di dunia, tapi apa yang saya saksikan begitu jelas berbeda dengan apa yang terjadi di Bantenku tercinta. Sepulang dari State Library of Victoria saya betul-betul bermimpi, kapan Banten punya perpustakaan sekeren ini, tapi mimpi saya terantuk dengan berita menyedihkan tentang penundaan pembangunan perpustakaan Banten itu. Ketika dunia tengah bergerak dengan cepat melesat, Banten masih gagap dengan persoalan dirinya, bahkan hanya mendirikan perpustakaan propinsi saja sulitnya setengah mati.
Saya hanya mampu mengirimkan kesedihan saya dari jauh melalui tulisan ini. Saya tidak berada di Banten sekarang. Namun kecintaan saya akan Banten tidak pernah pupus oleh perbedaan benua. Saya berharap sekali Banten tidak hanya bangga dengan kejayaan sejarah masa lampau, tapi juga mulai meletakkan pondasi kejayaan masa depan. Tiada cara lain, hanya dengan buku dan perpustakaan Banten akan jaya! Semoga***
_____
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls <http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman9/*http:/us.rd.yahoo.com/evt=39666/*http:/messenger.yahoo.com/> to 30+ countries for just 2ยข/min with Yahoo! Messenger with Voice.
SPONSORED LINKS
School <http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=School+education&w1=School+education&w2=Bali+indonesia+hotel&w3=Bali+indonesia&w4=Indonesia+hotel&w5=Bali+indonesia+vacation&w6=Bali+indonesia+travel&c=6&s=145&.sig=PCPzr5d60GTsg4hgXwcZCQ> education
Bali <http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Bali+indonesia+hotel&w1=School+education&w2=Bali+indonesia+hotel&w3=Bali+indonesia&w4=Indonesia+hotel&w5=Bali+indonesia+vacation&w6=Bali+indonesia+travel&c=6&s=145&.sig=wDGT0Dbm4KR1ExhK2TJ-pg> indonesia hotel
Bali <http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Bali+indonesia&w1=School+education&w2=Bali+indonesia+hotel&w3=Bali+indonesia&w4=Indonesia+hotel&w5=Bali+indonesia+vacation&w6=Bali+indonesia+travel&c=6&s=145&.sig=-QRelEeZgOgMc7NoNHrZow> indonesia
Indonesia <http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Indonesia+hotel&w1=School+education&w2=Bali+indonesia+hotel&w3=Bali+indonesia&w4=Indonesia+hotel&w5=Bali+indonesia+vacation&w6=Bali+indonesia+travel&c=6&s=145&.sig=HHDAMrp5hdp3gu8EvBCu3w> hotel
Bali <http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Bali+indonesia+vacation&w1=School+education&w2=Bali+indonesia+hotel&w3=Bali+indonesia&w4=Indonesia+hotel&w5=Bali+indonesia+vacation&w6=Bali+indonesia+travel&c=6&s=145&.sig=WUp92f1LSlNAhvPy96i-mA> indonesia vacation
Bali <http://groups.yahoo.com/gads?t=ms&k=Bali+indonesia+travel&w1=School+education&w2=Bali+indonesia+hotel&w3=Bali+indonesia&w4=Indonesia+hotel&w5=Bali+indonesia+vacation&w6=Bali+indonesia+travel&c=6&s=145&.sig=YPvXSlU1Rp-lroduywy3_A> indonesia travel
_____
YAHOO! GROUPS LINKS
* Visit your group "rumahdunia <http://groups.yahoo.com/group/rumahdunia> " on the web.
* To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
* Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of <http://docs.yahoo.com/info/terms/> Service.
_____
[Non-text portions of this message have been removed]
Tetap Semangat Mencintai Banten!
SPONSORED LINKS
| Indonesia visa | Indonesia phone card | Indonesia calling card |
| Indonesia travel | Bali indonesia | Indonesia |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
