semua pasti akan kembali menghadapNya hanya waktu saja yg membedakan,.
semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah Swt.
dan untuk keluarga dan kerabatnya yg ditinggalkan diberi ketabahan &
keikhlasan.
Amiin.
----- Original Message -----
From: Iman Rosyadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, May 15, 2006 10:51 PM
Subject: Re: [WongBanten] SELAMAT JALAN KANG RIZON
>
> Saya hampir tak percaya ketika Kang Suhada, Direktur
> Eksekutif ALIPP memberitahu bahwa Rizon
>
> Sofhani meninggal dunia, mohon dicek apakah ada di RS
> Kecana atau dulu dikenal DKT. Rasa tak
>
> percaya itu bukan apa-apa, karena saya dan Rizon
> sering saling telepon dan berjanji akan
>
> bertemu dalam waktu dekat ini untuk membicarakan
> banyak hal. Bahkan kedatangannya ke Serang
>
> pun dalam rangka ziarah ke makam ibundanya memang
> diketahui beberapa orang, termasuk saya.
>
> Di Ruang Gawat Darurat RS Kencana, Senin, sekitar
> pukul 16.00 WIB, tubuh Rizon terbujur kaku
>
> dengan dibungkus sebuah kain putih. Terus terang, saya
> gemetar, tak mampu untuk
>
> menyingkapkan kain putih itu untuk sekadar melihat
> wajahnya. Tak ada kekuatan, hanya
>
> memandang dan tak mau juga saya mengeluarkan air mata
> di hadapan jenazahnya.Tak ada juga
>
> suara keluar dari mulut untuk mengucapkan sesuatu,
> kecuali kalimat doa yang hanya terucap
>
> dalam hati.
>
> Di dekat masuk Ruang UGD, saya melihat Delfion,
> wartawan Radar Banten yang tampak berurai
>
> mata. Akhir-akhir ini Delfion memang intensif
> berkomunikasi dengan Rizon. Menurut Delfion,
>
> terakhir dalam pertemuannya dengan Delfion, Rizon
> banyak bercerita tentang kawan-kawannya.
>
> Dia menyebutkan nama Golagong, Toto Radik, (maaf nama
> saya juga disebutkan) dan banyak nama
>
> lainnya. Namun yang mengagetkan, kata Delfion,
> almarhum juga membicarakan almarhum RAhmat
>
> Yanto Suharja yang dikenal dengan nama Pak Uban. Pak
> Uban adalah kawan seangkatan di SMAN I
>
> Serang yang meninggal secara tragis dan ditemukan di
> pantai Pasauran, Serang.
>
> Inilah cerita Amsar, anggota DPRD Banten dari PAN yang
> menemani Rizon di akhir-akhir
>
> hayatnya. Seusai ziarah ke makam ibundanya, Rizon
> menelpon Amsar, Burhan dan satu lagi dari
>
> DPW PAN untuk menemani makan di Rumah Makan Sop Ikan
> di Taktakan, Kota Serang. Seusai makan,
>
> Rizon bermaksud pulang ke Jakarta, namu mampir ke DPRD
> Banten untuk ikut solat. Rizon sempat
>
> masuk ke ruangan Fraksi yang orang-orang PAN kongkow,
> terlihat cerita dan tidak terlihat
>
> tanda-tanda yang mencurigakan, meskipun dia dalam
> keadaan sakit.
>
> Kemudian Rizon hendak menunaikan solat, sekitar pukul
> 15.00. Tempat solat dan wudhu memang
>
> berada di sebelah barat gedung DPRD Banten. Ketika
> Rizon di kamar mandi, terdengar suara
>
> mengaduh. Amsar berlari dan menemukan Rizon dalam
> keadaan berdiri di atas dua lututnya,
>
> seraya tangannya memegang dadanya. Menurut Amsar,
> Rizon pingsan, segera dibawa ke RS
>
> Kencana. Namun dalam perjalanan, Rizon menghembuskan
> nafas terakhirnya, sekitar pukul 15.30
>
> WIB tiba di RS Kencana sudah menjadi jenazah.
>
> Cukup lama jenazah Rizon berada di Ruang UGD RS
> Kencana. Pihak rumah sakit tampak kesulitan
> menyediakan mobil jenazah. Sekitar pukul 17.00 WIB,
> datang Hari Zaini, Direktur Eksekutif Forum Peduli
> Banten (FPB) membawa mobil ambulance milik Paguyuban
> Warga Banten (Puwanten). Dia mengendarai sendiri mobil
> itu, kemudian membawa jenazah Rizon ke rumahnya di
> Kaloran, Kota Serang. Diriingi mobil-mobil pejabat.
> Jalan Raya dari Kaujon ke Kaloran hingga Masjid penuh
> mobil dan kesulitan untuk mendapatkan parkir.
>
> Saya numpang mobil Dadang Sodikin, kawan seangkatan di
> SMAN I Serang. Saya dan Dadang memang sibuk menelpon
> ke rekan-rekan seangkatan untuk memberitahukan
> kematian almarhum. Di rumah ibunda Rizon,sudah banyak
> orang, termasuk rekan-rekan di SMA-nya.
>
> Setelah saya masuk ke dalam rumah, terus saya keluar
> lagi. SAya katakan ke Dadang, saya tak kuat. Saya
> teringat saat Rahmat Yanto suharja (Pak Uban), juga
> teman seangkatan yang meninggal ditemukan di pantai
> Pasauran. Dari pemandian, baca Al-Quran hingga paginya
> saya masih kuat untuk tidak mengeluarkan setets air
> mata pun. Namun saat jenazah disolatkan, saya ambruk,
> tak kuat menahan emosi yang terpendam. Dan, saya
> katakan kepada teman-teman yang sudah berkumpul, mohon
> maaf saya khawatir ambruk lagi. Sekitar pukul 18.30
> WIB, saya kembali ke kantor di Ciceri, Serang.
>
> Hingga tulisan ini dibuat, jenazah Rizon masih di
> rumah duka di Kaloran. Begitu banyak pelayat yang
> datang, begitu banyak orang yang menyatakan duka atas
> kepergiannya. Rencananya, alamarhum akan dimakamkan di
> TPU Kaloran, yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.
>
> SELAMAT JALAN KAWANKU; RIZON
>
>
>
> --- machsus thamrin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >
> > Bagi kami, adik kelasnya di SMA 1 Serang, sosok
> > Tubagus Rizon
> > Sofhani, adalah profil manusia yang memiki segalanya
> > yang jadi impian
> > seoarang siswa lelaki. Dia pintar, gagah, banyak
> > dikagumi kakak-kakak
> > kelas wanita, seorang orator ulung dan organisatoris
> > yang luar biasa.
> >
> > Sebagai olahragawan, dia adalah pemain tenis meja
> > yang tangguh
> > (kebetulan keluarga mereka (Rizon, Luay, Forkon)
> > adalah pemain tenis
> > meja yang banyak mewakili Serang dalam
> > kejuaraan-kejuaraan di Jawa
> > Barat, waktu itu
> >
> > Kekaguman ini yang menjadikan saya banyak belajar
> > darinya. Sambil
> > makan sumsum di Kabaharan,saya banyak belajar
> > tentang berebagai hal.
> > Sambil main tenis meja, Rizon mengajari banyak hal
> > tentang organisasi
> > dan bagaimana membuat sebuah proposal yang baik.
> >
> > Rizonlah yang kemudian mendorong saya maju dan
> > mendampingi Achmat
> > Susetya, memimpin OSIS SMA 1 Serang. Dari Rizon
> > pulalah saya
> > mempunyai keberanian menggantikannya memimpin IKOSIS
> > Kabupaten
> > Serang. Setelah saya lengser, adik Rizon Tubagus
> > Furkon yang kemudian
> > menjadi Koordinator Ikosis ketiga.
> >
> > Adalah waktu yang memisahkan kami. Rizon mauk IPB
> > dan saya dengar
> > memimpin rekan senangkatannya sebagai Ketua Angkatan
> > 20 IPB, lalu
> > menjadi Ketua Senat Perikanan IPB. Jejak ini
> > kemudian diikuti oleh
> > sahabat saya, Achmad Muchlis.
> >
> > Lama tidak bertemu, pergumulan pemikirannya,
> > mewarnai Forum Dialog
> > Indonesia, yang kemudian banyak melahirkan
> > politisi-politisi muda.
> > Selain Rizon, dari forum ini lahir Teguh Juwarno
> > yang kini menjadi
> > plisitisi dan Wakil Sekjen PAN. Arif Bumimanta yang
> > kini memimpin
> > Departemen Luar Negeri DPP PDIP, dan tentu saja
> > Yuddy Chrisnandi,
> > politisi cemerlang dari Golkar.
> >
> > Langkah yang mendundang kekaguman lainnya, ketikaia
> > tiba-tiba muncul
> > dan memimpin DPW PAN Banten. Belakangan dia cerita,
> > ia hanya
> > memiliki waktu dua pekan untuk memikirkan dan
> > kemudian berkonsolidasi
> > sebelum akahirnya bertarung di Musda PAN. Itulah
> > Rizon, dalam segala
> > keterbatasan waktu yang dipunyainya, dia bisa
> > meyakinkan banyak orang
> > dari merebut posisi Ketua PAN Banten. Kemampuan ini
> > mengingatkan
> > saya, saat menyankan utusan OSIS SE Kabupaten Serang
> > menjadi
> > Koordinator Ikosis 1982, dua dekade silam.
> >
> > Dalam perjalananya sebagaianggota DPR, beberapa kali
> > saya
> > menyampaikan kritisi kepadanya. DibandIngkan dengan
> > rekan-rekan
> > lainnya, Yuddy, Ali Muchtar, Rizon memang tidak
> > terlalu "bunyi".
> > Padahal "bunyi" adalah kunci penting bagi seoarang
> > politisi merebut
> > panggung politik di pentas nasional.
> >
> > Melalui Muchlis, Rizon menyadari kritik kepadanya.
> > Ia berjanji akan
> > lebih tampil ke publik mulai tahun ini. Namun Allah
> > Sang Khalik
> > berkeinginan lain. Sebesar apapun harapan kita
> > kepadanya. Namun Allah
> > Yang Maha Pengasih lebih mencintainya. IA lebih suka
> > Rizon berada
> > disisiNYA.
> >
> > Kini Rizon telah pergi, Masih hangat dalam ingatan
> > saya, ketika dua
> > puluh tiga tahun lalu, dia berpidato di depan kami,
> > adik-adik
> > kelasnya yang baru saja masuk SMA 1," Ini adalah
> > sebuah momentum
> > besar, bagi adik-adik. Ini adalah sebuah turning
> > point yang penting
> > bagi kehidupan anda dalam menyiapkan masa depan,
> > anda, masa depan
> > kita dan masa depan bangsa kita," katanya dengan
> > gagah. Ah Kang
> > Rizon, tugas anda kini telah paripurna. Selamat
> > jalan Akang, tidak
> > semua kenangan pergi bersama akang.
> >
> >
> > MACHSUS THAMRIN
> >
> >
Tetap Semangat Mencintai Banten!
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
