sekedar ingin sharing, Dulu ketika pertama kali ke Banten saya dan teman menginisiasi lahirnya latifa. lembaga yatim dhua'fa. kebetulan di kampus saya pernah aktif sebentar di lembaga sosial senat kampus. ternyata bermanfaat sekali untuk saya. Saya ingat tahun 1999, Latifa lahir dari sisa kocek kami dari pekerjaan buruh sehari-hari. Saat semua tertidur lelap, kami menikmati pergeseran setiap detik yang bergulir dengan menahan kantuk dan load pekerjaan yang tidak gampang. Latifa berkembang dan dimulai dari sendiri, teman, tetangga, terus bergulir. dari yayasan ke LAZ, dan akhirnya bermuara di LAZ HARFA Prop. Banten. Percaya atau tidak, ketika kita berbuat 'sesuatu' yang lahir dari idealisme serta benih ikhlas kita harus rela berjalan sendiri. Semua yang meniti jalan 'kesunyian' adalah mereka yang teruji keikhlasan serta keistiqomahannya. Tidak semua orang dituntut berada dibarisan terdepan menjadi gerbong lokomtif perubahan. masinis perubahan hanya 1 atau 2 orang saja. Sementara kita kebanyakan dilahirkan sebagai penumpang. Jadi yang berminat menjadi masinis gerakkanlah lokomotif perubahan semampumu, dan ingat kau hanya sendiri. Sekarang saya tinggalkan LAZ Harfa. Saya memang tipe radikal bebas yang sering 'excited' dari lingkaran energi kehidupan saya. Entah apa yang dicari, hanya yang saya ketahui seorang pejalan takkan pernah berhenti untuk mengenali diri dan Rabbnya. So, untuk RD jika ingin menjadi gerbong berderaklah roda-roda lokomotifmu. Mungkin sudah dijalankan, tapi masih belum kencang.
JK -----Original Message----- From: gongmedia cakrawala [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, July 17, 2006 2:10 AM To: [email protected] Subject: [WongBanten] 16 Juli Ceria Hari Minggu, 16 Juli itu... setelah lewat pukul 14.00... terus ke pukul 15.00 WIB... Tak ada tanda-tanda miiser wongbanten datang.... Bahakn Rahmat Harun, yang bersemangat. Bahkan Ucu Jauhar yang meledak-ledak... "Mana, pah, wongbanten yang ingin perubahan itu?' tanya istri. Saya menggeleng. Tambah istri saya, mungkin terlalu berat persyaratannya. Siapa sih sekarang yang melakukan sesuatu tanpa pamrih? Saya tercenung. Seperti postingan Ali Nurdin tempo hari, yang menyindir saya, bolehkan yang punya kursi ikut serta dalam pertemuan 16 Juli itu? Tapi, pukul 15.30, setalah saya sholat Ashar, datang keluaga humaedi Hasan. Dia datang bersama istri dan ketiga putrinya. Kami ngobrol santai saja. Bertukar cerita. Ternyata istri Humaedi Hasan punya rumah baca CIKAL di Malingping. Koleksi bukunya 6000 buku! Subhanallah. Ini dia miliser wongbanten yang nggak punya orientasi kursi, karena di kantornya sudah banyak kursi. Hehehehehe... Mungkin kita atur lagi ketemuannya? Mau yang punya orientasi kursi atau meja, terserah saja. Yang penting semuanya punya keinginan menuju BANTEN ADIL MAKMUR AMAN SENTOSA....... Was GG --------------------------------- See the all-new, redesigned Yahoo.com. Check it out. [Non-text portions of this message have been removed] Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
