Sepengetahuan saya penanaman manggrove (bener gak sih
nulisnya) atau pohon bakau di sekitar teluk Banten
dapat dibilang selalu gagal. Apa yah permasalahannya?
Katanya keterjang ombak. Ada juga yang bilang pohonnya
masih kecil, dan sebagainya.

Di Banten khususnya di sekitar teluk Banten penanaman
manggrove selalu menggunakan benih yang sudah tumbuh.
Biasanya ini dibeli oleh pengusaha atau Lembaga
lainnya yang ditunjuk dinas berwenang atau yang
ditenderkan. Jadi selalu "project oriented".

Saya pernah melihat satu tayangan di TV (saya lupa
lokasinya) dimana ada seseorng yang gemar mengumpulkan
buah manggrove dan menancapkannya di sepanjang pantai
dekat rumahnya. Beberapa tahun kemudian daerah itu
sudah rimbun oleh manggrove. Jadi yang terpenting
adalah "NIATAN".

Saya juga melihat satu tempat pembibitan manggrove di
desa Linduk yang terbengkalai begitu saja. Hanya saya
juga melihat kegigihan H. Mad Sahi yang rajin
membiakan manggrove. Sebagian ditanamkan sendiri
disekitar Pulau Dua, sebagian lain dijual pada yang
membutuhkannya.

Bibit manggrove melimpah namun kok gak kliatan
hasilnya yah,... 

Dalam satu kesempatan saya diajak bicara banyak oleh
beberapa tokoh desa Domas dan melihat langsung ke
lokasi pantai. Abrasi di Domas terlebih di Susukan
sangat dasyat. Kita selalu ribut abrasi di Lontar.
Tapi di Domas dan Susukan lebih parah ketimbang di
Lontar.

Salah satu tokoh bicara bahwa sebelum adanya
pengerukan pasir laut, daerah Susukan juga telah
mengalami abrasi. Namun sejak adanya pengerukan pasir
laut, keadaannya jadi luar biasa. Dia menyebutkan
angka 10 hektar hilang digerus ombak dalam setahunnya
setelah ada pengerukan pasir laut.

Keadaan ini sudah berapa lama? Berapa sudah hilangnya
tanah daratan oleh ombak setelah sekian tahun.

Beberapa bulan kemarin ada sekelompok masyarakat di
dampingi Bupati Serang melakukan penanaman manggrove
di sana. Sudahkah yang menanam melihat kembali
hasilnya? Saya yakin tidak pernah melihat lagi
walaupun sengaja datang ke sana. Masalahnya, bibit itu
sudah tidak ada. Tapi biasanya sih kalau sudah beres
tanam ya sudah,.. gimana tahun depan,.. dapat
penanaman lagi gak,....

Dilihat dari abrasi tadi, lahan penanaman manggrove
adalah lahan masyarakat. Sekelompok orang dengan gagah
sambil membusungkan dada sebagai "penyelamat
lingkungan" sibuk mendokumentasikan kegiatan itu tanpa
sadar mereka menanam di lahan milik orang karena
pantai sebenarnya sudah hilang.

Sudah barang tentu ketika mereka pulang dengan
keceriaan,.... tak lama berselang muncul pula kelompok
masyarakat yang mencabuti bibit tersebut sehingga
dapat dipastikan penenaman akan sia-sia.

"Izin saja tidak pada kami", ujar seseorang yang dari
tadi diam termenung. "Jika memang berani, bebaskan
saja lahan pantai selebar 20 meter, sepanjang yang
dikehendaki untuk menanam manggrove", ujar rekannya.

Jadi kesia-siaan itu lebih disebabkan karena menanam
di  "kebun" orang lain.









__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke