Ya seingat saya, memang harus begitu. Indonesia harus berani menghadapi tekanan
dari As. Sanggupkah negara kita (Indonesia) melakukan hal demikian ? Kita
berbeda dengan Iran, kita berdeda dengan Malaysia, kita berbeda dengan Aprika
Selatan. Salah satu perbedaan yg mencolok adalah dalam hal jumlah populasi yg
besar namun tidak diimbangi oleh tingkat kesejahteraannya dan ketamakan
(koruptor) yang sudah membudaya .
Ya kita tahu Amerika itu merupakan main stream thoughts dunia international.
Konsekuensi dari sikap berani menghadapi tekanan dari AS, kita harus sanggup
menghadapi isolasi karena kita dianggap membelelo atau istilah dunia
international adalah contract breuk.
Saya ragu, karena kita tahu, Indonesia masih ada mafia ekonomi yg sudah
mendarah daging dan berkiblat ke AS. Malah mafia ekonomi Indonesia itu
menginginkan agar Indonesia harus menjadi bagian dari "borderless world"
Jangan harap kita bisa sanggup atau punya keberanian untuk menghadapi tekanan
AS, jika mafia ekonomi masih bersemayam di Indonesia, justru yang akan terjadi
adalah kolap !!!!
Ya kita support pendapat mantan PM. Malaysia "Mahatir Muhammad" untuk tidak
menggunakan mata uang Dollars dan Founsterling dalam transaksi internasional.
Ini mungkin salah satu upaya untuk menghadapi "mainstream" internasional.
Sok lah kadinya lawan !!!
Wallahualam .
Ragil <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dr Zulkieflimansyah, Wakil Ketua FPKS DPR RI
Soal Keberanian atas Tekanan AS, Indonesia Harus Contoh Iran
*Sumber:* fpks-dpr.or.id
Fraksi-PKS Online: Wakil Ketua Fraksi PKS *Zulkieflimansyah *mengatakan,
kunjungan Presiden Iran Mahmoud Ahmadenejad ke Indonesia dalam waktu dekat
ini harus dijadikan momen penting bagi bangsa Indonesia. Tanggal 10 Mei
Presiden Iran itu akan bertemu dengan Presiden SBY, dan pada tanggal 11 Mei,
Ahmadenejad akan berkunjung ke UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Menurutnya, Ahmadenejad bisa dijadikan contoh dan inspirasi para penguasa
negeri ini bagaimana berhadapan dengan Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
Selain itu, ia juga dinilai sebagai figur pemimpin yang bersahaja.
"Kita harus berani belajar dari dia (Ahmadenejad, red). Dia sederhana dan
berani terhadap hegemoni AS. Kedatangannya ke Indonesia bisa menjadi
inspirasi di negeri ini," ujar Zulkieflimansyah di Jakarta, Senin (8/5).
Indonesia perlu mencontoh Iran. Sebab, kendati negara para mullah itu
dibenci dan diembargo oleh AS dan sekutunya, Iran tetap eksis. Bahkan,
dengan keras negara itu mampu membalas tekanan AS dan negara-negara Barat.
"Keberanian menentukan sikap dan kedaulatan negara itu yang harus kita
hargai. Bahkan dengan sikapnya yang tegas atas ancaman-ancaman AS dan Eropa
dalam soal nuklir justru membuat Iran kuat. Kekuatan ekonominya juga
lumayan," papar anggota Komisi VI DPR ini.
Melihat ketegasan Iran anggota DPR PKS asal Daerah Pemilihan Banten II ini
menyarankan, dalam melakukan kerjasama dan hubungan bilateral Indonesia
tidak harus terpaku dengan kepentingan AS dan Barat.
"Kita perlu diversifikasi dan membuka diri dengan negara-negara lain selain
AS dan Barat, yang dalam hal ini diwakili Inggris," tegas peraih doktor
bidang ekonomi dari Universitas of Starthclyde Glasgow, Inggris ini.
Sayangnya, Indonesia belum memiliki Kepala Negara yang berani dan hidup
sederhana sebagaimana Ahmadenejad. "Indonesia belum bisa seperti Iran.
Karena itu kepentingan pribadi, politik, dan kelompok harus ditinggalkan.
Kepentingan rakyat harus dikedepankan. SBY harus kita dorong ke sana, "
tandasnya. (fud)
<http://fpks-dpr.or.id/new/?op=isi&id=1503>
[Non-text portions of this message have been removed]
Saprudin
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/