KALAU HANYA MENCARI KUANTITATIF SUARA GAMPANG, TAPI PERNAHKAN DIPIKIRKAN UNTUK
MENGUSUNG SEORANG CALON PEMIMPIN YANG BERKUALITAS (BERIMAN, BERAKHLAQ BAIK,
CERDAS DAN MEMBENCI TINDAKAN KORUPSI).
PKS, JANGAN SEPERTI MUSANG BERBULU DOMBA. BESELIMUT MANTEL AGAMA, TAPI
DIDALAMNYA DIISI OLEH KECOA-KECOA LIAR !!!
Ragil <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Quo Vadis PKS Banten
http://bantencerdas.net
Oleh : Budi Usman, Direktur Eksekutif komunike Tangerang Utara.
Partai keadilan sejahtera (PKS) sekarang menjadi partai fenomenal yang
semakin diperhitungkan dalam kancah perpolitikan daerah dan nasional.
Meskipun pada Pemilu 2005 yang lalu PKS berada pada ''papan tengah''
bersama-sama dengan Partai Demokrat, PAN, PPP, dan PKB; sedangkan ''papan
atas'' diduduki oleh Partai Golkar dan Partai PDIP, banyak pengamat yang
meramal PKS akan melompat ke ''papan atas'' untuk menyaingi Golkar pada
Pemilu 2009 mendatang. Peranan PKS di bidang politik dan pemerintahan pun
tidak kecil. Politik santun, anti korupsi dan anti permainan kotor,
pengontrol pemerintah yang garang, adalah di antara citra yang dilekatkan
pada PKS secara umum, meskipun terdapat kekurangan di sana-sini.
Musyawarah Wilayah PK Sejahtera (PKS) Provinsi Banten yang berakhir Selasa
(14/2/06) dinilai sukses. Bukan saja telah menghasilkan kepemimpinan baru
dengan terpilihnya tiga orang ketua, yakni Irfan Maulidi AMd AK (Ketua Dewan
Pimpinan Wilayah), Mas'a Thoyib Lc (Ketua Dewan Syariah Wilayah) dan Sadeli
Karim Lc (Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah).Namun, Muswil I juga dianggap
telah menghasilkan banyak rumusan strategis, baik di tingkal internal partai
maupun eksternal partai. Mulai dari sikap polilik, rekomendasi serta
pelibatan masyarakat secara konkrit dalam beragam acara yang digelar selama
Muswil berlangsung.
Satu hal yang menjadi catatan penting dari Muswil ke 1 DPW PKS Propinsi
Banten ini adalah persoalan perlunya kepemimpinan yang Islami, bersih, kuat
dan memiliki visi pelayanan terhadap masyarakat. Dengan demikian, soal
kepemimpian Banten sikap PKS sesungguhnya sangat jelas, yakni mendukung
mereka yang memperjuangkan terwujudnya hal tersebut.
Lalu, siapa yang akan diusung PKS dalam Pilgub Banten 2006 nanti? Sampai
saat ni, sikap resmi belum diumumkan. "Meski nama-nama orang yang
disebut-sebut media massa telah beredar, itu belum menjadi keputusan resmi
PKS Banten," ujar Presiden DPP PKS, Ir. Tifatul Sembiring dalam pidato
penutupan Muswil.
Saat ini, kata dia, nama-nama yang telah disaring Tim Optimalisasi
Musyarokah (TOM) telah diajukan ke DPP untuk ditetapkan. DPP masih mengkaji
nama-nama tersebut untuk kemudian diputuskan siapa yang resmi diusung DPW
PKS Banten menjadi calon Gubernur Banten pada Pilkada yang digelar akhir
2006 nanti.
"Perlu dicatat, siapa pun orang yang menjadi pemimpin nanti, bagi PKS pada
hakikatnya tidak menjadi masalah. Yang penting kepemimpinan itu benar-benar
dipakai untuk mewujudkan kebaikan, keadilan dan kesejahteraan," katanya.
Dalam dakwah dan gerakan keagamaan, PKS berhasil membawa suasana sejuk dalam
beragama, pengkaderan dan pembinaan yang kontinu terhadap masyarakat,
pembelaan terhadap problem dunia Islam lewat tekanan dan demonya. Dalam
bidang sosial PKS cepat tanggap pada kasus bencana alam dan bakti sosial.
Kesigapan PKS ketika tsunami terjadi di Aceh mendapat tempat tersendiri di
hati di dunia internasional. Hampir di setiap kabupaten/kota terdapat
lembaga pendidikan, minimal setingkat SD yang dikelola oleh kader PKS,
meskipun tidak atas nama partai, tetapi turut mewarnai pendidikan yang
bermutu dan bernuansakan Islam yang kental.
Beberapa catatan tentang PKS seperti eksklusif dan fanatik yang kerap
terdengar ketika ia pertama kali dikenal publik, saat ini sudah mulai
memudar seiring dengan semakin banyaknya keterlibatan PKS, kader, dan
tokohnya di dalam masyarakat, politik, dan pemerintahan saat ini. Visi PKS
2009 untuk menjadi partai dakwah yang kokoh untuk melayani dan memimpin
bangsa serta target menjadi tiga besar dengan perolehan suara 20 persen
sungguh merupakan pekerjaan yang besar bagi partai berbasis kader dan
pembinaan ini. Perekrutan kader dan kaum profesional, pembenahan struktur
partai, penokohan pimpinan partai, optimalisasi peran kader di legislatif
dan eksekutif, dan menjadi opinion leader adalah tugas-tugas yang mesti
dilakukan untuk mencapai visi tersebut. Di dalam struktur pimpinan pusat
(DPP) di Jakarta, PKS kelihatan lebih siap bermain. Sumber daya yang cukup
kuat di tingkat DPP dengan tokoh-tokoh seperti Hidayat Nurwahid, Anis Matta,
Tifatul Sembiring, Zulkieflimansyah dan kawan-kawan cukup bisa mewarnai
skenario politik nasional. Hidayat Nurwahid bisa menjadi Ketua MPR, dan tiga
menteri dari PKS ada dalam pemerintahan SBY.
Di Provinsi Banten sendiri, perkembangan PKS cukup meyakinkan. Sama seperti
perolehan suara nasional yang yang naik rata-rata lima kali lipat dari 1,5
persen menjadi 7,5 persen sampai 8 persen, di Banten juga demikian. Bahkan
anggota DPRD Banten yang pada 1999 hanya satu orang, sekarang sudah menjadi
sebelas orang. Bahkan di kabupaten Tangerang, dari satu orang menjadi tujuh
orang. Peningkatan yang cukup signifikan itu bukan tanpa masalah. PKS agak
terkejut dan lambat mengantisipasinya. Hal ini terlihat dari beberapa
persoalan, antara lain vakumnya aktivitas di beberapa DPC (tingkat
kecamatan) dan DPRa (tingkat kelurahan/desa); keterlambatan dalam menangani
isu-isu pilkada; persoalan utang-piutang pasca Pemilu 2009 yang masih
tersisa; kurangnya pengawasan dan advokasi anggota legislatif sehingga di
luar kontrol dan sebaliknya ada pula yang tumpul tanpa prestasi; dan
kekecewaan beberapa konstituen karena tidak lagi dipedulikan oleh anggota
legislatif ataupun partai pasca pemilu.
Selain itu, nampaknya PKS Banten harus lebih konsisten dalam menjalankan
mekanisme partai. Kejadian seperti pengangkatan ketua DPC atau DPRa dengan
sistem tunjuk langsung tanpa melibatkan pengurus ataupun konstituen sesuai
mekanisme partai harus dihindari. Demikian pula pengambilan keputusan
lainnya yang tidak bisa diterima logika masyarakat awam. Meskipun kasusnya
tidak banyak, tetapi ini bisa menjadi preseden buruk di masa depan dan
mengurangi kepercayaan masyarakat. Prinsip pengambilan keputusan melalui
qiyadah (kepemimpinan) dan syuro (musyawarah) yang kadangkala dilakukan
terbatas di dalam partai dalam beberapa hal yang tidak sesuai dengan logika
di masyarakat menyebabkan friksi.
Musyawarah Wilayah PKS Banten yang telah dilaksanakan dan dilakukan pada
tingkat provinsi ini merupakan salah satu tonggak penting dalam menata PKS
di Banten lima tahun mendatang. Kebijakan yang diambil pada tingkat provinsi
akan banyak mempengaruhi dan akan dicontoh oleh kepengurusan DPD (tingkat
kabupaten/kota) dan seterusnya ke DPC dan DPRa. Penguatan pada kepengurusan
partai pada semua tingkat sangat diperlukan, karena inilah salah satu sumber
kelemahan PKS dalam mengelola permasalahan yang ada pasca Pemilu 2004.
Tersedotnya kader PKS ke posisi anggota legislatif di satu sisi memang
membuka peluang dakwah di bidang legislatif dan eksekutif, tetapi di lain
pihak karena lambatnya restrukturisasi menyebabkan banyaknya agenda partai
yang terkendala.
Kebijakan kaderisasi yang sangat kuat di PKS menyebabkan tidak sembarangan
orang bisa duduk di kepengurusan. Kondisi pengurus yang ideal adalah
terpenuhinya persyaratan jenjang keanggotaan; kemampuan mengelola partai
berikut permasalahan di dalamnya; serta komitmen untuk berkorban termasuk
waktu. Persyaratan ini jarang terdapat berkumpul di satu individu pada saat
ini. PKS di banten mesti mengambil jalan tengah untuk mengkompromikan hal
ini. Jangan sampai beban yang berat ditanggung oleh beberapa gelintir orang
saja karena tidak adanya pendelegasian tugas dan ketidakpercayaan untuk
memberikan amanah itu pada orang lain. Pemanfaatan kader secara optimal
sesuai dengan kompetensi dan keunggulan mesti menjadi ciri kepengurusan PKS
di Banten di masa depan.
Keterbukaan menghadapi kritikan, baik dari kader maupun masyarakat mesti
melengkapi jajaran pengurus partai yang akan datang. PKS Banten hendaknya
membuka corong penampungan aspirasi dan informasi seluas-luasnya dari semua
pihak karena itulah bentuk kepeduliaan dan kecintaan konstituen pada PKS.
Tentu saja saringan dan pertimbangan mesti dilakukan setelah itu. Pengurus
tidak perlu merah telinga bila mendapat kritikan dan masukan dari
konstituen, bahkan dengan cara yang paling kasar sekalipun, karena itulah
dinamika masyarakat, meskipun menyampaikan dengan cara yang santun adalah
lebih baik.
Jajaran struktur DPW PKS Banten hasil Muswil 2006 lalu dibawah pimpinan
figur smart dan muda Irfan Mauludi harus sering-sering mengajak bicara dan
menjalin hubungan baik dengan tokoh-tokoh masyarakat, profesional, birokrat,
budayawan, pengusaha, bahkah kalau perlu dengan preman untuk dapat bermain
di kancah Banten, memimpin, dan melayani seperti Visi PKS 2009. PKS Banten
dan PKS serta jajarannya di kota/kabupaten se-Banten ke depan nampaknya
mesti terus mawas diri. Komitmen terhadap kesederhanaan dan keberpihakan
pada rakyat banyak yang masih kesulitan seperti janji-janjinya mesti selalu
diingat. Rasanya, pemberesan utang piutang pasca pemilu; kesejahteraan
pengurus dan aktivis partai yang bekerja full time; serta santunan terhadap
rakyat miskin lebih utama daripada mengadakan acara seminar dan pesta
musyawarah di hotel berbintang.
Quo Vadis PKS Banten! ***
[Non-text portions of this message have been removed]
Saprudin
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/