Hari Minggu sore, 30 Juli lalu, sebuah pesan pendek mampir di hp saya. Tak ada nama pengirimnya dan nomornya belum terekam dalam hp saya. Isinya: undangan untuk menonton pertunjukan teater di Gedung Kesenian Tangerang, di dalam Perumahan Modernland, Minggu malam itu juga, jam 19.00. Saya balas pesan pendek, menanyakan apa lakon yang akan dibawakan dan grup teater apa yang mementaskannya. Dijawab: "Dateng aja, Pak, biar enggak penasaran." Saya jawab: "Mudah-mudahan bisa."
Saya tak bertanya, siapa dia yang mengirim pesan pendek itu. Saya percaya saja akan info itu dan saya yakin itu teman saya. Setelah membereskan pekerjaan, saya berangkat ke Gedung Kesenian Tangerang. Tiba di sana jam 18.35. Benar saja, di sana sudah ada beberapa teman lama, yang sudah bertahun-tahun tak ketemu. Ada Toto Brando (bekas pimpinan dan sutradara Keluarga Besar Teater 35, teater SMPP 35, yang kini namanya menjadi SMAN 78, Jakarta Barat), ada Bachtiar Magor (aktor teater yang sudah malang-melintang di Festival Teater Jakarta), ada Ekky Indra (pimpinan dan sutradara Teater RR, yang sebelumnya bergabung dengan Teater Road), ada Yadi Kasuh (salah seorang sutradara teater terbaik versi Festival Teater Jakarta dan beberapa kali sempat bareng menjadi juri teater bersama saya di beberapa festival teater), ada Ustad Deden (yang aktif di Sanggar Teater Guriang Kencana), ada Tjarsad A.Z. (aktivis teater Jakarta Barat), dan ada Cev Dori (pimpinan dan sutradara Teater Langit). Yang tak ada justru Ketua Dewan Kesenian Tangerang, Wowok H.P. Rupanya, mereka bersama dengan teman-teman yang lain membentuk Komunitas Teater Tangerang. Jam 19.10, pementasan belum juga dimulai. Saya sudah gelisah, karena saya punya janji ketemu beberapa orang di rumah saya jam 21.30, padahal pertunjukan "Pakaian dan Kepalsuan" yang akan digelar, sepengalaman saya, bisa makan waktu dua jam. Sampai 19.30, belum juga ada tanda-tanda pertunjukan akan dimulai. Saya berniat pulang, tapi Yadi Kasuh menahan dan mengajak saya minum kopi. Akhirnya, saya menyerah. Saya telepon teman, untuk mengundurkan pertemuan di rumah saya, jadi jam 23.30. Jam 19.45, saya masuk ke gedung pertunjukan dan agak kaget melihat latar pertunjukan, yang beratmosfer tahun 1990-an, padahal "Pakaian dan Kepalsuan" karya Achdiat Kartamihardja berlatar tahun 1945-an. "Latarnya memang diubah, jadi awal tahun 2000-an, pasca-Reformasi," kata Ekky berbisik. Jam 20.00, gong dipukul tiga kali. Pertunjukan dibuka dengan nyanyian yang dibawakan seorang gadis cantik, yang rada gugup dan kehilangan pesona komunikasinya. Saya lemas, ada rasa kesal karena merasa akan membuang waktu untuk sesuatu yang membosankan dan tak memberi pencerahan. Tapi, rupanya saya kemudian salah. Setelah dua cewek cantik menyanyi tanpa pesona itu, pertunjukan tersebut mulai menunjukkan kecemerlangannya. Pemeran penyair mabuk dengan bagus menghapus kebosanan penonton dengan pembacaan sajak "Pamflet Penyair" Rendra. Setelah itu Bachtiar Magor memamerkan pamornya sebagai aktor teater senior, diikuti oleh pemain-pemain lain, yang umumnya juga punya kemampuan akting di atas rata-rata. Meski terasa sekali sutradara kurang begitu piawai mengatur irama pertunjukan dan setting-nya abai terhadap dimensi ruang, kehilangan tekstur, secara keseluruhan pertunjukan "Pakaian dan Kepalsuan" ini enak ditonton. Pengadaptasian persoalan revolusi ke masalah pasca-reformasi juga memberi nilai tersendiri, sehingga pementasan ini terasa aktual. Saran saya, undanglah Komunitas Teater Tangerang ini untuk mementaskan "Pakaian dan Kepalsuan" di acara Banten Membaca: Hari Kunjung Perpustakaan Menuju Banten Literat. Meski ada banyak adegan mabuk-mabukan, pertunjukan ini punya potensi untuk memberikan pencerahan. Salam, Pedje --- gongmedia cakrawala <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > GMC-RB INSTITUTE DAN RUMAH DUNIA > HAJATAN BANTEN MEMBACA > > GMC (Gong Media Cakrawala) bekerjasama dengan > Radar Banten Institute (RBI) , Suhud Media promo, > dan Rumah Dunia menggelar hajatan kolosal dan > kreatif, yaitu Banten Membaca: Hari Kunjung > Perpustakaan Menuju Banten Literat 8 hingga 10 > September nanti. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
