Pertama, saya rasa wajar ketika saya menuliskan tentang pernikahan Jaro Dainah yang kedua karena saya tidak sekali ini saja menulis tentang Baduy.
Kedua, jika dikatakan tidak ada budaya tulis-menulis di Baduy juga kurang tepat. Sekarang ini banyak yang sudah bisa membaca dan menulis. Jika tentang peraturan adat memang tidak tertulis, maka saya tulis dengan kata "rekam". Ketiga, kesalahan saya memang tak menuliskan nara sumbernya, namun saya sendiri punya rujukan pasti tentang itu. Keempat yang dianggap dilanggar Dainah sudah jelas saya tulis "Dalam masyarakat adat Baduy seorang pejabat dalam hal ini Jaro, ditabukan untuk bercerai apalagi menikah kembali" Kelima, anda bertanya "Adakah larangan bagi penganut sunda wiwitan punya istri lbih dari satu? Atau anda memandang dalam sudat pandang agama anda?" Paragraf pertama intinya tentang "punya istri lebih dari satu" Paragraf kedua intinya "agama saya" Setahu saya Islam memperbolehkan pria beristri lebih dari satu jika mampu. Kristen Protestan dan Katolik tidak memperkenankan pria beristri lebih dari satu. Dalam pikiran saya saat ini, karena tulisan saya dianggap tidak wajar karena menuliskan tentang pernikahan Dainah yang jelas memilih bercerai dan menikah lagi, maka kemungkinan yang ada adalah saya termasuk yang menentang pria beristri lebih dari satu. Keenam, sebenarnya tulisan saya tidak menuliskan Dainah beristri lebih dari satu. Saya menuliskan adanya "Pejabat" yang bercerai dengan istrinya dan menikah lagi. Alasannyapun sudah tertulis. Anda sendiri yang mulai menanyakannya dan saya jawab dalam kapasitas istri lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan (2, 3 atau lebih) Terakhir, jika saya tuliskan semuanya mendetail, kayaknya jadi bahan skripsi nantinya bukan lagi sekedar berita ringan dan saya tidak bermaksud apa-apa dalam menuliskan berita tersebut dan juga tidak menggunakan sudut pandang agama apapun. Saya hanya merekam peristiwa unik di komunitas Baduy (jika terjadi pada warga Baduy biasa, pasti tidak unik lagi walau dalam tatanan masyarakat Baduy saya belum pernah mendengar ataupun menemukan kasus seperti Dainah), menuliskannya dan mencoba memahami apa yang dilakukan Dainah. --- ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Nah, sharusnya anda menulis alasan ini ditulisan > pertama. Shingga yang baca dpt mngetahui dgn psti > apa > telah dilanggar oleh Jaro Dainah. (tidak smua > anggota > milis termasuk saya, pintar seperti anda). > Kedua, stahu sya tidak da budaya tulis menulis di > baduy, maka sharusnya anda menuliskan narasumber > aturan itu. Tentu anda bukan penggosip kan? > > Sy tidak kenal anda d dunia real, so, sy tidak tau > agama anda. > Hampirseluruh agama pasti mengatur masalah > pernikahan, sementara hukum negara tidak terlalu > ketat. Maka, bukan suatu kewajaran ketika anda > mengedarkan tulisan jaro dainah kawin lagi, > pertanyaan > saya adalah apakah itu melanggar aturan agama sunda > wiwitan? > Kalau pun tidak ada yang dilanggar (karena ini tidak > dijelaskan dalam tulisan anda), maka secara logika > saya, apakah tulisan itu ditulis berdasarkan > pemahaman > anda terhadap agama anda? (lihat paragrah > sebelumnya). > NB: Saya tidak peduli terhadap agama yang dianut > seseorang, selama ia tidak mengganggu atau menggugat > agama orang lain. > > --- wong banten <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Di Baduy, baik Baduy Luar maupun Baduy Dalam, > tidak > > diperkenankan mempunyai istri lebih dari satu. > > Terlebih pejabatnya. Karena dalam tatanan Baduy, > > pimpinan atau pejabat harus dapat menunjukan sikap > > dan > > perbuatan yang dapat ditiru atau dicontoh warga. > > > > Jika istri meninggal ataupun diceraikan, maka sang > > pria boleh mengambil istri lagi. Biasanya pria > yang > > sudah bercerai akan "tahu diri" dengan tidak > > menikahi > > seorang perawan. > > > > NB : Atau anda memandang dalam sudat pandang agama > > anda? <<=== ini yang anda tulis. Kalau boleh tahu, > > dalam benak anda, agama apa yang saya imani? > > > > > > > > --- ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Adakah larangan bagi penganut sunda wiwitan > punya > > > istri lbih dari satu? > > > Atau anda memandang dalam sudat pandang agama > > anda? > > > > > > --- wong banten <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Berita pernikahan kedua Jaro Dainah dengan > > seorang > > > > janda, mulai santer terdengar sejak satu > minggu > > > > lalu. > > > > Pernikahan yang dilangsungkan Selasa, 2 > Agustus > > > lalu > > > > ternyata mengundang kontroversi di masyarakat > > > Baduy > > > > sendiri. Sementara orang luar Baduy hanya bisa > > > > menunggu apa selanjutnya yang akan terjadi. > > > > > > > > "Pak Iwan, kalau bisa peristiwa ini dimuat di > > > koran > > > > sehingga masyarakat tahu. Sebagai pimpinan > Jaro > > > > Dainah > > > > tidak pantas untuk menikah lagi dengan seorang > > > > janda", > > > > demikian salah satu sms yang saya terima dari > > > > seseorang warga Baduy. Disamping itu banyak > juga > > > > warga > > > > yang menyatakan keberatannya jika Dainah > sebagai > > > > pejabat melakukan hal tersebut. Dilain pihak > > > banyak > > > > juga yang mendukung dan memaklumi peristiwa > itu. > > > > > > > > Sakit > > > > Dainah telah menikah jauh sebelum dirinya > > > dipercaya > > > > sebagai Jaro Penghubung. Hingga kini Dainah > > sudah > > > > mempunyai banyak cucu sehingga orang tidak > > > menyangka > > > > bahwa Dainah akan meninggalkan istri tuanya > dan > > > > menikah kembali. > > > > > > > > Awal terjadinya peristiwa ini dimulai setelah > > > Dainah > > > > memangku jabatan sebagai Pejabat Jaro. Tak > lama > > > > setelah Dainah menjabat, istrinya dihinggapi > > > > penyakit. > > > > Berbagai jalan sudah ditempuh termasuk ke > > Jakarta > > > > untuk berobat pada dokter spesialis dimana > > Dainah > > > > harus merogoh kocek sebanyak dua hingga empat > > juta > > > > rupiah setiap pertemuan. Selama bertahun-tahun > > > > penyakit istrinya belum juga tampak > kesembuhan. > > > > Malah > > > > kelihatannya semakin parah. > > > > > > > > Hingga pada suatu saat ada yang meyarankan > agar > > > > istrinya dipisah saja karena istri Dainah > memang > > > > masih > > > > terhitung keluarga dengan Dainah. Penjelasan > > lebih > > > > lanjut, dahulu kemungkinan pihak keluarga > > > > menginginkan > > > > pernikahan tersebut dikarenakan agar apa yang > > > sudah > > > > dipunyai kedua keluarga tersebut tidak > > > kemana-mana, > > > > hingga dilaksanakanlah pernikahan itu. > > > > > > > > Atas hal itu dan ditambah dengan kerelaan > istri > > > > tuanya, Dainah memulangkan istri tuanya dan > > > menikah > > > > kembali dengan seorang janda yang terhitung > > masih > > > > satu > > > > kampung. > > > > > > > > Manuver Manis > > > > Dalam masyarakat adat Baduy seorang pejabat > > dalam > > > > hal > > > > ini Jaro, ditabukan untuk bercerai apalagi > > menikah > > > > kembali. Sehingga ada seorang warga yang > sangat > > > > kecewa, melihat peristiwa itu sebagai sesuatu > > yang > > > > tidak pantas dilakukan Dainah. "Jangan sewaktu > > > > senang > > > > saja hidup bersama, hingga sewaktu sakit > > dilupakan > > > > begitu saja. Tidak adil itu namanya", ujar > > seorang > > > > warga Baduy dengan berbisik. > > > > > > > > Ada juga yang berpendapat bahwa sakitnya istri > > > > Dainah > > > > disebabkan oleh dilanggarnya kebiasaan > > masyarakat > > > > Baduy dalam memilih pejabat. Sahdan, seorang > > Jaro > > > > yang > > > > dipilih biasanya yang berasal dari > > kampung-kampung > > > > sebelah timur sungai Ciujung. Sedangkan bagi > > yang > > > > berasal dari kampung-kampung sebelah Barat > > Ciujung > > > > ada > > > > semacam rambu yang melarang Pejabat Jaro dari > > > daerah > > > > itu. Termasuk Dainah yang berasal dari kampung > > di > > > > sebelah barat sungai Ciujung. Warga yang > > > berpendapat > > > > demikian menduga penyakit istrinya disebabkan > > oleh > > > > pelanggaran asal usul pengangkatan Pejabat > Jaro. > > > > > > > > Isu itu juga kemungkinan digunakan Dainah > untuk > > > > "memulangkan" istri tuanya dengan alasan > mungkin > > > > setelah "dikembalikan", penyakit istri tuanya > > > dapat > > > > sembuh. > > > > > > > > Tapi yang menarik dari Dainah adalah > manuvernya > > > yang > > > > melepaskan sementara waktu jabatan Jaro-nya > pada > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
