Nuhun Jang Yayat atas sumbang saranya. Yayat Nurhayat <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Kalau mau mencari siapa yang benar atau salah..bukan kita yang menentukan kang.. kepala boleh panas akan tetapi hati tetap dingin..bukan begitu.. Kita jangan terjebak oleh jargon2 atau propaganda-proganda yang bisa membingungkan apalagi yang bisa membuat perselisihan..yang tanpa bisa kita filter atau telaah kebenarannya... Jangan sampai juga kita terjebak dalam perseteruan tanpa ujung pangkal.. semua atau segala pertentangan maupun perselisihan adalah wajar.. karena isi kepala setiap orang berbeda-beda.. bagai mana bisa kita mendoktrin isi kepala seseorang agar sepaham atau sejalan dengan isi kepala kita.. Yang diperlukan adalah keluhuran hati dan kedalaman jiwa ketika kita menerima atau mendapatkan informasi yang nota bene tidak sejalan dengan faham kita...
SSSSaalllllllllaaammmmmmmmmm........!!!!! ya2t Pedje <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tercantum arti "indoktrinasi", yakni 'pemberian ajaran secara mendalam (tanpa kritik) atau penggemblengan mengenai suatu paham atau doktrin tertentu dengan melihat suatu kebenaran dari arah tertentu saja'. Setuju dengan arti ini? Bisa dibayangkan kan, apa jadinya kalau orang terus-menerus diarahkan pandangannya hanya ke satu sisi saja? Lama-kelamaan, orang itu akan tenggleng, seperti tiga orang buta di hadapan gajah dalam lakon Rashomon. Kalau cuma lehernya yang tenggleng sih enggak apa-apa. Tapi kalau otaknya yang tenggleng, bagaimana? Apa itu bukan pembodohan namanya? Yang suka mencela itu siapa? Saya hanya mengkritisi. Sebenarnya, kalau dilihat dari postingan-postingan Anda yang lalu, Bung Sapru, justru Andalah orang yang suka mencela, meski kadang secara tidak langsung. Coba baca lagi postingan-postingan Anda yang lalu. Seolah hanya "pendapat" Anda-lah yang benar dan tak jarang dalam postingan itu Anda mengejek pendapat/pemahaman yang berbeda dari pemahaman Anda. Bung Sapru, berpendapat boleh saja. Itu hak Anda. Tapi, bila kemudian muncul kesan bahwa Anda mengklaim pendapat Anda yang paling benar, Anda mestinya bisa bersikap adil dengan memaparkan pendapat-pendapat yang berbeda dari pendapat Anda secara proporsional. Bukankah bersikap adil lebih dekat kepada takwa? Misalnya soal Wahabi itu. Anda boleh saja memuji pemahaman Wahabi soal ajaran Islam. Tapi, alangkah adilnya bila Anda juga memaparkan pemahaman-pemahaman yang mencoba mengkritisi pemahaman Wahabi atau malah menentangnya. Bukankah tidak ada yang sempurna selain Allah? Salam, Pedje --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ok, sebelumnya saya mohon maaf. > Apa yang kamu maksud pedje dengan indoktrinasi. > Pembodohan yang macam mana ? > Kamu itu orang yang cuman pandai menyela, tapi > tidak memberikan suatu pemikiran yang kata kamu > mengarah kepada studi komparatif. Kalau itu yang > kamu inginkan, coba berikan suatu tanggapan tentang > hal ini, agar tidak kontradiktif. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------- Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small Business. [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! [Non-text portions of this message have been removed] Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
