***
Dalam Islam 'aqidah merupakan masalah asasi yg merupakan misi pokok yg
diemban oleh para Nabi Allah. Baik tidaknya seseorang dapat ditentukan dari
'aqidahnya, mengingat amal soleh hanyalah pancaran dari aqidah yg sempurna.
Karena aqidah merupakan masalah asasi bagi manusia, maka dalam kehidupannya
perlu ditetapkan adanya prinsip dasar aqidah Islamiyah agar dapat menyelamatkan
kehidupan manusia baik di dunuia maupun kelak di akhirat.
Prinsip at-tauhid bukan saja meng-Esakan Allah Swt, seperti yang diyakini
oleh kaum monotheis. Melainkan meyakini kesatuan penciptaan (unity of
creation), kesatuan kemanusiaan (unity of mankind), kesatuan tuntunan hidup
(unity of purpose of line), yang semuanya itu merupakan derivasi dari kesatuan
ketuhanan (unity of Godhead).
disamping itu prinsip at-tauhid juga tidak mempertentangkan antara dunia dan
akhirat, antara yg alami dengan dialami, antara yg immanen dan yang
transedental, antara jiwa dan raga dan sebagainya, karena itu semuanya
merupakan satu kesatuan (unity of the whole universe).
dgn demikian prinsip at-tauhid harus ditopang oleh lima komitement, yaitu :
1. memiliki komitmen utuh kepada Tuhan dan menjalankan pesan-Nya dengan patuh
dan taat.
2. menolak pedoman hidup yg tidak berasal dari Tuhan
3. bersikap progressip dgn selalu menekankan penilaian kwalitas hidup, adat
istiadat, tradisi dan faham hidup.
4. tujuan hidupnya jelas, yaitu semua aktifitasnya hanya untuk Allah Swt.
semata.
5. mempunyai visi yg jelas dgn manusia lain, sehingga akan terjalin
keharmonisan antara manusia dan Tuhan-Nya dan dgn lingkungan sekitarnya.
karena itu, semua aktifitas harus ditauhidkan hanya untuk Allah Swt. semata,
bahkan Allah Swt tidak akan mengampuni dosa orang-orang yang melakukan
kesyirikan. Sebab dosa sirik menyalahi prinsip utama dalam aqidah Islam. Firman
Allah Swt. : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa sirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang lain dari (sirik) itu bagi siapa yg
dikehendaki-Nya. Barangsiapa yg mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah
berbuat dosa yang besar" (QS. An-Nisaa : 48).
disisi lain, sumber aqidah adalah Allah Swt., Dzat Yang Maha Agung, Dzat Yang
Maha Besar. Oleh karena itu, cara mempelajari aqidah harus melalui wahyu-Nya,
bukan hanya sekedar bertaqlid yakni mengikuti tanpa suatu argumen kepada orang
lain. seperti yg dikatakan Ibnu Taimiyah bahwa aqidah (i'tiqod) itu bukanlah
diambil dari orang2 yg lebih dalam ilmunya, akan tetapi diambil langsung dari
Allah Swt. yang Maha Luhur dan dari Rasul-Nya. dalam kaitan ini Allah berfirman
: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penghilatan dan hati, semuanya itu akan
dimintai pertanggung jawaban" (QS. Al-Isro:36)
sedangkan cara mengamalkan aqidah yg baik adalah dgn mengikuti semua perintah
dan menjauhi larangan Allah Swt. Oleh sebab mengurangnya aqidah karena aqidah
itu tidak membawakan dampak aktivitas yg baik, dan bertambahnya aqidah itu
karena selalu diiringi dgn amal baik.
dalam hal ini Nabi Saw. bersabda :
"Iman (aqidah) itu bukanlah angan-angan dan juga bukan berhiasan, tetapi iman
itu adalah sesuatu ygn menetap dalam hati dan dibenarkan/direalisasikan dengan
amal perbuatan" (HR. Ad-Dailami).
karena aqidah bersumber dari Allah Swt., oleh karena itu pembahasan aqidah
tentang Tuhan harus dibatasi, dengan larangan memperbincangkan atau
memperdebatkan tentang eksistensi Dzat Tuhan, sebab dalam satu hal ini manusia
tidak akan sanggup dan mampu menguasainya.
Nabi Saw. bersabda :
"Berpikirlah kamu tentang makhluq Allah Swt, dan jangan memikirkan Dzat
Allah, sebab kamu tidak akan mampu melakukannya" (HR. Abu Nuaim).
dengan demikian, pendekatan dgn berpangkal dari keraguan, kegamangan tidak
boleh dipergunakan dalam mencari aqidah, sebab jika manusia tidak mampu
menjangkaunya berarti ia telah atheis, yakni meniadakan adanya Tuhan Sang
Pencipta, hal itu terjadi karena sarana dan kemampuan seseorang sangat
terbatas, sehingga sulit untuk menjangkau Dzat Yang Serba Sempurna. Lebih
jelasnya, akal dipergunakan manusia untuk memperkuat aqidah, bukan untuk
mencari aqidah. Karena aqidah Islamiyah sudah jelas tertuang dalam Al Qur'an
dan As-Sunnah.
akhirnya, jita ternyata seseorang belum menerima wahyu, maka pendekaan dapat
dipergunakan sebagai cara untuk mendapatkan kebenaran, sebagaimana dicontohkan
oelh Nabi Ibrahim As. dalam kisahnya mencari Tuhan.
Allah Swt. berfirman :
"Tuhan memberikan hikmah kepada orang yg dikehendaki-Nya, dan siapa yg diberi
hikmah, maka ia telah diberi kebaikan yg banyak sekali" (QS. Al-Baqarah : 269).
*** (sps)
any comments and suggestions from the readers are welcome.
======================
info untuk Pak Moderator :
* karena ada satu urusan selama dua minggu, gimana caranya agar e-mail saya
tidak menerima kiriman e-mail.
terima kasih atas perhatiannya.
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/SktRrD/hOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/