Sebetulnya kita yang salah.
Kita ini termasuk rabun baca atau rabun aksara.
Contohnya, udah jelas ditulis "dilarang merokok", masih saja mreokok.
Udah jelas pula produsen rokok mengingatkan kita, "Merokok dapat
menyebabkan krusakan pada kantong, jantung, dan pernapasan," masih juga
merokok.
Udah jelas diulis di undang-undang dan Al-Qur'an, "korupsi itu haram,"
masih saja korupsi. Udah jelas kan?

Makanya, Perpusda sama Rumah Dunia bikin acara BANTEN MEMBACA,
Supaya kita warga di Banten melek aksara. Membaca itu nggak sekedar
membaca.
Udah jelas 'kan? Hehhheheeeh.....

Tetap semangat
Gg
Ps. Malam ini saya ke semarang.
Besok ada seminar MMBACA UNTUK SEMUA di Semarang.
Ada miliser w

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of ucu jauhar
Sent: Monday, September 11, 2006 11:42 PM
To: [email protected]
Subject: Re: Balasan: Re: [WongBanten] Mimpi Api Iklan Rokok

sori, lagi belajar ketik pake 10 jari. kurangi angka
dari 11 ke 10 emang susah. 
Begitulah, yang gampangkan kurangi jatah orang lain. 
he.. he.. he..

--- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Ulah lieru Hilmi, maksudnya itu pikirkan kembali :
>   Think it again atau think it over
>   Bisa juga think again, atau think over
>    
>   
> hilmi ahmad <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>           
> 
> --- ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Ha.. ha.. ha..
> > Thing it again.=====>>> sesuatu itu
> lagi???!!!???!!!???
> lieur uing mah 
> 
> > Hidup kemunafikan.
> > 
> > --- "Jaya, Komarudin" <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> > 
> > > Mimpi Api Iklan Rokok 
> > > Oleh : Lawang Bagja
> > > 
> > > Apa kabar hari ini ? kemarin ada seorang asing
> > > tersesat jalan dan menanyakan
> > > kepada saya, "apakah ada tempat di Indonesia
> > dimana
> > > saya bisa terbebas dari
> > > iklan rokok?". Dengan tersenyum saya menjawab,
> "oh
> > > ada mister!, mister
> > > tinggal jalan lurus, trus belok kanan. Nanti
> akan
> > > ditemui banyak papan nisan
> > > alias kuburan". Yah, hanya kuburan satu-satunya
> > > tempat yang terbebas dari
> > > baliho, papan nama, glas box, digital print,
> > > spanduk, iklan rokok. pernahkah
> > > mata kita terasa perih melihat setiap tempat
> > > dipenuhi dan dijejali iklan
> > > rokok? Bukan karena saya seorang yang tidak
> > merokok
> > > lantas bersifat agresif
> > > untuk menyerang para perokok. Merokok juga sama
> > > dijamin oleh undang-undang
> > > hak asasi manusia sepanjang merokok tidak juga
> > > mengganggu hak asasi manusia.
> > > Begitu juga dengan iklan rokok, sama dijamin
> oleh
> > > undang-undang dan
> > > merupakan sumber penghasilan pemda untuk mengisi
> > > kocek kas daerahnya namun
> > > tidakkah para pemimpin yang mengizinkan iklan
> > rokok
> > > bertaburan bersifat
> > > paradoks. Misalkan, Bagaimana seorang Taufik
> > Nuriman
> > > menjaga anaknya untuk
> > > menjauhi rokok jika ia sendiri membebaskan para
> > > produsen rokok untuk bebas
> > > merayu anaknya disetiap 'jengkal' tempat di
> Serang
> > > dan setiap saat anak
> > > lelaki semata wayangnya itu terus digoda dengan
> > > simbol 'kejantanan'. Saya
> > > sebagai ayah dari 2 anak lelaki pun harus
> bekerja
> > > keras untuk menjauhi
> > > 'rokok minded' pada mereka. Betapa tidak, di
> > > sela-sela acara televisi yang
> > > ia sukai, terselip iklan rokok. 
> > > 
> > > Tentang iklan rokok yang bertaburan. Saya
> teringat
> > > dengan puisi Kang Toto
> > > yang berjudul "Mimpi Api". Bagi saya, puisi itu
> > > multitafsir. Memang dibuat
> > > pada tahun 1998, saat Indonesia beralih rezim
> dari
> > > 'zaman kegelapan orde
> > > baru' menuju 'zaman gelap gulita Reformasi'.
> Kedua
> > > zaman memang sama gelap
> > > gulitanya bahkan era reformasi lebih terasa
> > > mencekam. Jika Orde baru punya
> > > musuh cuma satu. Sekarang kanan, kiri, depan,
> dan
> > > belakang semua bisa
> > > menjadi musuh. Kembali ke puisi Toto, "Sudah
> > > puluhan kali aku bermimpi,
> > > Kampungku dikepung api, dikepung api..." Saat
> ini
> > > mimpi itu memang menjadi
> > > nyata. Rokok atau iklan rokok adalah api. yang
> > akan
> > > membakar 'pesak', saku,
> > > dompet kita. Uang yang capek-capek kita cari
> > dengan
> > > keringat yang keluar
> > > dari ketiak bau asem, akhirnya habis dibakar
> oleh
> > > puntung tak berperasaan.
> > > Asap dengan berjuta kandungan kimia berbahaya
> > > dihisap dalam-dalam, masuk ke
> > > rongga paru-paru. Sebagian senyawa kimia
> berbahaya
> > > tersebut melekat
> > > didinding tenggorokan sampai ke paru-paru kita.
> > > Kemudian sisanya dikeluarkan
> > > dengan kandungan senyawa kimia yang lebih
> > berbahaya.
> > > 5 tahun, 10 tahun, 15
> > > tahun kemudian, sel-sel kanker tumbuh dan
> > > menggerogoti indahnya kehidupan
> > > kita. Selebihnya cerita saya 'floating', biar
> > nasib
> > > pelaku ditentukan oleh
> > > masing-masing penonton.
> > > Jika dibandara atau tempat-tempat tertentu area
> > > merokok sudah dibatasi.
> > > Diberi satu ruangan kecil, pengap, dengan
> dinding
> > > terbuat dari fiber
> > > transparan. persis seperti kotak aquarium dengan
> > > gumpalan asap sebagai air.
> > > Mestinya iklan rokok pun di sudut kota harus
> mulai
> > > dibatasi. Berikan ia
> > > 'space' yang sangat terbatas. kalau bisa di
> tempat
> > > yang tidak terlihat oleh
> > > anak-anak kita. Kenakan cas pajak yang suangaat
> > > mahal. Dan suatu saat,
> > > Pemerintah daerah (karena Rezim otda berkuasa
> maka
> > > pemda yang berperan)
> > > menerapkan hari bebas iklan rokok. bukan hanya
> > bebas
> > > merokok tapi juga plus
> > > iklan-iklannya. Para produsen rokok dan para
> > smoker
> > > tidak perlu takut dengan
> > > aturan ini. Toh, sebagai para pecandu yang
> > > 'dihalalkan' oleh pemerintah,
> > > tidak ada iklan bukan berarti tidak bisa merokok
> > > kan? merokok masih dijamin
> > > oleh HAM. 
> > > 
> > > Saat ini, contoh saja kalau anda jalan-jalan di
> > kota
> > > Cilegon. Sepanjang
> > > jalan kota. Di tiang-tiang lampu median jalan.
> > Iklan
> > > rokok berderet rapih.
> > > Mereknya bisa ganti-ganti. Saya tersenyum kecut.
> > Apa
> > > Cilegon sudah kehabisan
> > > sumber untuk APBD sehingga lampu kota yang
> > > seharusnya indah atau juga bisa
> > > diberi hiasan lainnya malah dihabiskan untuk
> iklan
> > > rokok. Cilegon itu sentra
> > > industri kimia, belum lagi ada pelabuhan
> > > penyebrangan, pusat perdagangan
> > > berjubel di pusat kota. Masa harus dirusak oleh
> > > iklan-iklan rokok. Pemimpin
> > > kita memang mencolok sekali materialistisnya.
> > > 
> > > Sebagai penutup, saya hanya mengajak para
> pembuat
> > > keputusan. Jika anda
> > > perokok mari saling menghormati hak hidup. Hak
> > untuk
> > > menghirup udara segar
> > > bebas asap. Juga hak untuk melihat kota terlihat
> > > cantik dan menawan. Bebas
> > > dari iklan rokok serta bujuk rayu para
> produsennya
> > > yang serabutan. Tanpa
> > > iklan, rokok akan tetap dicari. karena ia candu.
> > > seperti shabu, ganja,
> > > pilkoplo, dll. bedanya rokok masih 'dihalalkan'
> > oleh
> > > pemerintah. efeknya
> > > sama. menurut dokter pribadi saya, Rokok lebih
> > > kejam. kenapa kejam? karena
> > > ia mmebunuh pelan-pelan. Kok membunuh
> pelan-pelan
> > > dibilang kejam? Lah iya,
> > > kalo mau membunuh, bunuh aja yang cepat. Biar
> > > penderita tidak merasa sakit.
> > > Sama dengan menggorok leher binatang dengan
> pisau
> > > tumpul. Untuk teman-teman
> > > yang punya hajat main musik, acara seni, dll.
> > sudah
> > > saatnya mencari para
> > > sponsor non produsen rokok. Iya sih, cuma
> produsen
> > > rokok yang mau danai
> > > aneka kegiatan. gak apa-apa tawarkan saja mereka
> 
=== message truncated ===



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links






 





Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke