PARADE FILM PENDEK RUMAH DUNIA

 

Sejak 2002, kelas menulis Rumah Dunia digulirkan. Selama 6 bulan mereka
digodok; teori dan praktek. Konsepnya pendidikan yang membebaskan.
Mereka diajarkan materi jurnalistik, sastra, dan film dengan mengerjakan
pekrejaan itu sendiri (accelerated learning). Untuk jurnalistik dan
sastra manfaatnya sudah terasa. Para alumnusnya ada yang bekerja di
koran lokal (Radar Banten) dan menulis novel serta kumcer.

 

KELAS FILM

Untuk film memang membutuhkan waktu lama. Setelah mendapatkan pemahaman
bagaimana caranya membuat film dan workshop film bersama Imaji
Multimedia, sejak 2006 Rumah Dunia mulai mengaktifkan kelas film.
Dikomandani oleh Jack Lamota sebagai PJ Audio visual Rumah Dunia, film
pendek pertama yang dibuat adalah "Rin"; skenario ditulis Ibnu Adam
Aviciena dan pemeran utama pria diperankan Piter Tamba (tutor wisata
lakon Rumah Dunia) serta pemeran wanita Ermi (teater Awan SMAN 1
Serang). 

 

"Rin" menceritakan gadis remaja yang terlibat pergaulan bebas dan mati
bunuh diri. Pacar Rin lalu dipenjara, karena tertangkap basah
menggunakan narkoba. "Rin" berdurasi 12 menit. Ini semacam tugas akhir
dari kelas film. Jika menonton film Rin, anak-anak Rumah Dunia tertawa
terbahak-bahak. Apalagi sang aktornya; Piter Tamba. "Malu gue
nontonnya!" aku Piter. Film pendek "Rin" ini ibaratnya "orgame" dari
anak-anak Rumah Dunia, yang setelah bertahun-tahun ingin membuat film
baru terwujudkan di "Rin". Ibarat jerawat yang nanahnya meltus! Mereka
mulai memraktekkan apa dan bagaimana itu sutradara, produser pelaksana,
continuity, dan unit. Jack Lamota paling sibuk disini; ya cameraman, ya
editor. Biayanya rendah banget! Quentine Tarantino dan si Rodriguez juga
kalah! Cuma Rp. 500.000,-

 

Setelah memproduksi film "Rin", semangat anak-anak Rumah Dunia makin
menggebu membuat film pendek. Apalagi ketika mereka mulai sering nonton
film-film bermutu. Terutama Akira Kurosawa. Jack, Piter, dan Firman
mulai nggak betas. Munculah ide membuat film pendek kedua. Piter Tamba
menyutradarai "Belok Kiri (dilarang) Langsung". Lalu ketiga; fim
dokumenter "Jejak Multatuli". Eh, nongol lagi film keempat; "Padi
Memerah". Komunitas Scene Ten (S10); sineas muda Banten terlibat di
produksi. Jack Lamota yang kini  bekerja di Dubai, tidak ikut terlibat
di pembuatan film pendek "Padi Memerah".

 

ROAD SHOW

Ketiga film itu; Belok Kiri (dilarang) Langsung, Jejak Multatuli, Padi
Memerah, sangat kuat aroma perlawanannya terhadap kaum mapan. Dengan
anggaran minim, keringat, dan darah, ketiga film itu ingin sekali  kami
putar di komunitas-komunitas film, komunitas buku, pusat kebudayaan,
yang tersebar di nusantara. Kami berencana ingin road show ke kota-kota
di Banten (Lebak, Pandeglang, Cilegon, dan Tangerang), Jakarta, dan
Bandung.  Jika ada yang tertarik ingin memfasilitasi kami, dengan senang
hati kami akan datang. Jika rekan-rekan memiiliki komunitas dan
kegiatan, kami siap dijadwalkan. Untuk Jakarta dan Bandung, kami siap
konvoy. Mobil biru Gola Gong dan Kijang Scene Ten sudah stand by. Kami
ingin berdiskusi dan menimba ilmu tentang perfilman. Inilah ketiga film
pendek itu:

 

BELOK KIRI (DILARANG) LANGSUNG:

Jenis: Komedi satire

Sutradara: Piter Tamba/Jack Lamota

Aktor: Dedi

Skenario: Gola Gong

Sinopsis: Seorang pemuda negeri ini yang mengalami krisis dalam segala
hal; ideologi, budaya dan sex.

 

JEJAK MULTATULI

Jenis: Dokumenter

Sutradara: Firman Venayaksa

Aktor: Firman Venayaksa

Skenario: Ibnu Adam Aviciena

Sinopis: Seorang penyair yang mencari kebenaran dari polemik keberadaan
novel "Max Havelaar" karyaMultatuli di Banten.

 

PADI MEMERAH

Jenis: drama

Diangkat dari cerpen karya Aji Setiakarya

Sutradara: Piter Tamba

Skenario: Aji Setiakarya

Pemain: Para finalis BANTEN STAR

Sinopsis: Tradisi rebutan air di sawah yang berujung di tajamnya sebilah
golok.

 

JIKA TERTARIK, MAKA HUBUNGI KAMI!

MARI BERDIKUSI

 

Tetap semangat!

Jang RuDun

 

Tlp: 0254 - 224955

Cp: Firman Venayaksa: 08527014789

Aji Setiakarya: 081808037115

Piter Tamba: 085217637582

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke