Forum Silahturahmi Masyarakat BantenDear All,

Terlampir ada resensi di Kompas, 8/4/2007, semoga ada manfaatnya.

With best regards,
Ahmad Mukhlis Yusuf

Strategy Consulting
"Where learning transferred into competitiveness"
http://www.strategy.co.id/
email: [EMAIL PROTECTED]


Kearifan Berbisnis dari "Kama Sutra" 

Oleh : Ahmad Mukhlis Yusuf 

Melihat judul tulisan dan judul buku ini, para pembaca mungkin membayangkan 
buku ini berisi tentang bagaimana tips yang diberikan penulis bagi para 
praktisi bisnis untuk "menyenangkan" pelanggan atau mitra bisnis. Buku ini 
ternyata lebih dari sekadar itu. 

Penulis buku ini menghadirkan kearifan yang diinspirasi oleh 
pemikiran-pemikiran klasik dari negeri yang diakui sebagai salah satu pusat 
peradaban dunia, India. Buku ini menghadirkan berbagai prinsip manajemen yang 
amat relevan dalam kehidupan pribadi maupun bisnis saat ini. 

Nury Vittachi, sang penulis, mengajak pembaca untuk melakukan perjalanan 
menelusuri kekayaan pemikiran klasik, seperti pemikiran klasik India yang telah 
berusia lebih dari 5.000 tahun, yang ia yakini menjadi salah satu sumber 
peradaban dunia pada era modern ini. 

Para praktisi bisnis selama ini mengenal sejumlah guru dalam strategi dan 
kepemimpinan, seperti Sun Tzu dan Niccolo Machiavelli. Dalam buku ini diuraikan 
sebagian karya pemikiran klasik di antaranya adalah (1) Vishnugupta Chanakya 
(ahli strategi dan pengarang buku Arthashastra), (2) Vatsyayana (seorang 
spiritualis dan pengarang Kama Sutra), (3) Meluhlan (sejarawan), (4) Sidharta 
Gautama (tokoh spiritual yang banyak pengikut), dan (5) berbagai kisah Bhagavad 
Gita serta Raja Ashoka Piyadassi yang dikenal dengan konsep implementasi 
kesejahteraan terhadap rakyat yang dipimpinnya. Dengan penuturan yang mengalir 
bak novel, sang pengarang mengajak pembaca mengenal berbagai pemikiran tersebut 
dan implikasinya terhadap inspirasi serta tips-tips manajemen dan bisnis 
praktis. 

Kama Sutra, buku legendaris dan kontroversial yang ditulis Vatsyayana, seorang 
pembelajar spiritual yang seumur hidupnya tidak menikah, bahkan dikenal tidak 
memiliki pacar sekali pun, dipilih penulis menjadi judul buku ini, tampaknya 
ditujukan untuk menarik perhatian pembaca karena dampak kontroversialnya, dan 
pernah menjadi buku yang "paling disalahpahami yang pernah ditulis dalam 
sejarah". 

Sejak diterjemahkan pada tahun 1883 ke dalam bahasa Inggris dan menyusul dalam 
berbagai bahasa, buku ini telah menuai kontroversi dan anak-anak dilarang 
membacanya. Meskipun ironis, banyak penentang buku tersebut sesungguhnya tidak 
pernah membacanya. 

Boleh jadi, sesuai dengan esensi yang terdapat pada buku Kama Sutra, buku Nury 
Vittachi ini juga bertujuan mengajak pembaca untuk membangun keseimbangan hidup 
yang dibangun oleh nilai-nilai spiritual, material, dan sensualitas secara 
proporsional. "Kama", yang berarti kesenangan sensual, baru akan tercapai bila 
terbangun dalam keseimbangan dengan material yang ditopang oleh spiritual. 

Kepercayaan diri berlebihan 

Pengarang buku ini menguraikan isi bukunya dalam sembilan bab dan masing-masing 
bab mengurai pelajaran dari para pemikir klasik dan kombinasi nilai-nilai yang 
dikembangkan dan dirangkai oleh penulis. Misalnya, kisah yang ditulis Chanakya 
dalam buku Arthashastra, bagaimana ia mengatasi berbagai rintangan dalam 
menghadapi kekuasaan Raja Dhana Nanda yang sangat berkuasa. 

Di tengah keterbatasan, Chanakya membangun kepercayaan diri (confidence) dan 
daya tahan (determination) yang dibutuhkan oleh sang penantang, sebuah pola 
pikir yang benar (right mindset), dalam bahasa manajemen modern. Salah satu 
prinsip yang Chanakya perkenalkan adalah: You already have the greatest secret 
weapon you could possible want. 

Pola pikir yang benar tersebut akan menjadi bahan baku paling penting dalam 
melakukan perubahan dan tindakan apa pun sebagai efek bola salju. Siapa saja 
memiliki determinasi, kecerdasan, serta single-mindedness dan rasa lapar untuk 
meraih keberhasilan, selanjutnya faktor lain akan mengikuti. 

Raja Dhana Nanda memiliki pasukan dan armada yang kuat, dibentengi oleh istana 
yang tebal, tetapi sayangnya ia tidak fokus secara emosional dan terjebak dalam 
sikap mental sebagai penguasa yang percaya diri secara berlebihan. Raja Dhana 
Nanda tidak memiliki cukup determinasi dan kecerdasan, demikian pula ia tidak 
memiliki kemampuan berpikir strategis. Sejarah mencatat kemenangan Chanakya dan 
pasukannya mengalahkan sang raja yang over confidence dan lack of focus. 

Salah satu kisah tersebut mengingatkan kita bahwa keterbatasan bukanlah 
hambatan kita untuk melakukan hal-hal yang besar dan strategis. Demikian juga 
keberlimpahan tidak lantas membuat kita kehilangan fokus dan terlalu percaya 
diri. Dalam konteks keterbatasan tersebut, misalnya, Nury Vittachi mengetuk 
kesadaran pembaca tentang kebiasaan kita yang diikat oleh keterbatasan. 
Seberapa sering kita bertanya "bila saya hanya punya X, saya akan meraih Y". 
Dengan kata lain, kita sering berandai-andai sesuatu yang tidak atau belum kita 
miliki. 

Pesan-pesan lain Chanakya yang diolah oleh Nury dalam bukunya adalah prinsip to 
build anything great, you need a great team (hal 29). Kepemimpinan hanyalah 
mungkin dengan bantuan. Ia mengakui keterbatasannya, membutuhkan tim dan 
orang-orang yang menjadi kekuatannya, selain sumber daya yang memadai untuk 
melalui perjalanan atau pertarungan yang panjang. 

Ambisi Chanakya tidak menutup hatinya untuk mengajak banyak orang sebagai 
bagian yang meyakini visi yang ingin diraihnya. Chanakya, sebagaimana kita 
semua, membutuhkan anggota tim dan Chanakya telah mengajari kita bagaimana 
memilih anggota tim yang kuat yang dapat bersama-sama meraih impiannya. 
Chanakya telah mempersiapkan murid-muridnya, terutama Chandragupta, yang juga 
belajar strategi dan kearifan melalui proses coaching bersama sang guru sebagai 
mentor. 

Semua pesan-pesan tersebut menunjukkan keluhuran dan kearifan kepemimpinan yang 
telah diajarkan oleh Chanakya beberapa abad yang lalu, jauh sebelum John 
Maxwell, Kouzes, Posner, Anthony Robbins, Peter Drucker, atau Stephen Covey 
hari ini. 

Menemukan keseimbangan 

Buku ini selanjutnya menguraikan makna kemenangan dan kekalahan yang diambil 
dari kisah perang Bhagavad Gita. Beberapa pesan moral dari kisah Bhagavad Gita 
adalah pilihan-pilihan keputusan sering tidak dapat hitam-putih, yang mengajak 
kita untuk berpikir substansial dan mendasar, tidak terjebak pada simbol-simbol 
semata. 

Hal ini mengingatkan kita pada makna perbedaan yang sering kita tonjolkan 
ketimbang kesamaan yang dapat mempersatukan. Dalam konteks pribadi, pesan moral 
ini mengajak kita agar lebih arif dalam melihat kekurangan orang atau kelompok 
lain. Sedangkan dalam konteks bisnis, kebesaran hati seperti ini akan membuat 
pelaku bisnis senantiasa melakukan penelaahan ke dalam untuk terus melakukan 
pembelajaran (learning) di dalam organisasi perusahaan untuk selalu inovasi dan 
melakukan perbaikan terus-menerus. 

Prinsip-prinsip perbaikan terus-menerus ini sejalan dengan prinsip kaizen dalam 
manajemen ala Jepang atau tindakan perbaikan (corrective actions) yang dibangun 
oleh sistem yang menjamin perbaikan terus-menerus di dalam manajemen mutu 
berdasarkan ISO 9000 atau Malcolm Baldrige Award Program. 

Selanjutnya, dari kisah perjalanan kemanusiaan Sidharta Gautama untuk menemukan 
tujuan hidup yang sesungguhnya dapat dipetik pelajaran tentang proses 
transformasi diri dari seorang yang melakukan pencarian jati diri melalui 
berbagai interaksi dengan lingkungan. 

Belajar dari perjalanan hidup dan lingkungan yang dihadapi sering membuka mata 
kita terhadap kemungkinan cara pandang lain yang tidak terbayangkan sebelumnya. 
Penulis resensi ini teringat pada ajakan Edward de Bono untuk melatih kemampuan 
berpikir lateral, di antaranya dengan mencoba berpikir dari sudut orang lain. 

Kisah lain yang menarik dari buku ini adalah pelajaran bagaimana Raja Ashoka 
membangun lintasan hidupnya dari jalan pedang (baca: kekuasaan) menuju 
kesejahteraan masyarakat. Kekuasaan di tangan Ashoka menjadi kewenangan untuk 
melakukan perbaikan menuju kesejahteraan rakyat. Kisah ini sebenarnya menyentil 
perilaku eksekutif dan kalangan legislatif di negeri ini yang cenderung 
menggunakan kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Semoga 
ini hanya kekhawatiran penulis resensi ini. 

Pada bagian akhir, buku ini menguraikan bagaimana ujung pencarian Vatsyayana 
yang menemukan keseimbangan antara kesenangan sensual dan material yang 
ditopang oleh nilai-nilai spiritual. Ketiga titik keseimbangan tersebut saling 
memperkuat dan menjadi satu dari esensi prinsip Kama Sutra, esensi keseimbangan 
spiritual dan material yang banyak disalahpahami hingga saat buku ini mulai 
kita baca. 

Sebagai catatan akhir, buku ini berisi 80 persen tentang nilai-nilai kehidupan 
dan hubungan antarmanusia yang melibatkan keyakinan (beliefs), hati, dan 
pikiran yang mengajak kita untuk melakukan kontemplasi, baik dalam kehidupan 
pribadi maupun dalam perilaku berbisnis dan berkompetisi. 

Buku ini merupakan referensi yang penting dibaca siapa saja yang membutuhkan 
perenungan nilai-nilai universal atau sebagai perbandingan yang dapat 
memperkuat nilai-nilai yang selama ini dimiliki. Isi buku ini bersifat 
universal, karya kemanusiaan yang amat berarti untuk meningkatkan kualitas 
kepemimpinan dalam kehidupan pribadi dan bisnis para pembaca serta kemampuan 
kita dalam berhubungan dengan orang lain. 

Ahmad Mukhlis Yusuf, Program Director MM General Management, Universitas Bina 
Nusantara 

  ----- Original Message ----- 
  From: [email protected] 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, April 08, 2007 4:26 PM
  Subject: [WongBanten] Digest Number 1706


  Forum Silahturahmi Masyarakat Banten 
  Messages In This Digest (2 Messages) 
    1a. Re: Mencoba membedah anatomi Korupsi - BPK dan Koporasi (2) From: dian 
agusdiana 
    2a. Re: Fwd: FW: Theaterstuk Rangkas Bitung People / pertunjukan teater 
From: adang hidayat 
  View All Topics | Create New Topic Messages 
    1a. Re: Mencoba membedah anatomi Korupsi - BPK dan Koporasi (2) 
    Posted by: "dian agusdiana" [EMAIL PROTECTED]   dian_agd92 
    Sat Apr 7, 2007 3:06 am (PST) 
    korupsi aparat..
    benar kata akang , kalo aparat dia takut jika
    peraturan dan atasnnya sangat kuat dan bersih. 
    tapi bagai ayam dan telur, bagimana bisa dibuat
    regulasi yang kuat apabila pembuatnya punya
    kepentingan dalam korupsi? contohnya UU tentang
    Peradilan Tipikor malah mau dibuat utk memberangus
    pengadilan khusus itu sendiri. wacananya sudah jelas
    "asal pakar ia bisa asal berkomentar" ia bisa asal
    berkomentar bahwa korupsi bukan extraordinary crime,
    yg buat ekstra apabila uang yg dikorupsinya dlm jumlah
    guede.
    ia gelap tak bisa melihat jika seluruh aspek
    administratur dinegeri ini mulai dr kelurahan sampe
    lembaga kepresidenan, suka ama jenis kriminal yang
    renyah ini!!! dan itu dia menganggap kejahatan biasa.
    pertanyaannya, dia biasa juga melakukan kejahatan ini
    ga ya? kan sudah dia anggap lumrah!
    jika demikian maka korupsi sama dengan minum alkohol
    bagi muslim di negeri ini. dilarang oleh agama tapi
    dijadikan komoditi oleh negara. kenapa tidak sekalian
    saja dia berkata demikian? pasti banyak yang
    mengamini, apalagi dikatakan dari mulut seorang pakar
    pidana. ilmiah gitulho...
    kalo dipersamakan mana yang lebih dahulu, ayam atau
    telur, maka jawabannya menurut saya, yang lebih dahulu
    adalah pencipta tebak-tebakan itu. artinya dia cerdas
    dan kreative sehingga mampu membuat tebak2an yang
    melegenda gitu. jadi dikaitkan dengan pembasmian
    korupsi maka , pencipta regulasi dan pencipta aparatur
    yang lebih dahulu dibersihkan, supaya produk yang
    ditelorkannya bagus-bagus.
    duh account warnetnya dah abis.....
    sambung lagi ntar lah..

    NB: katanya KPK itu ada tugas lain selain penindakan,
    ia juga mempunyai mandat mengantisipasi korupsi
    (prefentive). isinya mungkin kampanye-kampanye gitu,
    seandainya ada wongbanten yang di KPK (kalo ketua na
    mah sigana sibuk pisan meureun nya) bisa kasih masukan
    ka milis ieu wuih kayaknya jadi lebih rame yeuh
    diskusi.

    __________________________________________________________
    It's here! Your new message! 
    Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
    http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/


    Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post 
    Messages in this topic (9) 
    2a. Re: Fwd: FW: Theaterstuk Rangkas Bitung People / pertunjukan teater 
    Posted by: "adang hidayat" [EMAIL PROTECTED]   ad_adang 
    Sat Apr 7, 2007 9:25 pm (PST) 
    salam ning...

    jigana milist teu bisa narima attachment... kudu di kopi terus di paste :)

    nuhun..

    Adang Hidayat

    On 4/7/07, Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    >
    > Maaf telat mem-forward.
    >
    > BT
    >
    > Note: forwarded message attached.
    >
    > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
    >
    > [Non-text portions of this message have been removed]
    >
    > 
    >

    [Non-text portions of this message have been removed]


    Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post 
    Messages in this topic (2) Recent Activity
    a..  1 New Members
  Visit Your Group 
  SPONSORED LINKS
    a.. Indonesia phone card 
    b.. Indonesia tour 
    c.. Indonesia travel 
    d.. Call indonesia 
    e.. Indonesia flower 
  New web site?
  Drive traffic now.

  Get your business

  on Yahoo! search.

  Y! Messenger
  Send pics quick

  Share photos while

  you IM friends.

  Yahoo! Mail
  Next gen email?

  Try the all-new

  Yahoo! Mail Beta.

  Need to Reply?
  Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily 
Digest.
  Create New Topic | Visit Your Group on the Web 
  Messages 
  Tetap Semangat Mencintai Banten! 
   
  Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
  Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to 
Traditional 
  Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 
   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke