http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=JURNAS&NID=28563
Sarkozy Terpilih, Imigran Prancis Was-was Paris Selasa, 8 Mei 2007 PASCAPEMILIHAN Nicholas Sarkozy sebagai Presiden Prancis menjadi hari-hari yang cukup krusial. Betapa tidak. Pendukung Segolene Royal masih loyal, sementara sepak terjang Sarkozy selama ini cukup brutal dan kontroversial. Sarkozy tidak segan-segan mengecam bahwa imigran adalah pembawa masalah bagi Prancis. Kebijakan kontroversial Sarkozy pernah memicu kerusuhan besar di seluruh Prancis dan beberapa negara Eropa pada November 2005 lalu. Ini membawa trauma bagi rakyat Prancis. Para imigran dan rakyat Prancis menunggu was-was sikap Sarkozy selanjutnya. Mereka siap melawan apabila Sarkozy menunjukkan sikap arogan. Sadar bahwa Prancis bisa terjerumus dalam perpecahan, Sarkozy dalam pidato kemenangannya berusaha meraih kembali simpati seluruh rakyat. "Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi pada Madame Royal serta para pendukungnya. Saya akan menjadi presiden untuk seluruh rakyat Prancis. Saya berjanji untuk setia pada demokrasi," ujarnya. Sarkozy ingin memberi sinyal kepada para pendukung Royal bahwa dia ingin memerintah Prancis secara adil, berdiri di atas semua golongan. Tapi apakah Sarkozy mampu menjadi negarawan, bukan sebagai presiden untuk para pendukungnya saja? Sementara Sarkozy telah banyak menebar janji kepada para pemilihnya. Pendukung Royal menunggu dengan berdebar cemas sikap Sarkozy selanjutnya. Apalagi dalam pidato kemenangannya, Sarkozy menyinggung arah kebijakan luar negerinya yang tidak akan mengikuti jejak pendahulunya Jacques Chirac. Sarkozy ingin memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat yang tegang akibat perang Irak. Prancis juga ingin meningkatkan kerja sama dengan AS dalam isu perlindungan lingkungan. Selain itu akan ditingkatkan pula kerja sama Timur Tengah dan negara-negara Afrika. Para pengamat memperkirakan Sarkozy akan membuat kebijakan luar negeri Prancis lebih pro Israel. Sarkozy adalah politikus paling pro Israel dibandingkan politikus lainnya yang dimiliki Prancis. Tapi Prof. Jacques-Pierre Gougeun, ahli politik dari Universitas Paris, memperkirakan Sarkozy tidak akan terburu-buru membentuk pemerintahan baru. Paling tidak dia akan berlibur dulu sambil mendinginkan suhu politik yang sangat tegang saat ini. Setelah tanggal 18 Mei barulah Sarkozy mulai berpikir membentuk pemerintahan baru. Masih menurut Gougeun, beberapa masalah besar siap menghadang Sarkozy nanti. Pertama, kemiskinan. Diperkirakan 20 persen penduduk Prancis hidup miskin sehingga tidak mampu membayar pajak. Kedua, tingginya tingkat pengangguran di Prancis. Ketiga, pertumbuhan ekonomi yang stagnan selama satu dekade ini. Tentu saja masalah integrasi sosial merupakan hal krusial lainnya untuk segera ditangani karena bisa menjurus pada perpecahan masyarakat. Sesuai janji kampanyenya, Sarkozy akan mengambil perubahan dramatis untuk mengatasi masalah ekonomi. Ia mungkin akan mengucapkan selamat tinggal pada konsep negara kesejahteraan. Berbagai kemudahan publik akan dikurangi untuk meringankan beban negara. Kewajiban jam kerja bagi karyawan akan ditambah sehingga produktivitas meningkat. Privatisasi ala Margareth Teacher (mantan PM Inggris) mungkin terjadi di Prancis. Di bidang politik, Sarkozy akan konsentrasi pada masalah keamanan dalam negeri. Isu terorisme, Islam dan imigran akan menjadi fokus utamanya. Heiko Engelkes, jurnalis senior Televisi ARD Jerman, mengkhawatirkan Sarkozy akan lebih menggunakan pendekatan represif daripada pendekatan konsensus dalam menangani persoalan-persoalan keamanan. Dalam bidang pemerintahan, Sarkozy akan mengambil alih persoalan dalam negeri sebagai tanggung jawabnya. Selama ini masalah dalam negeri menjadi tanggung jawab Perdana Menteri, sementara Presiden lebih fokus pada isu luar negeri dan pertahanan. Di bawah Sarkozy, tradisi ini akan diubah. Sarkozy ingin terlibat langsung agar kerja konkretnya dapat dirasakan masyarakat. Rakyat Prancis telah menaruh kepercayaan kepada Sarkozy untuk mengatasi semua persoalan. Ia dikenal sebagai pribadi yang energik dan tegas dalam bersikap. Sarkozy juga telah berpengalaman dalam pemerintahan sehingga tahu persis apa yang harus dikerjakan. Waktu-waktu mendatang adalah saatnya bagi rakyat Prancis menunggu Sarkozy mewujudkan janjinya membawa Prancis menjadi lebih baik. (Ferizal Ramli)
