Sebenarnya perseteruan antara Teh Sofia dan Kang Jaya Santika, tidak perlu 
terjadi , apabila masing masing pihak bisa bersikap lebih arif dan empati. Saya 
sendiri, bisa memaklumi kondisi dan sikap dari Teh Sofia, yg kelihatannya 
sangat idealis dengan apa yg dilihatnya dan dirasakannya terhadap kondisi 
"Banten", karena  apa yg dilihat tidak sesuai dengan apa yg diharapkan. Saran 
saya, sikap tsb , boleh saja dan sah sah saja, karena Teh Sofia memiliki skill 
dan ketrampilan untuk itu. Sempat juga dikomentari oleh Kang Ucu Jauhar, dengan 
gaya bahasa yg menurut saya agak sedikit vulgar - tapi saya tetap memakluminya, 
karena baik baik Teh Sofi  maupun Kang Ucu Jauhar, sama sama masih muda belia , 
kalau istilah  saya dulu  teh.. "hajar bleh"..atau tonjok dulu,urusan 
belakangan... biasa anak muda....dan menurut kebiasaan dulu waktu kita belajar 
silat, kalau baru bisa satu jurus, biasanya kita agak sok dan belagu.. 
petantang petenteng, persis kayak ayam jago baru keluar tajinya... Tapi Kang 
Jaya Santika dalam situasi ini , berusaha menengahinya, dengan coba memberi 
sedikit pembelajaran kepada Teh Sofi. bahwa di atas langit ada  langit  ... 
kalau suka baca cerita silat Kho Ping Hoo, mungkin bisa mafhum...Namun sangat 
disayangkan, kalau gara gara saling koreksi dan kritik di antara kita berakhir 
dengan kontra produktif (meminjam istilah SBY dan Amien Rais). yg buntutnya, 
artikel yg dikutip Teh Sofi, jadi dihapus. Apa tidak sebaiknya , artikel 
tersebut bisa tetap dimunculkan, ... lumayan kan masih ada sedikit informasi yg 
dikemas  dengan gaya yg berbeda.. hanya saja dengan mencantumkan nara 
sumbernya. Silakan Teh Sofia ambil materi tentang  per "Banten" an dari 
manapun, saya salut dengan usaha anda, tapi alangkah indahnya kalau sumbernya 
juga dicantumkan. Semoga saja kejadian ini kita bisa ambil hikmahnya
Terima kasih
Wassalam
DRH
  ----- Original Message ----- 
  From: Risyaf Ristiawan 


  Wah eta Jang Holis meni serius amat euy. Ya memplagiat hasil karya cipta 
orang lain itu gak bener, gak baik dan nurus tunjung. Apalagi yang diplagiatnya 
hasil karya ilmiah yang bisa menggegegerkan dunia persepakbolaan. Misal hasil 
kajian dan penelitian Dr. Petot  Omong Doang mengenai "BOTOK PEDA DAPAT 
MENANGGULANGI PENYAKIT FLU BURUNG". Tiba-tiba salah satu industri perbotokan 
ntah dapat bocoran darimana mengembangkan hasil disertasi Dr. petot tersebut, 
tentu saja Dr. Petot selaku orang yang pertama kali menemukan konsep tersebut 
akan langsung marah, bahkan mungkin minta bantuan Kontras (Komisi untuk orang 
hilang & tindakan kekerasan). Kurang ajar, saya yang capai, dia yang 
enak-enakan.

  He..he..kalau mengadukan masalah plagiat ini ngadunya ke mana sih ?
   
  ----- Original Message ----
  From: yosep holis <[EMAIL PROTECTED]>


  halo semua

  Setuju dengan kang Bonnie, dengan alasan apapun dan dengan media apapun 
plagialism itu ga diperbolehkan (tidak boleh ada sifat permisif untuk itu), 
apalagi kalo dikaitkan dengan terbitnya regulasi perlindungan hak intelektual 
di Indonesia. So, semangat perlindungan hak cipta dan hak intelektual itu sudah 
bagus untuk pengkondisian, dan itu seharusnya sudah menjadi concern kita juga, 
termasuk di bidang tulis menulis. Mulitplier effect dari ini salah satunya kita 
akan selalu berusaha untuk kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pandangan 
dan gagasan or modify gagasan orang, sehingga kita tidak terjebak dengan 
mentalitas instant dan product oriented instead of process oriented. 
Plagialism, memang jauh dari substansi, adalah mentalitas mundur suatu bangsa, 
dimana dalam era globalisasi (dengan jargonya think globally-act locally) kita 
mesti mengedepankan dan memberdayakan asset, pemikiran dan kapabilitas yang 
kita miliki sebagai modal or comparative advantage dalam persaingan dengan 
daerah or negara lain jadi sangat penting sekali pemikiran kreatif dan 
innovatif ini buat kemajuan daerah tercinta ini yang tertinggal jauh ama daerah 
lain......halah ngomong naon ieu teh. 

  Tapi mudah2an apa yang telah dilakukan teh sofie dengan mengqoute or mengcopy 
tulisan kang Bonnie dan Kang Jaya Santika semata-mata untuk  kebaikan dan 
memperkenalkan banten juga. Dan saya yakin, baik Kang Bonnie or Kang Jaya  
Santika pasti memaafkan kehilafan  ini, Allah aja yang menciptakan kita maha 
pemaaf, apalagi manusia. Jadi sangat sombong kalo seorang manusia tidak 
memaafkan kehilafan saudaranya. Kalo kata abah saya mah, kita teh mesti belajar 
memaklumi kelemahan/kesalahan orang dan di sisi lain menghargai kelebihan/karya 
orang lain, meski sulit diamalkan... ..mangga ah....peace deh!!

  yang lagi kangen ama Banten dan sedang belajar berpikir positif
  Ocek


  ----- Original Message ----
  From: Boni Triyana <boni_triyana@ yahoo.com>

  Kawan-kawan,

  Soal plagiasi memang selalu saja muncul dalam dunia tulis menulis. Dulu 
tulisan saya juga pernah dicontek oleh seorang penulis dan kemudian tulisannya 
malahan dimuat oleh sebuah surat kabar nasional yang paling besar di Indonesia 
(mungki Mas Samsul ingat soal ini).

  Tapi kemudian si penulis berkorespondensi dengan saya dan saya urung 
melanjutkan "ribut-ribut" dengannya. Tadinya saya mau mengirimkan copian 
tulisan saya di Fajar Banten ke redaksi koran yang memuat tulisan si penulis 
yang memplagiasi itu. Namun saya batalkan.

  Adalah penting untuk mencantumkan sumber di dalam penulisan. Kalo tidak mau 
disebut sebagai penjiplak. Memang media di mana Sofia menulis hanyalah blog. 
Namun demikian blog itu kan disiarkan umum, jadi penting untuk menyebut sumber 
tulisannya.

  Ini pelajaran berharga untuk Anda, dan kita semua tentunya. 

  Tabik,

  Bonnie Triyana

  Ferizal Ramli <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

    Saya dapat memahami "kesalahan" ini. Penulisan di Blog itu mempunyai
    karakteristik berbeda dengan penulisan karya ilmiah di Jurnal ilmiah.
    Akibatnya, seringkali kita kurang "aware", terlupa tanpa sadar untuk
    menguntip sumber data kita. 

    Saya pribadi berpendapat "kekeliruan" yang dilakukan Teteh Sofia bukan
    kesengajaan. Toh yang dikutip teteh Sofia bukanlah suatu penemuan,
    atau suatu kajian penelitian ilmiah. Itu cuma opini biasa. 

    Saya juga yakin Kang Boni dan Kang Jaya pasti juga akan memahami
    persoalan ini. Dengan jam terbang, reputasi dan dedikasi Kang Boni
    (Redaktur Surat Kabar Nasional) dan Kang Jaya, pasti akan sangat mudah
    dapat memaklumi kejadian ini. 

    Perlu dicatat juga proses complain dan klarifikasi di milis Wong
    Banten cukup baik. Kita bisa belajar banyak dari kasus ini...

    Selamat menulis...

    Salam,
    FR

    --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, wong banten <warga_banten@ ...> wrote:
    >
    > Saya akan mengkarifikasi tentang tulisan di BLOG yang memang copy
    paste secara mentah-mentah dari [EMAIL PROTECTED] ups.com 
    > Tulisan dari saudara "jaya_santika" <jaya_santika@ ...> 
    > 
    > Saya sudah kirim surat secara pribadi dan minta maaf dengan
    kekeliruan saya. Itu Kesalahan Saya TIDAK MINTA IJIN DENGAN SANG EMPU
    NYA. Dan Saya tidak bermaksud apa2 dengan ini semua. Hanya Spontan
    karena rasa kecewa kami dengan tidak adanya Informasi Potensi Banten.
    Padahal Potensi Banten sangatlah besar, seharusnya Event2 penting
    tersebut BANTEN tampil di depan.
    > 
    > Nama "jaya_santika" <jaya_santika@ ...> [EMAIL PROTECTED] ups.com 
    saya Garis Tengah (strike ) semata2 untuk memperjelas bahwa tulisan
    itu dari : saudarara "jaya_santika" <jaya_santika@ ...> di Group wong
    Banten.
    > 
    > Bukan Bermaksud Menghilangkan Nara Sumber.. Sekali Bukan Bermaksud
    Menghilangkan nara Sumber (karena waktu strike di KLIK akan langsung
    masuk ke Group WONG BANTEN.
    > 
    > Dan untuk saat ini Tulisan Sudah kami hapus dari Blog :
    http://wargabanten. wordpress. com 
    > 
    > Dan Untuk seluruh anggota Forum WongBanten, Mohon mengerti dan mau
    memahami kekeliruan kami ini.
    > 
    > Salam
    > 
    > Sofia A. Wulandari







Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
     using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin 
           accept no liability for any loss or damage arising
               from the use of this E-Mail or attachments.

Kirim email ke