Dua Balita Warga Pandeglang, hari ini meninggal karena kurang pangan. 
Mari kita membacakan Al Fatihah untuk adik kita ini. 

Semoga tidak ada lagi adik-adik lain yang meninggal karena kelaparan, 
semoga nurani kita tetap terjaga. 

Semoga hati kita masih tersentuh dan merasa bersalah, karena kita 
mampu tidur nyenyak dengan perut kenyang, sementara seribu lima 
ratus  Balita lain  di tempat kita kelaparan. 

Semoga para pemimpin tersadarkan, bahwa kematian Sunadi dan Subhi ini 
akan ditanyakan kelak... karena kecukupan pangan mereka merupakan 
kewajibannya...


Wassalam



Machsus Thamrin





Dua Balita Penderita Gizi Buruk Meninggal
Jum'at, 15 Juni 2007 | 14:42 WIB 

TEMPO Interaktif, Pandeglang:Dua balita penyandang gizi buruk 
meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Pandeglang, Jumat 
(15/6) dini hari. Keduanya, yakni Sunadi, 9 bulan, warga Desa Sodong, 
Kecamatan Saketi dan Subhi, 1 tahun, warga Desa Tanagar, Kecamatan 
Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

"Keduanya sempat dirawat selama dua hari," kata Direktur Rumah Sakit 
Umum Kabupaten Pandeglang, Gatot Supriyadi. Dia mengatakan dua korban 
tersebut menderita gizi buruk sejak lahir.

Menurut Gatot, kedua korban tiga bulan lalu sempat dirawat di rumah 
sakit, tetapi dibawa pulang kerena kondisi bayi tersebut perlahan-
lahan membaik. Setelah berada di rumah, kondisi bayi itu kembali 
memburuk.

Saat tiba di rumah sakit kondisi kedua penderita gizi buruk itu sudah 
kritis. Keduanya memiliki berat badan di bawah normal untuk seusia 
mereka. Sunadi hanya memiliki berat 4,4 kilogram, sedangkan Subhi 
memiliki berat badan 6 kilogram. "Badan kedua balita itu sangat 
kurus." kata Gatot. Akhirnya tim medis tidak mampu menolongnya.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Wadudi Nurhasan mengatakan Dinas 
Kesehatan harus serius menangani masalah gizi buruk karena masih 
banyak warga Pandeglang yang kurang mampu. Yang tak kalah penting 
lagi, kata dia, Dinas Kesehatan harus memberikan penyuluhan kepada 
warga tentang tatalaksana pengasuhan anak sejak dini.

"Tak ada alasan bagi Dinas Kesehatan untuk tidak melakukan penanganan 
masalah gizi buruk, karena jumlah penderita gizi buruk di Pandeglang 
cukup banyak," ujarnya. Saat ini, kata dia, di Pandeglang terdapat 
1.500 anak penderita gizi buruk.

Faidil Akbar 



Kirim email ke