Saya pernah ke Desa Bungkerut arah mau ke cikotok, disana ada tempat
peninggalan Bung Karno pada jaman dulu. Sampai sekarang masih ada kuncennya
yang menjaga. Konon masih ada kabinet mentrinya juga yang dulu diangkat oleh
Bung Karno.Pengurus tempat tersebut setiap 5 tahun sekali selalu ada
pergantian, layaknya seperti kabinet nyata. Menurut penuturan penduduk
setempat disitu banyak di kunjung orang asing. Kalu (Bungkerut) Artinya :
Tempat Harta Karun Bung Karno.
Hayoo....temen-2 milis Wong Banten. Siapa yang mau berburu silakan kesana,
tapi katanya menurut mistik kalu niatnya tidak bagus tidak bisa pulang
lagi........
He...hee..8*
Salam,
Hilman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kang Sap,
Jadi inget BOJONG, mereka sampai berjibaku utk menolak pendirian TPA di
daerah mereka waktu itu
.
Kalau bisa diilustrasikan ke ibarat pedang bermata dua, di satu sisi utk
menambah PAD dan lapangana kerja utk daerah sekitar (nu penting ulah dibikeun
ka batur / ka urang jauh SDM-na).
Di sisi lain, dalam jangka panjang bukan tidak mungkin akan timbul masalah
lain misal pencemaran lingkungan (termasuk udara), bau runtah
, mudah2an tdk
seperti yg sudah terjadi di Bantar Gebang
Wassalam.
Hilman.
---------------------------------
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of SP
Saprudin
Sent: Monday, June 25, 2007 12:28 PM
To: [email protected]
Subject: Hal: [WongBanten] KAB. LEBAK - BANTEN SELATAN : KAYA POTENSI, MINIM
SARANA
Harap maklum Pak Hilman, harap maklum jika di Kab.
Lebak akan dibangun TPA lemparan sampah dari Jakarta. Kabarnya sih demi untuk
menambah PAD, sebab selama ini Kab. Lebak minim sekali dalam hal PAD. Jadi
katanya solusi untuk menambah PAD, maka Pemda Lebak menawarkan lokasi TPA
Sampah dari DKI di daerah Kecamatan Maja. Entah berapa milyar nilai investasi
sampah ini, gak tahu.
SP Saprudin
----- Pesan Asli ----
Dari: Hilman <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 25 Juni, 2007 12:01:07
Topik: RE: [WongBanten] KAB. LEBAK - BANTEN SELATAN : KAYA POTENSI, MINIM
SARANA
Assalamualaikum
Minim sarana
..(info berita di bawah)..
Beberapa waktu lalu sempat dapat informasi bahwa di kabupaten Lebak kelak
akan dibangun TPA utk pempungan sampah dari Jakarta, benarkah ?
Nah
..mungkin dinatara Akang & Teteh ada yg tahu di daerah bagian mana
lokasi tsb akan dibangun
.lalu atas pertimbangan apa ya sehingga Lebak
terpilih jadi penampung runtah.
bararau atuh nanti Lebak teh
.
Salam
Hilman.
---------------------------------
From: [EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto:WongBanten@ yahoogroups. com] On
Behalf Of SP Saprudin
Sent: Monday, June 25, 2007 11:41 AM
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Subject: [WongBanten] KAB. LEBAK - BANTEN SELATAN : KAYA POTENSI, MINIM
SARANA
Kaya Potensi, Minim Sarana
Anita Yossihara
Provinsi Banten di kawasan selatan, termasuk di dalamnya Lebak bagian
selatan, selalu diidentikkan dengan sejarah penindasan dan ketertinggalan.
Padahal daerah-daerah di selatan itu kaya hasil bumi, yang siap diolah untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Potensi pertambangan di Lebak selatan sudah terkenal sejak zaman
penjajahan Belanda. Penelitian mengenai isi bumi daerah Lebak selatan pertama
kali dilakukan oleh WF Oppenoort tahun 1924.
Atas dasar penelitian itu, Pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun
perusahaan NV Mynbauw Maatchappij Zuid Bantam (NV MMZB) di daerah Cikotok pada
tahun 1936. Sejak saat itulah bahan tambang berupa emas di daerah Lebak
selatan mulai dieksplorasi.
Usaha tambang emas diambil alih Jepang, menyusul kekalahan Belanda atas
Jepang pada tahun 1942. Kali ini, eksplorasi emas dilakukan perusahaan Mitsi
Kosha Kabushikikaisha, yang ditunjuk pemerintah pendudukan Jepang.
Eksplorasi bahan tambang tidak lagi sebatas emas, tetapi juga batu bara.
Jepang mempekerjakan ribuan penduduk dari luar daerah untuk bekerja paksa,
sebagai penambang emas dan batu bara, sekaligus membangun sarana penunjang
usaha pertambangan seperti rel kereta api.
Sisa-sisa penambangan emas dan batu bara di sejumlah daerah di Lebak
selatan masih terlihat setelah hampir 62 tahun Indonesia merdeka. Saat ini,
eksplorasi emas di daerah Cikotok dilanjutkan oleh PT Aneka Tambang. Selain
itu, di sekitar Cikotok juga ditemukan puluhan usaha pertambangan rakyat.
Berdasarkan data dari Dinas Pertambangan Kabupaten Lebak, potensi bahan
galian emas dan perak terdapat di Kecamatan Bayah, Panggarangan, Cibeber,
Cipanas, dan Kecamatan Muncang. Luas lahan yang mengandung bahan emas dan
perak di lima kecamatan itu diperkirakan 2.000 hektar.
Tumpukan-tumpukan batu bara juga mudah dijumpai di sepanjang jalan negara
antara Malingping dan Bayah. Berbeda dengan emas, saat ini batu bara hanya
ditambang warga setempat. Dinas pertambangan mencatat, potensi batu bara yang
diperkirakan mencapai 13,379 juta ton dapat ditemukan di Kecamatan
Panggarangan, Bayah, dan Bojongmanik.
Selain emas dan batu bara, terdapat 14 bahan tambang lain yang ditemukan
di Lebak selatan, di antaranya bentonit (bahan pengecor logam), tanah lempung
(untuk pembuatan genteng, gerabah dan bahan baku semen), kaolin (bahan baku
keramik), batu belah, pasir batu, fosfat sebagai bahan baku pupuk, dan
sebagainya.
Perikanan dan pariwisata
Bahan tambang bukanlah satu-satunya potensi alam yang ada di daerah Lebak
selatan. Potensi lain yang bisa dimanfaatkan secara optimal adalah potensi
perikanan laut. Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lebak,
potensi perikanan pantai mencapai 3.712,4 ton per tahun. Sementara potensi
ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 6.844 ton per tahun.
Namun dari potensi itu, baru 15,37 persen yang bisa dimanfaatkan atau
570-1.051 ton per tahun. Komoditas unggulan dari perikanan pantai selatan
seperti ikan layang, tongkol, cakalang, pari, kakap, dan tuna.
Selain perikanan, kawasan pantai di Lebak selatan bisa dimanfaatkan
sebagai tempat wisata. Garis pantai sepanjang 70 kilometer, dari Kecamatan
Malingping, Wanasalam, Panggarangan, hingga Bayah, memiliki pesona yang bisa
dimanfaatkan sebagai kawasan wisata.
Hasil pertanian dan perkebunan juga merupakan kekayaan alam lain yang bisa
ditemukan di wilayah selatan Banten itu. Selain padi, daerah ini adalah
penghasil getah karet, kelapa sawit, kelapa, cengkeh, pohon aren, dan
sebagainya.
Sarana terbatas
Dalam dokumen rencana strategis (renstra) Kabupaten Lebak disebutkan,
daerah selatan memiliki potensi tambang, wisata, dan agrobisnis. Atas dasar
itulah, daerah selatan akan dikembangkan menjadi pusat pertambangan dan juga
wisata.
"Untuk pertambangan, tahun ini kami akan berkonsentrasi penuh pada
pembangunan pabrik semen di daerah Bayah. Perizinan sudah selesai, tinggal
menunggu pengesahan amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dari
pemerintah provinsi," ujar Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Lebak Robert Chandra.
Sementara untuk batu bara belum ada rencana investasi skala menengah ke
atas. Saat ini penggalian batu bara oleh rakyat lebih menguntungkan.
Serupa dengan batu bara, industri wisata di Lebak selatan juga belum bisa
mengundang investasi skala menengah ke atas. Hal itu disebabkan masih minimnya
infrastruktur penunjang investasi wisata, terutama jalan dan penyediaan air
bersih.
Potensi pertanian dan perkebunan pun belum tergarap optimal, seperti
kelapa dan duku.
http://www.kompas. com/kompas- cetak/0706/ 18/metro/ 3617542.htm
SP Saprudin
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
This message (including any attachments) is only for the use of the
person(s) for whom it is intended. It may contain Mattel confidential,
proprietary and/or trade secret information. If you are not the intended
recipient, you should not copy, distribute or use this information for any
purpose, and you should delete this message and inform the sender immediately.
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap
spam.
http://id.mail.yahoo.com/
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!