----- Pesan Asli ----
Dari: Risyaf Ristiawan <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 25 Juli, 2007 10:39:04
Topik: Re: [WongBanten] pernyataan sikap sastrawan ode kampung
Akh iseng mau cuap-cuap. Saya bukan mau menjawab sebuah pertanyaan Pak Pedje.
Karena pertanyaan Pak Pedje ditujukan kepada para sastrawan yang membuat
pernyataan sikap.
Pertanyaan Pak Pedje mengenai apa sih ke-Indonesiaan itu? Kalau menurut saya
(jika salah jangan diketawain) ke-Indonesiaan itu adalah identitas, jati diri
asal.
Untuk lebih bermkana atas pertanyaan itu, maka kita menengok latar belakang
Indonesia yang terdiri dari beribu pulau yang didiami oleh beragam bahasa,
etnik, ras dan menjadi satu negara karena ada kesamaan sejarah masa lalu.
Budi Utomo 1918 - Suwardi Suryadiningrat :
Het is de liefde voor ons aller vereenigd vaderland, dat nu nog Nederlandsch-
Indie heet. Het Indisch nationalisme is het wachtwoord in onze broederschap.
Schouder aan schouder staan de Sumatranen, de Minahassers, de Amboineezen, de
Javanen en alle andere overheerschte groepen van Indonesie, bereid en gereed
tot den strijd voor ons gemeenschappelijk welzijn, voor ons allen ideaal
(Adalah rasa cinta akan tanahair bersatu kita semua, yang sementara masih
bernama Hindia Belanda. Nasionalisme Hindiawi adalah semboyannya dalam
persaudaraan kita. Bahu-membahu berdirilah orang Sumatra, orang Minahasa, orang
Ambon, orang Jawa dan semua golongan-golongan Indonesia lainnya yang terjajah
itu siap sedialah untuk memperjuangkan keselamatan kita bersama, demi idam-idam
kita semua.)
... Indischen staat, waartoe zullen behooren allen, die het Indische
geboorteland als hun vaderland erkennen en al de vreemdelingen, die zich als
Indonesiers zullen laten naturaliseeren. "
(... negara Hindiawi, dimana akan termasuk semua orang yang mengaku tanah
kelahiran Hindiawi ini sebagai tanahairnya, dan semua orang asing yang rela
untuk dinaturalisasi sebagai orang Indonesia)
Hingga pada Kongres Pemuda yang Kedua pada tahun 1928, wakil-wakil
organisasi-organisa si pemuda dari seluruh Indonesia (termasuk wakil-wakil Jong
Ambon) menghasilkan resolusi bersuara aklamasi yang dikenal dalam sejarah
Indonesia dengan nama "Sumpah Pemuda". Artinya, anak-anak negeri pemuda dari
seluruh "Nederlandsch- Indie" yang waktu itu sudah berorganisasi, tak pandang
asal sukubangsa (ras, etnik) atau peranakan.
Jadi singkatnya ke-Indonesiaan itu adalah menimbulkan/ memunculkan jati diri
bangsa (nasionalisme) .
Untuk pertanyaan Pak Pedje selanjutnya yaitu "moralitas apa yang menjadi pilar
utama ke-Indonesiaan itu?
Saya katakn kembali, untuk lebih bermakna dari pertanyaan itu, marilah kita
buka dulu kamus tentang moralitas.
Istilah moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk singular kata moral yaitu mos
sedangkan bentuk flural yaitu mores yang masing2 mempunyai arti yang sama yaitu
kebiasaan, adat. Jadi rumusan kata moral adalah nilai-nilai dan norma-norma
yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok / komunitas dalam
mengatur tingkah lakunya.
Moralitas mempunyai arti yang pada dasaranya sama dengan moral. Berbicara
tentan moralitas suatu perbuatan artinya adalah baik buruknya suatu perbuatan.
moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan azas dan nilai yang berkenaan
dengan baik dan buruk.
Jadi bila kita mengatakan perbuatan KORUPSI itu tidak bermoral, maka kita
menganggap perbuatan KORUPTOR itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma etis
yang berlaku dalam negara (masyarakat) .
Atau bila kita mengatakan bahwa pemerkosa itu bermoral bejat, artinya orang tsb
berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang tidak baik.
Jadi moralitas apa yang menjadi pilar utama ke-Indonesia yaitu adalah
menjunjung tinggi seluruh azas, nilai-nilai dan norma-norma etis yang berlaku
di Indonesia.
Itu aja deh Pak Pedje.....maklum lah sayah mah Wong Ndeso, urang kampung bau
lisung, jadi wajar mun salah mah.
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/