terima kasih nih untuk infonya...menyedihkan sekali dengar kisah ini. Saya 
sangat simpati pada Tan Malaka dengan segala idealisme dan perjuangannya. Ikut 
gak sabar juga nih untuk segera bisa menikmati cerita ini dalam bahasa 
Indonesia.
   
  Yusuf M

halim hd <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          dear boontjes,
aku pernah dengar dari teman tentang kuburan tan
malaka. kata mereka, makam tan malaka ada di bekonang,
sebelah timur solo, dan tan malaka di bunuh oleh anak
buah juanda. gak tahu mana yang bener.
semoga saja tejemahan ke dalam bahasa indonesia bisa
lebih cepat. tengkyu buat infonya.
hhd.
--- Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Harry A Poeze:
> Tan Malaka Ditembak Anak Buah Soekotjo
> 
> Jakarta| Jurnal Nasional, Rabu, 25 Juli 2007
> 
> Harry A. Poeze mengungkapkan teori kematian Tan
> Malaka dalam kunjungannya ke Jurnal Nasional, Selasa
> (24/7) lalu. Ia menguak dengan gamblang peristiwa
> pembunuhan yang hingga kini masih samar.
> 
> Awal tahun 1949, markas Tan Malaka di Pace, Jawa
> Timur disergap oleh tentara. Namun karena ada
> serangan Belanda dari utara, pasukan TNI ditarik
> untuk menghalau Belanda. Maka Tan Malaka terbebas
> dari sergapan tentara bersama pengikutnya.
> 
> Tokoh kontroversial ini bersama pengikutnya
> melarikan diri ke selatan Jawa Timur. Dalam
> perjalanan, mereka ditembaki. Kemudian rombongan
> Tan Malaka terpecah belah menjadi empat bagian. Tan
> Malaka dan empat orang pengikutnya pergi ke Tulung
> Agung, mereka mengharapkan masih ada batalyon
> tentara di sana yang masih bersimpati pada Tan
> Malaka.
> 
> Untuk menuju Tulung Agung mereka harus melewati
> lereng Gunung Wilis yang masih berupa hutan rimba.
> Setelah dua hari berjalan, mereka disergap di suatu
> desa kecil bernama Selopanggung. Penyergapnya sebuah
> satuan kecil yang terdiri dari lima orang.
> Pemimpinnya hanya seorang berpangkat letnan dua.
> 
> Si letnan dua kemudian memerintahkan bawahannya
> untuk menembak mati Tan Malaka. Pada hari itu, 21
> Februari 1949, Tan Malaka gugur. Jasadnya dikubur di
> hutan dalam sebuah desa bernama Selopanggung. Kini,
> daerah ini telah menjadi area persawahan. Bahkan ada
> perumahan juga dekat peristirahatan terakhirnya yang
> hilang.
> 
> Poeze menulis buku berjudul "Verguisd en Vergeten,
> Tan Malaka, de linkse beweging en de Indonesiche
> Revolutie, 1945 - 1949" (Dihujat dan Dilupakan, Tan
> Malaka Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia 1945 -
> 1949).
> 
> "Saya yakin 99 persen bahwa versi ini adalah benar,"
> katanya dalam bahasa Indonesia. Menurutnya, ia telah
> berkeliling ke empat benua untuk mengumpulkan data
> dalam buku ini. Sejumlah tokoh partai Murba seperti
> Bambang Singgih telah diwawancarainya. Ia juga
> mewawancarai dua orang pengikut Tan Malaka yang
> mengantarnya hingga menjemput ajal.
> 
> Lalu siapakah Letnan Dua yang memerintahkan
> penembakan itu? Menurut Poeze, ia adalah Letnan Dua
> Soekotjo. Pangkat terakhirnya sebelum pensiun dari
> keanggotaan TNI adalah Brigadir Jenderal. Soekotjo
> pernah menjabat sebagai Walikota Surabaya. Ia
> meninggal dunia pada tahun 1980-an.
> 
> Namun sayang, buku yang akan diluncurkan pada 30
> Juli mendatang ini masih ditulis dalam bahasa
> Belanda. Bagi yang tidak bisa berbahasa Belanda,
> harus menunggu hingga dua tahun lagi untuk
> membacanya dalam bahasa Indonesia.
> 
> 
> 
> Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 

__________________________________________________________
Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the 
tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting 


         

       
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books? 
Check out fitting  gifts for grads at Yahoo! Search.

Kirim email ke