Dikutip tina Kompas ....
Paling menarik bagian akhir...
NAGARA LIEUR
?????????????
Sabtu, 01 September 2007
Honor Panitia Pengadaan Barang Diusulkan Rp 50 Juta
Jakarta, Kompas - Honor untuk panitia pengadaan barang dan jasa yang bernilai
di atas Rp 500 miliar diusulkan sebesar Rp 50 juta per paket kegiatan karena
risiko yang dihadapinya tergolong tinggi. Honor mereka saat ini sangat tidak
memadai dibandingkan risiko dan beban tanggung jawab yang harus ditanggung.
Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas) Agus Rahardjo mengungkapkan hal tersebut saat
berbicara dalam Diskusi Publik Forum Wartawan Keuangan dan Moneter di Ruang
Loka Sawala, Departemen Keuangan, Jakarta, Jumat (31/8).
Menurut Agus, kenaikan honor menjadi Rp 50 juta hanya 0,01 persen terhadap
nilai proyek yang mencapai Rp 500 miliar itu sehingga tidak terlalu besar jika
dibandingkan dengan jumlah uang yang harus mereka tangani. "Kenaikan honor itu
sangat penting untuk menjaga dedikasi dan integritas para anggota panitia
pengadaan barang dan jasa itu," kata Agus.
Standar Biaya Tahun Anggaran 2008 yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 81/PMK.02/2007 disebutkan bahwa ada tiga kelompok panitia pengadaan
barang dan jasa, yakni panitia pengadaan barang dan jasa konstruksi, panitia
pengadaan barang non-konstruksi, dan panitia pengadaan jasa non-konstruksi.
Setiap kegiatan pengadaan barang dibatasi maksimal 7 orang anggota panitia.
Pagu honor bagi panitia pengadaan barang dan jasa konstruksi pada proyek
senilai di atas Rp 500 miliar mencapai Rp 1,8 juta hingga Rp 2,25 juta per
kegiatan. Pagu honor bagi panitia pengadaan barang non-konstruksi di atas Rp
500 miliar adalah Rp 1,35 juta hingga Rp 1,69 juta per kegiatan. Sementara,
pagu honor bagi panitia pengadaan jasa non-konstruksi di atas Rp 500 miliar
mencapai Rp 1,2 juta hingga Rp 1,69 juta per kegiatan.
Agus mengatakan, pihaknya sudah memasukkan usulan tersebut ke Departemen
Keuangan dengan harapan dimasukkan dalam perhitungan Rancangan APBN (RAPBN)
2008. Namun, usulan itu terlambat sehingga tidak berhasil dimasukkan dalam
anggaran tahun 2008.
"Kami berharap akan ada perbaikan kesejahteraan secepatnya. Kami harap dalam
pembahasan tahun 2008, yakni pembahasan untuk APBN 2009, usulan ini bisa
dipertimbangkan," katanya.
Anggaran belanja barang dalam RAPBN 2008 ditetapkan Rp 52,397 triliun atau
turun Rp 10,127 triliun dibandingkan APBN Perubahan 2007.
Anggaran belanja barang dibagi atas empat kelompok pos, yakni anggaran belanja
barang Rp 31,41 triliun, belanja jasa Rp 11,596 triliun, belanja pemeliharaan
Rp 4,56 triliun, dan perjalanan Rp 4,827 triliun.
Bukan jaminan
Pengamat kebijakan publik Econit Hendri Saparini heran dengan pendekatan
pemerintah dalam mengukur kinerja pegawainya. Pemerintah selalu menggunakan
remunerasi untuk mendongkrak kinerja pegawainya. Padahal, kenaikan remunerasi
itu tidak menjamin perubahan kinerja aparat menjadi lebih baik.
"Orang tahu kinerja pemerintah itu masih buruk, terlihat dari target pajak yang
tidak tercapai dan realisasi anggaran yang rendah. Pendekatan ini hanya akan
melukai rakyat karena tidak disertai adanya jaminan perbaikan kinerja.
Perbaikan kinerja bisa dengan memberikan penghargaan berdasarkan hasil kerja,
bukan pada besarnya anggaran belanja," katanya.
Agus mengatakan, departemen dan lembaga yang mengusulkan anggaran pengadaan
barang secara benar dan mengacu pada harga di bawah harga pasar tidak sampai 50
persen dari seluruh satuan kerja yang saat ini mencapai 19.000 unit. Sebagian
besar satuan kerja masih mengusulkan anggaran barang yang jauh lebih tinggi
dari harga pasar.
"Saya beri contoh di Bappenas, masih ada 40 persen pemakai anggaran yang
mengusulkan anggaran pembelian kertas senilai Rp 40.000 per rim, padahal di
Gramedia hanya Rp 25.000 per rim, bahkan bisa Rp 22.500 per rim jika dibeli di
Makro," katanya. (OIN)
____________________________________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7