MESKIPUN HARGA DIRI BANGSA SERING DIRENDAHKAN
FRONT NASIONAL HIMBAU JANGAN ADA SWEEPING

Setelah maraknya aksi solideritas yang membangkitkan kemarahan rakyat Indonesia 
di seluruh tanah air. yang menginginkan pemerintah malaysia meminta maaf secara 
resmi kepada seluruh rakyat Indonesia, karena telah sering melukai dan 
merendahkan harga diri bangsa Indonesia yang bermartabat.

Telah membuat kader-kader bangsa bereaksi dan angkat bicara, diantaranya 
Sekjend Front Nasional Pembela Penyelamat NKRI (FNPPNKRI) Dewa Sukma Kelana, 
SH. menurutnya, reaksi spontanitas dengan kemarahan yang telah dilakukan rakyat 
Indonesia yang cinta NKRI. dengan telah melakukan sweeping terhadap seluruh 
warga Jiran yang ada di INdonesia, bahkan mengajak untuk mengganyang dan 
melakukan konfrontasi serta meminta pemerintah Indonesia memutus hubungan 
diplomatik terhadap Malaysia merupakan aksi yang wajar.

Mengingat malaysia sudah sangat sering menyakiti bangsa Indonesia mulai dari 
kasus Era pemerintahan Presiden Soekarno 1963, kasus perebutan perbatasan pulau 
sipadan-ligitan tahun 2002 di Kalimanatan, Penganiayaan TKI Ceriyati dan 
Nirmala Bonat serta deportasi TKI yang kurang manusiawi dan terakhir pemukulan 
semena-mena ketua wasit Karate Indonesia tanpa alasan oleh 4 oknum polisi 
Malysia. terlihat jelas tidak ada keseriusan pemerintah Negeri Jiran untuk 
melindungi warga Indonesia di Malaysia.

padahal kalau kita melihat sejarah Malaysia adalah negara yang serumpun dengan 
Indonesia dan banyak belajar dari Indonesia dengan pengiriman guru-guru 
Indonesia kenegeri Jiran, tapi apakah ini balasanya.

Namun demikian Menurut Dewa, yang juga tidak ingin martabat NKRI di Injak-injak 
oleh bangsa lain, tetap mendukung maraknya aksi-aksi frontal yang ditujukan 
untuk pemerintah Malaysia. Bila perlu Front Nasional siap menerjunkan puluhan 
ribu anggotanya diseluruh tanah air untuk sama-sama mengganyang Malaysia. jika 
pemerintah Malaysia tidak serius menanggapinya dan menganggap ini hal yang 
sepele.

khusus kasus pemukulan wasit karate, meskipun perdana menetri malaysia Abdullah 
Badawi telah meminta maaf melalui via telepon dengan presiden SBY, tidak 
semata-mata rakyat indonesia lantas menerima permintaan maaf tersebut. kerena  
kami menginginkan pemerintah malaysia juga berkomitmen tidak mengulangi 
kesalahan yang serupa dan seharusnya juga permintaaan maaf tersebut disampaikan 
langsung kepada seluruh rakyat Indonesia, disertakan pemberian ganti rugi 
sebesar mungkin untuk korban penganiayaan sebelum luka kemarahan rakyat 
Indonesia semakin berkobar.

Diietmpat terpisah Tb. Bayus SK ketua Front Nasional Propinsi Banten  
mengatakan, bahwa oknum polisi tersebut perlu diajarkan budi pekerti dan harus 
ditindak tegas secara hukum dengan transparan dan terbuka disiarkan langsung di 
media Malaysia dan Indonesia. sehingga rakyat indonesiaa benar-benar 
mngtahuinya. perlu diaingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan 
bermartabat.bayu juga menghimbau kepada anggota FNPPNKRI yang tersebar di 
kab/kota jangan melakukan sweping atau bentuk provokasi ganyang malaysia karena 
kita bertetangga. bangsa indonesia adalah bangsa cerdas dan bersatu.

       
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 

Kirim email ke