Ruang besar untuk Imrovement adalah Clean government dan good governance, serta peran serta masyarakat kudu ikut sebagai pengawas (kontrol publik). Tapi permisifitas praktek KKN di berbagai lembaga, ada istilah corruption by needy dan corruption by gready. Selama praktek tsb masih saja berjalan, for improvement akan tersendat. Negara tetangga kemajuannya sudah mencapai 100 KM, negara kita baru satu jengka. persis jalan bekicot.
SP Saprudin ----- Pesan Asli ---- Dari: Fuad Hasyim <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Senin, 3 September, 2007 11:16:33 Topik: Hal: Hal: [WongBanten] INDONESIA NEGARA GAGAL? Pak Saprudin, Saya lihat laporan lengkapnya di Foreign Policy, Indonesia mengalami improvement kok by +4.8 point di banding tahun 2006. Kalau kita memang "setuju" dengan indikator2 dan survey method yg mereka pakai, berarti masih tersedia ruang besar for improvement bagi Indonesia untuk terus maju dan keluar dari daftar "The Failed States Index" itu. Siapa yang bisa melakukan improvement itu? Ya siapa lagi kalo bukan tugas kita2 dan anak2 cucu kita di masa depan. SaLAM ----- Pesan Asli ---- Dari: SP Saprudin <im_surya_1998@ yahoo.co. id> Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com Terkirim: Senin, 3 September, 2007 9:06:22 Topik: Hal: [WongBanten] INDONESIA NEGARA GAGAL? Pak Lawang, masa sih negara kita gagal? Oh pantesan orang Malaysia menyebut bangsa kita dengan sebutan "INDON". Tahukan sebutan INDON, menurut orang Malaysia INDON itu diibaratkan dengan GAJAH BENGKAK YANG DUNGU ALIAS IDIOT gak bisa ngurus badannya. SP Saprudin ----- Pesan Asli ---- Dari: Lawang bagja <lawang.bagja@ yahoo.com> Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com Terkirim: Sabtu, 1 September, 2007 12:43:50 Topik: [WongBanten] INDONESIA NEGARA GAGAL? INDONESIA NEGARA GAGAL? Siapa yang tidak gundah saat tahu bahwa Indonesia sudah ada dalam ‘red zone’ sebagai kategori negara gagal. Indonesia diisyaratkan sebagai negara yang gagal hasil dari riset lembaga The Fund For Peace yang dikutip majalah Foreign Policy edisi July 2007. Kegagalan itu disebabkan oleh salah pengelolaan dan hilangnya kesempatan. Dibanding negara jiran, Indonesia sudah jauh tertinggal. Eksploitasi besar-besaran kekayaan alam Indonesia sama sekali tidak menyisakan kesejahteraan bagi semua anak bangsa. Kemiskinan makin hari terus beranak-pinak. Para petani seperti sapi kurus yang tiap hari diperas tanpa mendapatkan jatah rumput semestinya. Para remaja dan pemuda kita tumbuh menjadi generasi instan yang sangat prematur. Yang ada dalam kepala mereka hidup enak, nyaman dan terkenal seperti program idol yang gandrung dipuja-puja lewat eksploitasi murahan. Yang menakutkan saat kita termasuk produsen NARKOBA dan pengguna NARKOBA yang BESAR di asia. Kegagalan makin tampak saat para pemimpin hidup terus bercakaran dalam konstelasi politik yang orientasinya hanya untuk keuntungan segelintir orang (partai dan pendukung setia). Siklus pemilu 5 tahunan dan pilkadal di setiap daerah menjadi proses PEMBUSUKAN atas nama DEMOKRASI. Tak peduli hidup makin miskin dan susah yang penting kita ‘dikagumi’ sebagai NEGARA yang DEMOKRASInya sudah maju. Lalu tujuan akhir itu semua apa? bukankah itu semua hanya alat bagaimana mengelola negara yang baik? jika demokrasi membawa sengsara dan terpuruk nasib bangsa, buat apa demokrasi?. KEGAGALAN Indonesia disebabkan juga karena kita menyia-nyiakan kesempatan. Kesempatan yang sebenarnya sudah datang menghampiri tidak kita manfaatkan sebenarnya. Dalam sejarah perpolitikan di Indonesia kita mengalami beberapa momen penting untuk berubah secara total. Pertama saat SOEKARNO dijatuhkan di era 1960 an. Pada saat itu Kita bisa merubah dan menata bangsa menjadi lebih baik. Saya hanya menyoroti proses itu sebagai transisi kepemimpinan yang bisa merubah atmosfer secara keseluruhan. Mungkin SOEHARTO ada benarnya saat mecanangkan program REPELITA. Namun sayangnya semua skenario tidak berjalan secara natural alias terlalu DIKONDISIKAN sesuai keinginan sutradara. REFORMASI adalah kesempatan anak bangsa merubah menjadi lebih baik namun kembali metah. REFORMASI yang dimotori oleh mahasiswa tidak diselesaikan secara tuntas. Padahal pada saat itu semua begitu takut tidak dibilang pro reformasi. Tentara saja harus bertekuk lutut dan sembunyi di barak-barak. GOLKAR yang sudah dianggap sebagai kekuatan rezim lama berhasil resisten dan menjadi IMUN. jika politikus PDIP dan kadernya siap menerima limpahan dukungan dan mempunyai ILMU serta NIAT BAIK pada perubahan anak bangsa mugkin PDIP bisa memberi perubahan yang lebih baik. Namun dalam PRAKTEKNYA banyak kader ‘jalanan’ yang mengisi kesempatan tersebut akhirnya tidak menjadi lebih baik karena mereka memang dari awal bukan siapa-siapa. Hanya bermodal emosi dan nafsu belaka. Kita masih ingat saat Laksmana Soekardi menjual murah aset-aset bangsa. Dahulu Soekarno berusaha menasionalisasi perusahaan asing ironisnya para Soekarnois malah menjual ke asing. Lebel asing memang menaikan harga diri dan membuat bangga daripada lebel nasional. Bukan karena kita tidak mempunyai kemampuan dalam mengelola tapi karena kita sudah dirusak oleh paham MATERIALISME. Jalan pintas atau potong kompas menjadi trend untuk meraup kekayaan melalui korupsi berjamaah. Kita pun akhirnya menjadi PERMISIF dan melihat itu sebagai keseharian dalam hidup kita. Nos problemos asal saya kecipratan. Bopeng yang menghias wajah kita lainnya adalah persekongkolan JAHAT antara para PEMILIK MODAL atau KAPITALIS dengan para PENGAMBIL KEPUTUSAN. Kejahatan mereka memakan korban yang tidak berbilang jumlahnya di pelosok tanah air. Mulai dari kelas teri sampai kelas kakap. Mereka adalah drakula penghisap darah rakyat yang tidak punya hati nurani memakan anggaran dan mengakali menjadi sebuah proyek seolah-olah atas nama rakyat dan untuk kepentingan rakyat. Contoh klasik adalah pembangunan jalan. Kenapa jalan-jalan di kita cepat RUSAK? karena jenis VAMPIR itu juga doyan MAKAN ASPAL!. Wajah kita semakin kusam saat antrean MINYAK TANAH yang seharusnya hanya terulang cukup sekali saat sebelum GESTAPU malah kembali terulang. Media global seluruh dunia menyiarkan, Inilah wajah kita saat ini. Mungkin mereka mencibir: “hari gene masih antri minyak tanah?!”. Katanya negara kaya?, mana?!. Sekolah dasar yang menjadi pilar pendidikan hampir merata kondisinya RUSAK PARAH! dan ambruk. Media televisi di Indonesia harus ikut bertanggung jawab atas peran mereka yang memberikan sumbangan KEBOBROKAN MORAL!. Tayangan dari program TV kita memang minim yang mendidik untuk menjadi lebih baik. Isyarat seks bebas dijual terang-terangan lewat sintron remaja dan program intertainment lainnya. Tidak aneh jika sekarang hampir 2 FILM PORNO LOKAL setiap hari dibuat. Bagi setiap insan Indonesia memang perlu meREVOLUSI cara hidup dan bagaimana untuk bertahan dalam hidup saat ini di tanah air. Semua kembali kepada keyakinan bahwa tidak ada yang tidak mungkin!. Semua menjadi mungkin saat kita mau berusaha KERAS. Tinggal darimana kita mulai bergerak dan bagaimana kita mengakhiri. Masih banyak jalan menuju Roma! Ayo bangkit! dan segeralah merevolusi hidupmu!. Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/
