Sabar, sabar hati.....sabar hati, hey coy kata ustad orang sabar disayang
Tuhan. Buat apa kita bereaksi berlebihan, ingat sodara kita yang TKW di
Malaysia puluhan ribu, gimana dong nasibnya kalau mereka dipulangkan lagi ke
Indonesia, apa pemerintah kita mau menyediakan lapangan pekerjaan jika para TKW
dipulangkan. Sabar saja, bangsa yang besar adalah bangsa yang penduduknya
memelihara kesabaran.
Kesabaran ada batasnya !! ya memang, jika Malaysia benar-benar sudah berak di
depan rumah kita, itu kan baru kentut doang, kehembus angin juga hilang.
----- Original Message ----
From: bayu sukma <bayu_banten@ yahoo.com>
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Sent: Sunday, September 2, 2007 11:24:19 PM
Subject: [WongBanten] MESKIPUN HARGA DIRI BANGSA SERING DIRENDAHKAN
MESKIPUN HARGA DIRI BANGSA SERING DIRENDAHKAN
FRONT NASIONAL HIMBAU JANGAN ADA SWEEPING
Setelah maraknya aksi solideritas yang membangkitkan kemarahan rakyat Indonesia
di seluruh tanah air. yang menginginkan pemerintah malaysia meminta maaf secara
resmi kepada seluruh rakyat Indonesia, karena telah sering melukai dan
merendahkan harga diri bangsa Indonesia yang bermartabat.
Telah membuat kader-kader bangsa bereaksi dan angkat bicara, diantaranya
Sekjend Front Nasional Pembela Penyelamat NKRI (FNPPNKRI) Dewa Sukma Kelana,
SH. menurutnya, reaksi spontanitas dengan kemarahan yang telah dilakukan rakyat
Indonesia yang cinta NKRI. dengan telah melakukan sweeping terhadap seluruh
warga Jiran yang ada di INdonesia, bahkan mengajak untuk mengganyang dan
melakukan konfrontasi serta meminta pemerintah Indonesia memutus hubungan
diplomatik terhadap Malaysia merupakan aksi yang wajar.
Mengingat malaysia sudah sangat sering menyakiti bangsa Indonesia mulai dari
kasus Era pemerintahan Presiden Soekarno 1963, kasus perebutan perbatasan pulau
sipadan-ligitan tahun 2002 di Kalimanatan, Penganiayaan TKI Ceriyati dan
Nirmala Bonat serta deportasi TKI yang kurang manusiawi dan terakhir pemukulan
semena-mena ketua wasit Karate Indonesia tanpa alasan oleh 4 oknum polisi
Malysia. terlihat jelas tidak ada keseriusan pemerintah Negeri Jiran untuk
melindungi warga Indonesia di Malaysia.
padahal kalau kita melihat sejarah Malaysia adalah negara yang serumpun dengan
Indonesia dan banyak belajar dari Indonesia dengan pengiriman guru-guru
Indonesia kenegeri Jiran, tapi apakah ini balasanya.
Namun demikian Menurut Dewa, yang juga tidak ingin martabat NKRI di Injak-injak
oleh bangsa lain, tetap mendukung maraknya aksi-aksi frontal yang ditujukan
untuk pemerintah Malaysia. Bila perlu Front Nasional siap menerjunkan puluhan
ribu anggotanya diseluruh tanah air untuk sama-sama mengganyang Malaysia. jika
pemerintah Malaysia tidak serius menanggapinya dan menganggap ini hal yang
sepele.
khusus kasus pemukulan wasit karate, meskipun perdana menetri malaysia Abdullah
Badawi telah meminta maaf melalui via telepon dengan presiden SBY, tidak
semata-mata rakyat indonesia lantas menerima permintaan maaf tersebut. kerena
kami menginginkan pemerintah malaysia juga berkomitmen tidak mengulangi
kesalahan yang serupa dan seharusnya juga permintaaan maaf tersebut disampaikan
langsung kepada seluruh rakyat Indonesia, disertakan pemberian ganti rugi
sebesar mungkin untuk korban penganiayaan sebelum luka kemarahan rakyat
Indonesia semakin berkobar.
Diietmpat terpisah Tb. Bayus SK ketua Front Nasional Propinsi Banten
mengatakan, bahwa oknum polisi tersebut perlu diajarkan budi pekerti dan harus
ditindak tegas secara hukum dengan transparan dan terbuka disiarkan langsung di
media Malaysia dan Indonesia. sehingga rakyat indonesiaa benar-benar
mngtahuinya. perlu diaingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan
bermartabat. bayu juga menghimbau kepada anggota FNPPNKRI yang tersebar di
kab/kota jangan melakukan sweping atau bentuk provokasi ganyang malaysia karena
kita bertetangga. bangsa indonesia adalah bangsa cerdas dan bersatu.
____________________________________________________________________________________Ready
for the edge of your seat?
Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/