Hehehee... jang Bonnie ini masih muda.
  masih panjang perjalanan hidupnya.
  Di Rumah dunia, ada peristiwa "Ode kampung 2",
  dimana para peserta diskusi menyatakan sikap, saya sertakan di bawah ini ya:
   
  Pernyataan Sikap Sastrawan
  Ode Kampung 
  Serang, Banten,  20-22 Juli 2007:
   
              Kondisi Sastra Indonesia saat ini memperlihatkan gejala 
berlangsungnya dominasi sebuah komunitas dan azas yang dianutnya terhadap 
komunitas-komunitas sastra lainnya. Dominasi itu bahkan tampil dalam bentuknya 
yang paling arogan, yaitu merasa berhak merumuskan dan memetakan perkembangan 
sastra menurut standar estetika dan ideologi yang dianutnya. Kondisi ini jelas 
meresahkan komunitas-komunitas sastra yang ada di Indonesia karena 
kontraproduktif dan destruktif bagi perkembangan sastra Indonesia yang sehat, 
setara, dan bermartabat.
  Dalam menyikapi kondisi ini, kami sastrawan dan penggiat komunitas-komunitas 
sastra memaklumatkan Pernyataan Sikap sebagai berikut: 
   
  1.     Menolak arogansi dan dominasi sebuah komunitas atas komunitas lainnya. 
  2.     Menolak eksploitasi seksual sebagai standar estetika.
  3.     Menolak bantuan asing yang memperalat keindonesiaan kebudayaan kita. 
   
  Bagi kami sastra adalah ekspresi seni yang merefleksikan keindonesiaan 
kebudayaan kita di mana moralitas merupakan salah satu pilar utamanya. Terkait 
dengan itu sudah tentu sastrawan memiliki tanggung jawab sosial terhadap 
masyarakat (pembaca). Oleh karena itu kami menentang sikap ketidakpedulian 
pemerintah terhadap musibah-musibah yang disebabkan baik oleh perusahaan, 
individu, maupun kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat, misalnya 
tragedi lumpur gas Lapindo di Sidoarjo. Kami juga mengecam keras sastrawan yang 
nyata-nyata tidak mempedulikan musibah-musibah tersebut, bahkan berafiliasi 
dengan pengusaha yang mengakibatkan musibah tersebut.
   
  Demikianlah Pernyataan Sikap ini kami buat sebagai pendirian kami terhadap 
kondisi sastra Indonesia saat ini, sekaligus solidaritas terhadap korban-korban 
musibah kejahatan kapitalisme di seluruh Indonesia. 
  .....
   
  Nah, di bawahnya ada ratusan peserta (penulis) menandatangani, termasuk saya, 
Bonie, Toto ST Radik, Wan Anwar,m dan banyak lagi. Surat pernyataan ini melalui 
perdebatan panjang. Kami di Rumah Dunia tetap berpendapat, isi surat pernyataan 
ini untuk semua komunitas. Bahkan saat dideklarasikan saya memberi pengantar, 
"Surat pernyataan ini cermin bagi Rumah Dunia. Juga semua yang menandatangani 
harus konsekuen dan konsisten. Termasuk Rumah Dunia. Iji bagi kita semua."
   
  Bahkan saya menegaskan soal hegemoni dan bantuan asing seperti apa yang 
dimaksud. Artinya, sebuah komunitas boleh menerima bantuan asing jika itu tidak 
merusak kebudayaan kita. Soal hegemoni, saya pribadi tidak begitu peduli. 
sebodo amat, yang penting Rumah Dunia tidak melakukan itu. Hanya, saya pribadi 
setuju dengan point kedua; saya menolak xploitasi sex sebagai standar estetika.
  Begitu saja. 
  Hanya, usai hajatan "Ode Kampung", masing-masing kepala membawa pikirannya 
sendiri-sendiri. Dan jurnal "Boemiputra" (Rumah Dunia tidak terlibat, terbukti 
tidak ada nama secara pribadi2 di boks redaksi) mngkritik Komunitas Utan Kayu. 
Saya pikir, kritikan itu ditanggapi saja secara wajar oleh KUK di alam 
demokrasi ii. Biasa saja. Goenawan Mohamad 'kan sudah menanggapi itu sebagai 
"corat-coret di kakus". Bahkan Saut Situmorang, redaksi Boemputra sudah 
menyatakan kesediaannya untuk duduk di sebuah acara diskus. Saut sudah siap 
beradu argumentasi dengan kawan-kawan di KUK.
  Hanya saja, Bonie masih muda. Dia memiliki banyak kawan di KUK, sehingga demi 
pertemanan di KUK yang tentu selaras dengan pekerjaannya sebagai jurnalis, 
Bonnie memilih mencabut dukungannya. Sebagai kawan, saya sebetulnya 
menyayangkan sikap tersebut. Tapi, itu adalah pilihan Bonie. Tidak apa. Kita 
semua sedang belajar. Peristiwa ini saja bagi Rumah Dunia sebagai pelajaran 
berharga. Bagi saya, KUK dan jurnal Boemiputra adalah media pembelajaran 
berharaga, bagaimana sebetulnya kita harus bersikap. Bagaimana sebetulnya kita 
bisa mengambil manfaat. Bagimana sebetulnya kita bisa belajar mencari kawan, 
bukan musuh.
   
  Oke, saya selaku salah satu SC "Ode Kampung 2", memahami keputusan yagn Bonie 
ambil. Semoga ke depan, kita semakin arif menyikapi sebuah persoalan.
   
  Selamat lebaran, tetap semangat berkarya dan bekerja.
  Semoga email saya ini tidak ada yang menyunting.
   
  Gola Gong
  SC "Ode Kampung 2".
   
                          
   

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke