Lost in Love expresi anak muda
   
  www.bantenmuda.multiply.com
   
  Seratus tahun hari kebangkitan nasional menjadi moment yang sangat penting 
bagi kebangkitan Generasi Muda. Di tengah keterpurukan bangsa dan Negara 
Indonesia, muncul berbagai prestasi anak muda yang membanggakan bukan hanya di 
tingkat nasional tetapi juga di tingkat international. Ini membuktikan bahwa 
sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dengan yang ada di luar negeri. Salah 
satu contoh adalah dengan munculnya Rachmania Arunita (Nia) sebagai penulis 
cerita, penulis skenario dan sutradara film Lost in Love di usia 22 tahun.
   
  Karir Nia menulis karya pertamanya dalam bahasa Perancis ketika masih duduk 
di Sekolah Dasar di Kota Villeneuve d’Ascq, Perancis. Pada saat berumur 15 
tahun novelnya berjudul Eiffe I’m in Love menjadi best seller, terjual sekitar 
70.000 ekslempar di pasaran dan mengantarkannya sebagai penulis skenario muda 
dalam film dengan judul yang sama.
   
  Dari karyanya ini pula Nia mendapat beragam penghargaan diantaranya adalah 
Sarasvati Award 2nd International Film Festival 2004 (best scenario), Festival 
Film Perancis 2004 (one of the 6 juries), dan MTV Beda Award 2004.
   
  Berangkat dari pengalaman tersebut kini Nia kembali menulis cerita lanjutan 
dari novel Eiffel I’m In Love yaitu Lost In Love. Lost In Love sudah 
diterbitkan dalam bentuk e-Book terlebih dahulu sebelum pada akhirnya dicetak 
dalam bentuk novel dan diangkat menjadi film layar lebar. Dalam film Lost In 
Love, Nia tidak hanya bertindak sebagai penulis cerita tetapi juga langsung 
sebagai penulis skenario dan sutradara.
   
  Disela Press Screen film Lost in Love di Senayan City Cinema XXI Kamis 
(22/5), kepada Banten Muda Nia mengatakan bahwa film ini dibuat oleh anak muda 
untuk anak muda. Cerita film bergenre Drama remaja ini berawal dari kekecewaan 
Tita pada semua orang yang menganggapnya sebagai anak kecil dan manja. Dia pun 
dikhianati oleh Adit dengan sikapnya yang tidak berubah, tetap dingin dan 
ketus. Tita semakin kesal karena Adit pun memiliki penilaian yang sama seperti 
kebanyakan orang. Suatu ketika, Tita memutuskan pertunangan dan hubungan dengan 
Adit. Dia merasa sudah saatnya hidup mandiri tanpa ada seseorangpun yang 
menjaga dan melarangnya berbuat apapun. Tita ingin membuktikan kalau dirinya 
sanggup hidup sendiri tanpa orang lain.
   
  Hadir pula Arifin Putra yang berperan sebagai Alex, orang ketiga yang muncul 
diantara Adit dan Tita. Disini Alex digambarkan sebagai seorang mahasiswa 
Thailand yang kuliah di Paris, dimana secara tidak sengaja bertemu dengan Tita 
saat Tita tersesat di Paris.
   
  Cowok Ganteng kelahiran 1 Mei 1987 ini secara tidak sengaja mendapatkan peran 
dalam film Lost in Love ketika bertemu dengan Rachmania Arunita di sebuah cafe. 
Karena melihat kemampuannya dalam berbahasa Perancis, maka peran Alex sangatlah 
cocok untuk diperankan oleh pria keturunan Indo Jerman ini. “Kalo karakter aku 
sih, yah anak kuliahan dan aku anak dari pernikahan campuran, ibu aku Perancis, 
bapak aku Indonesia. Dan bagaimana ya… Ya, anaknya sih biasa, baik, gampang 
bergaul sama orang, dan juga siap membantu, cuman ya tetap aja yang namanya 
juga manusia ya, tetap ada kayak batas temperamentnya lah,” ujarnya saat 
dimintai komentar mengenai sosok Alex.
   
  Berdurasi 99 menit, Nia mampu membuktikan kepiawaiannya membuat sebuah 
cerita. Dengan latar belakang gambar 90% memanfaatkan pesona kota Paris yang 
romantis, film mengalir apik dan mudah dicerna. 
   
  Dalam pemilihan pemainpun Nia bisa dibilang cukup jeli, tidak gampang mencari 
pemain yang sesuai dengan karakter  yang ada di Lost in Love . Para pemain 
dipilih dengan proses yang berbeda, seperti Pevita yang harus mengalahkan 1,100 
pesaing dalam sebuah road show atau mencari peran Adit dengan karakter cool dan 
tidak banyak bicara. Apalagi peran Alex, harus mencari sosok anak muda yang 
bisa berbahasa Perancis dan Inggris. Semua itu melalui proses yang tidak 
gampang.
   
  Di bawah bendera rumah produksi Studio  Samuan  & Itrema Creative 
Development, talent–talent muda diberikan kesempatan untuk unjuk gigi dalam 
film Lost in Love. Di mulai dari Nia yang usianya masih sangat muda menjadi 
penulis cerita sekaligus sutradara, Eric Chang walaupun usianya baru 17 tahun 
tapi sudah dipercaya menjadi photographer untuk poster film. Stefan Damasena 
membuat website Lost in Love yang keren atau David Kurniawan si pembuat poster. 
Konsep  design yang mereka gunakan  sangat unik dan berbeda. 
   
  Memperkuat mood adegan-adegan di Lost in Love, Group Tangga mempersembahkan 
lagu-lagu barunya untuk mengisi soundtrack film ini. Bukanlah hal yang mudah 
memang, namun justru inilah tantangan yang dijawab dengan penuh cinta oleh para 
personel Tangga, Chevrina Anayang, Mohammed Kamga, Nerra Merlin, dan Tahir 
“Tata” Hadiwijoyo. 
   
  Film Lost in Love yang dibuat oleh sineas muda ini patut mendapatkan 
apresiasi agar potensi dan prestasi yang telah diperoleh dapat lebih 
dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan, dimasa yang akan datang Nia akan 
tergerak untuk membuat film yang sama dengan latar belakang pesona keindahan 
alam Indonesia. Kita berharap di dunia perfilman Indonesia akan tumbuh 
potensi-potensi muda berbakat lainnya. Film ini diharapkan mampu menularkan 
virus positif dari anak muda dan memberikan inspirasi bagi siapa saja untuk 
menyulut kebangkitan generasi muda Indonesia. (Wira).
  www.bantenmuda.multiply.com

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke