11/06/2008 16:55 WIB

Hasyim: Tak Relevan Kaitkan Ahmadiyah dengan Pancasila

M. Rizal Maslan - detikcom

Jakarta - Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) menyatakan, tidak ada
relevansinya menghubungkan Pancasila dengan Ahmadiyah. Sebab, kasus
Ahmadiyah bukan soal kebebasan beragama, tapi penodaan terhadap agama
itu
sendiri.

"Pancasila, dalam kasus Ahmadiyah sulit direlevansikan, karena Pancasila
memberi kebebasan kepada setiap warga negara untuk beragama dan
berkeyakinan. Tapi sama sekali tidak memberi kebebasan untuk menodai
salah
satu agama yang diyakini sah di Indonesia," kata Ketua Umum PBNU KH
Hasyim
Muzadi di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2008).

Oleh sebab itu, lanjut Hasyim, semua argumentasi yang dinilai
mengaburkan
keyakinan beragama itu berdasarkan Pancasila tidak relevan. "Kasus
Ahmadiyah
bukan kasus atau masalah kebebasan beragama dan berkeyakinan, tapi
penodaan
terhadap agama," jelasnya.

Untuk itu, PBNU menyimpulkan ketidaksetujuannya dengan semua tindak
kekerasan, baik secara fisik yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI),
maupun kekerasan ideologis dan agamis yang dilakukan Ahmadiyah. "Kepada
pihak yang menjungjung demokrasi selama ini, apakah menodai agama bagian
dari demokrasi?" imbuh dia seraya bertanya balik. ( zal / asy )

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/11
/tim
e/165551/idnews/954526/idkanal/10







-----Original Message-----
From: antonhartomo [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 13, 2008 10:19 AM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Subject: [WongBanten] PERNYATAAN SIKAP, PENGECAMAN KEKERASAN OLEH FPI


--- In ppiindia :

PERNYATAAN SIKAP, PENGECAMAN KEKERASAN OLEH FPI

Posted in June 5th, 2008 by admin in Politics
AJI DAMAI dan MASYARAKAT
PEMBELA PANCASILA

Berkaitan dengan aksi brutal yang dilakukan massa beratribut FPI
terhadap peserta aksi damai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan
Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada 1 Juni 2008 di Monas yang
mengakibatkan banyak korban berjatuhan, termasuk kaum perempuan dan
anak-anak. Padahal AKKBB hendak memperingati hari lahir Pancasila ke-
63 yang notabene merupakan dasar negara Republik Indonesia, hasil
konsensus para pendiri bangsa ini. Kemudian mempertimbangkan pula
aksi-aksi FPI terdahulu yang banyak meresahkan warga maka AJI DAMAI
dan Masyarakat Pembela Pancasila menyatakan:

This e-mail is confidential and may contain legally privileged information. If 
you are not the intended recipient, you should not copy, distribute, disclose 
or use the information it contains. Please e-mail the sender immediately and 
delete this message from your system. E-mails are susceptible to corruption, 
interception and unauthorized amendment; we do not accept liability for any 
such changes, or for their consequences. You should be aware, that PT TITAN 
Petrokimia Nusantara might monitor your e-mails and their content.

Kirim email ke