kang, saya sedikit berpendapat :
sekarang ini, karena pola hidup yang mulai modern (katanya), air kemasan punya 
nilai jual tinggi.  para pengusaha (pribumi & entah asing), banyak yang ngiler 
untuk ikut investasi di usaha ini.  maka diicarlah sumber-sumber air segar yang 
ada di bumi kita. air segar di kita karena memang udah segar/fresh, tidak butuh 
biaya produksi tinggi untuk mengemas kemudian menjualnya di pasaran.  air itu 
laku, asal rapi walaupun disimpan lama ga akan basi. bisa dibayangkanlah, 
investasi usaha pada bidang ini.
saya setuju & mendukung penolakan warga padarincang dan sekitarnya pada rencana 
pembangunan pabrik aqua ini.  sumberdaya air ini karena menyangkut hajat hidup 
orang banyak apalagi punya nilai ekonomi, itu milik rakyat. jika Sumberdaya itu 
kemudian dikelola oleh pemerintah (langsung/oleh swasta dengan ijin), hasilnya 
untuk pembangunan yang ujung2nya harus untuk rakyat juga.
penolakan warga padarincang karena hal itu akan mengancam ketersediaan air 
beberapa tahun mendatang, lebih lanjut memang harus kita lihat dan pelajari 
peta air bawah tanah di lokasi setempat. tapi eksploitasi tetaplah eksploitasi, 
ditambah lagi jika pabrik sudah berproduksi, kita sulit mengontrol seberapa 
banyak volume air yang diambil setiap waktu. Ada baiknya kita kaji lebih lanjut 
rencana pembangunan pabrik itu, walau ijin bupati terlanjur terbit.  
di radar banten kemarin diberitakan, Bupati tidak bisa asal cabut saja ijin ini 
karena akan berdampak terhadap citra Banten di mata para investor. aneh juga 
ya, kok takut pada investor daripada masyarakat sendiri. harus kita pertanyakan 
lagi, kepala daerah ini pelayan masyarakat apa pelayan investor. saya tidak 
yakin kalau investor akan lari karena masalah ini, kecuali mereka investor yang 
benar2 tidak punya hati nurani.
teman2, berusaha gaungkan terus isu penolakan ini, biar bergema dan punya 
dampak.
biasanya dalam kasus2 seperti ini, yang suaranya keras akan didekati atau 
(minta didekati?) biar suaranya agak lembek. jangan sampailah kita seperti 
itu.teruslah berjuang.
salam-UUS 


----- Pesan Asli ----
Dari: aji setiakarya <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: pembaca kompas forum <[EMAIL PROTECTED]>; naratama <[EMAIL PROTECTED]>; 
Sirikit Syah <[EMAIL PROTECTED]>; jurnalisme milis <[EMAIL PROTECTED]>; 
jurnalis groups <[EMAIL PROTECTED]>; mediacare <[EMAIL PROTECTED]>; satelit 
news teman <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]; FLP <[EMAIL 
PROTECTED]>; baraya baraya <[EMAIL PROTECTED]>; uji uji <[EMAIL PROTECTED]>; 
ibnu adam <[EMAIL PROTECTED]>; mas yuno <[EMAIL PROTECTED]>; radar radar 
<[EMAIL PROTECTED]>; firli banten <[EMAIL PROTECTED]>; bunda eneng <[EMAIL 
PROTECTED]>; gmc gmc <[EMAIL PROTECTED]>; ppiindia Moderator <[EMAIL 
PROTECTED]>; yoki guru <[EMAIL PROTECTED]>; danke drajat danke <[EMAIL 
PROTECTED]>; kang ibnu hamad <[EMAIL PROTECTED]>; humas banten <[EMAIL 
PROTECTED]>; azhar firdda <[EMAIL PROTECTED]>; DEWI PURWANTI
 <[EMAIL PROTECTED]>; budi putra budi <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; subadri arifqi <[EMAIL PROTECTED]>; 
Ahmadi Shakti <[EMAIL PROTECTED]>; machsus thamrin <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: rumahdunia rumahdunia <[EMAIL PROTECTED]>
Terkirim: Rabu, 9 Juli, 2008 21:47:38
Topik: [WongBanten] Mohon Bantuan, Kampungku Di Obok-obok!!


 
Senin (7/7) DPRD Kabupaten Serang  kembali melakukan rapat kerja  membicarakan 
nasib investasi PT Tirta Investama, anak perusahaan Danone yang membangun 
pabrik Aqua  di Kampung Cirahab Desa Curugoong  Kecamatan Padarincang Kabupaten 
Serang Provinsi Banten.  Kalau tak salah menghitung ini adalah kali ketiga DPRD 
Serang memanggil Eksekutif yang  memberikan izin mendirikan bangunan. Jelas, 
dalam rapat itu juga dibahas tentang penolakan mayoritas warga Kecamatan 
Padarincang yang menolak pembangunan pabrik Aqua itu yang dianggap merugikan 
khalayak di Padarincang.  
 
Warga yang terdiri dari ulama, mahasiswa,  tokoh pemuda, pelajar dan forum 
lurah  sudah tiga kali mengadakan audiensi dengan pihak DPRD Serang. Dan secara 
tegas mereka tidak menerima keberadaan pabrik yang bakal menguras air bawah 
tanah mereka. Harga Mati: Menolak
 
SAUDARA SETANAH AIR, PARA PEJUANG LINGKUNGAN, KAWAN-KAWAN WARTAWAN, TEMAN-TEMAN 
BIROKRAT, YANG SAYA MULYAKAN.  TERKAIT DENGAN PENOLAKAN WARGA PADARINCANG INI 
INGIN RASANYA SAYA BERCERITA SEKILAS TENTANG CIRAHAB
***
 
Mata Air  Cirahab adalah sebuah berkah buat warga kampung Sukaraja khususnya 
dan Padarincang umumnya. Ia menjadi mata air yang menjadi sumber penghasilan  
untuk orang-orang yang berada di lingkungan Cirahab. Saya memanggil kali ini 
dengan Air Cimami (Karena disitu ada nama yang bernama Mami. Tokoh masyarakat, 
anak salah satu tokoh di Padarincang) . 
 
Cirahab terletak di kaki Gunung Karang. Gunung yang terbesar di Banten. Lebih 
dekat lagi dengan Gunung Wangun yang merupakan gugusan Gunung Karang. Dari 
sebuah sudutnya  terdapat  mata air yang mengeluarkan air bening dan jernih. 
Saat saya usia SD hingga SMP ini adalah tempat favorit yang saya kunjungi. 
Bahkan sampai saat ini masih menjadi tempat kebanggaan saya. Saya sering 
mengenalkannya kepada kawan-kawan. Airnya yang bening menjadi tempat segar 
untuk melepaskan dahaga kawan. Rumah saya  di Kampung Cisaat,  sekitar tiga 
kilometer ke kampung Cirahab ini. Meskipun begitu saya dan kawan-kawan rela 
untuk berjalan. Apalagi hari minggu. Sambil olahraga. Itu tidah dilakukan oleh 
saya tetapi anak-anak kecil dari  kampung-kampung yang lain. 
 
Jika kemarau datang Cirahab adalah berkah buat kami. Warga yang berada di Desa 
Cipayung, Ciomas, Barugbug, Cisaat,   Batukuwung, Curugoong, Cisaat, pasti  
berbondong-bondong mandi bersama, kemudian mengambil air dengan  kokang sebagai 
oleh-oleh pulang Rumah. Indah rasanya. Tak ada beban
 
Saat saya masih kelas lima SD bersama kawan-kawan saya masih  sering 
memanfaatkannya untuk bacakan, makan bersama gaya Banten,  di daun dengan 
sambal dan ikan panggan hasil tangkapan atau ngegogo. 
 
Namun  menginjak Madrasah Tsnawiyah, sekitar 1997-an  kondisinya mulai  
berbeda. Dari sumber utama air Cirahab dibangun sebuah pabrik air minum 
kemasan. Nama perusahaannya adalah PT NATURAL EKA PERKASA. Warga mulai 
terganggu, ada percikan kemarahan dari masyarakat.  Namun masyarakat 
membolehkannya  karena perusahaan yang konon milik Tomy ini tidak terlampau 
eksploitatif. Hanya dalam jumlah kecil.  
 
Saudara setanah air 
Yang lebih penting lagi  sebenarnya adalah mata air Cirahab ini mengairi lebih 
dari 4000 hektar sawah yang tersebar di Desa Batuwung, Desa Cipayung, Desa 
Barugbug.  Saya tahu persis. Kebetulan Dari Cirahab ini mengalir ke tempat 
sawah kakek saya yang letaknya sekitar satu kilo dari mata air Cirahab,  
persisnya di Kampung  Ciwarna. Bersama keluarga, saya sering memakainya untuk 
mandi  jika habis kotor-kotoran di sawah.  Artinya air ini menghidupi tanah 
4000 hektar  yang menjadi sumber penghidupan langsung dari empat desa.  
 
Namun pihak perusahaan seperti menutup mata. Diberbagai media mereka bilang 
tidak akan mengganngu pasokan air dengan alasan yang diambil adalah air bawah 
tanah. 
 
Parmaningsih, Coorperation Secretary PT Tirta Investama, ketika dimintai 
tanggapannya soal desakan warga agar pembangunan tidak dilanjutkan, justru 
mengaku optimis pabrik aqua dapat berdiri di Serang.

Menurut wanita berkacamata ini, terkait kekhawatirkan warga soal ancaman 
kekeringan beberapa tahun mendatang, Parmaningsih menjelaskan, pihak perusahaan 
sudah memikirkan hal tersebut. (Radar Banten, 2 Juli 2008)

Mereka juga mengimingi dengan janji  lapangan pekerjaan dan kesejahteraan untuk 
rakyat setempat. 
  
Saya mungkin bodoh untuk persoalan perairan ini. Tapi cobalah tengok
 
www.inilah.com/ berita/2008/ 01/03/6287/ tragedi-sukabumi-duka-di-tengah- 
limpahan- air-(1)/ -
 
Coba juga klik di mesin pencari Google  dan ketik akibat kerusakan AQUA. 
Sungguh!!! saya tak bisa membayangkannya jika saudara-saudara kami di 
Padarincang seperti halnya di Sukabumi 
 
 
 
 
Karena itulah Saudara Setanah Air, 
saya menyampaikan pesan masyarakat Padarincang:
 
Masyarakat Padarincang mohon do’a dari kedzoliman
Birokrat, LSM yang nakal, dan para anggota legeslatif yang serakah.  Juga dari 
godaan sesaat  RP I Miliar uang yang akan digelontorkan Tirta Investama kepada 
warga,  semoga terhindari dari hasutan segelintir warga Padarincang yang sudah 
menjadi calo tanah, dan terhindar dari orang-orang yang telah menggadaikan 
Cirahab. Kepada PT  Tirta Investama warga padarincang memohon maaf karena anda 
harus keluar dari wilayah kami.  
 
 
 
 
Kepada Saudara Setanah Air,
 
Kami  membutuhkan bantuan saudara-saudara. Kepada para aktivis lingkungan 
dimanapun berada, teman-teman wartawan, pemerintah daerah Serang, DPRD Banten, 
Gubernur Banten, Menteri Lingkungan Hidup. Dan siapa saja yang memiliki 
peranana untuk menolaknya. 4000 ribu hektar sawah, yang selama ini menyuplai 
beras ke Pasar Induk Rau akan kering kerontang. Sawah yang menjadi sumber 
penghasilan akan terbengkalai. Para petani di lima desa ini hanya akan gigit 
jari. Dan tentu saja mandi bareng anak-anak riang saya dulu tidak akan ada lagi 
ceritanya. Karena tak ada lagi air Cirahab yang jernih itu.
 
Duhai Tuhan!! Negeri kami sedang di obok-obok. 
Mohon Bantuan kawan-kawan. Kami rakyat tak menghendaki. Tapi-tapi tangan-tangan 
jahil terus mengintai. 
 
www.setiakarya. wordpress. com
 
Untuk lebih jelasnya
Hubungi 
 
Abdul Basyit (Koordinator)
081911127433
 
 
MUI PADARINCANG,  FORUM LINTAS BARAT, LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) 
KECAMATAN PADARINCANG,  FORUM PEDULI LINGKUNGAN, FORUM KOMUNIKASI KEPALA DESA 
(FKKD) PADARINCANG, MAPALA UNTIRTA, HIMPUNAN MAHASISWA SERANG (HAMAS), MAPALA 
IAIN, BEM UNTIRTA. 
 
Catatan: 
Masyarakat Padarincang mengucapkan terimakasih kepada Radar Banten, Banten Raya 
Post, Fajar Bantenm Satelit News, Tangerang Tribun, Banten TV,  dan media 
lainnya yang intens menyampaikan informasi yang balance. Semoga tetap
komitmen membela rakyat.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke