Udara memang begitu terasa berat dan basah saat ini di Ruwais. Percis seperti 
mandi sauna. Maklum saja karena humidity bisa mencapai 7-800 persen!. Orang 
sini bilang 'musim ruthubah (wet session). Bagi para operator lapangan kondisi 
seperti ini memang tidak nyaman karena selalu bermandikan keringat ditambah 
lagi udara yang berat menyebabkan badan cepat terasa lelah. Mungkin oksigen 
juga ikut terlarut dalam uap air. Ini memang paket ujian sebagai buruh migran. 
Saya memang kebetulan bekerja di dalam ruangan, laboratory area. Sembunyi 
diantara gelas kimia dan biuret.  Melihat para teman seperjuangan bermandikan 
keringat dan harus gonta-ganti kaos dalam, saya berikan apresiasi pujian bahwa 
mereka memang para pejuang tangguh bagi keluarga minimalnya. Bagi yang 
keluarganya masih di Indonesia mungkin tidak terbayang seberapa beratnya udara 
di gulf saat ini. Biarkan peluh yang membasahi setiap pori-pori menjadi saksi 
kebaikan dan memohonkan ampunan sehingga tubuh bisa terselamatkan dari api 
jahannam. Begitu Sang baginda, Muhammad SAW melihat pekerjaan  atau amal adalah 
buah iman dan taqwa karena dalam agama yang saya anut bekerja adalah ibadah!. 
Itu pemahaman yang dasar. 
Mari kita menengok negeri katulistiwa barang sejenak, Agustus seperti sekarang 
ini memang diharapkan segera berlalu. Siklus 6 bulanan diharapkan cepat selesai 
karena diharapkan awal September musim penghujan segera datang. Itu pun jika 
tidak ngaret..! Mudah-mudahan kebiasaan orang indo yang ngaret tidak berdampak 
pada musim penghujan. Bagi para karyawan pabrik sepatu, baju, sampai ke buruh 
di petrokimia memang tidak begitu ambil pusing dengan bulan Agustus karena 
udara so far sogud..Oksigen tersedia cukup. Namun untuk para petani kita sedang 
menunggu September, awal dari musim penghujan.
Jika tuhan menyediakan akherat negeri abadi yang di sanalah kita bisa menikmati 
'bayaran' dari jerih payah kita maka dunia negeri tempat kita bekerja dan 
beramal. Siapapun hamba Tuhan, entah ia buruh migran, karyawan, petani semua 
akan memetik hasilnya nanti. So, selamat berjuang! pastikan selamat sampai 
tujuan!..
Ruwais, Agustus 2008


      

Kirim email ke