Kein Schwein und kein Alkohol, bitte No alcohol, please", itu adalah kalimat yang tersulit" yang harus saya ucapkan jika dinner bersama customer. Tentu saja itu harus dinyatakan secara santun demi sebuah empatik dari mereka yang ndak paham" kenapa saya tidak menyentuh Alkohol dan tidak makan Schwein (boso njowone: Genji, cara Jakarte-nye: Babi).
Cilokone, karena profesinya sebagai pengamen" (baca: SAP Konsultan), terpaksalah presentasi, meeting dan dinner (atau dugem :p), adalah sebuah keseharian XXXXX Sahabat saya saat kuliah dulu, orang Turki, juga seorang Proyek Manager dan Senior Consultant brilyant dari perusahaan prestisius Cap Gemini di Paris punya cara hidup yang unik. Dia tidak minum Alkohol setetespun, tidak makan Schwein karena tradisi keluarganya yang relijius, tapi setiap malam berganti dari pelukan Blondine mata biru satu ke pelukan Blondine mata biru lainnya :) Bajingan casanova pecinta yang cool flamboyant!", begitu saya menjuluki dia :D Suatu hari saya tanya; Erdem, bagaimana mungkin ente ndak mau makan Schwein karena itu dilarang, tapi tiap malam selalu Abenteuerleben (hidup berpetualang) berganti-ganti Blondine?" Meskipun ente ndak makan Schwein, berpetualang dari pelukan Blondine satu ke Blondine lainnya itu perilaku Schwein" tahu!", kata saya menggoda ngakak :)) Enteng dia menjawab: "Ja, richtig! Das ist ein Schwein"! "Deswegen esse ich kein Schwein, weil ich ein Schwein" bin!" Schwein" isst kein Schwein!" (Ya, betul! Itu (seperti) Schwein!) (Karena itu saya tidak makan Schwein, karena saya seorang Schwein") (Schwein" tidak (mungkin) makan Schwein) , Balas dia sambil ngakak tanpa salah. Layaknya seorang Don Juan sejati, yang romatis royal menggesekan platinum credit card-nya, tapi selalu penuh kalkulasi akurat seperti anak kecil nakal yang tahu dimana ada mangga matang milik tetangga yang bisa dicuri tanpa ketahuan, lalu dingin tanpa perasaan bersalah berpindah dari Blondine satu ke lainnya =)) XXXXX Kalau urusan makan Schwein pas dinner itu ndak terlalu masalah. Kita bisa lihat daftar menu, lalu cari aman pilih menu fish. Tapi untuk urusan alkohol ini agak ribet. Mosok semua pada minum liquer atau wein, saya sendirian pilih coca cola? Consultant SAP, minum coca cola pas dinner dengan customer, apa kata dunia? ha..., ha... =)) Yang pertama saya lakukan mulailah "berbohong putih" (ha ,ha mana ada berbohong putih, bohong yah bohong). Saya alergi alkohol", itu adalah alibi yang paling aman untuk tidak minum alkohol. Tidak akan ada kesalahpahaman setelah itu. Kedua, baru kita lihat apa yang dipesan oleh customer kita Jika dia pesan bir biasa, maka saya akan pesan mineral water biasa Jika dia pesan sejenis Vodka atau gin, maka saya akan pesan sparkling mineral water biasa. Jika dia pesan sejenis Wein seperti Champagne, maka saya harus pesan "San Pelligrino", air putih bermineral dari negeri Spagetti. Jika dia pesan Cognag, wah mereka ini mau main pake tarikan kelas atas nih (pikir saya dalam hati), maka saat itu dengan menggertakan kedua jemari tangan kalem memesan minuman andalan saya "Sparkling Perrier, Mounssiur", kata saya sambil senyum ke pelayan minuman. Ini nih air putih yang bisa merusak mata, mata pencaharian tentu saja. Perrier Sparkling Mineral Water rata-2 dihargai minimal 15 Euro per gelasnya. "Ndak masalah dibayarin kantor ini", kata saya menghibur hati karena jerih membayar air putih itu :) XXXXX Sebenarnya persoalan minum apa saat dinner itu bukan perkara sederhana terutama buat kita yang tidak menyentuh alkohol. Jenis minuman tidak beralkohol itu amat terbatas. Dalam posisi yang limited ini bagaimana kita harus bisa membuat positioning diri kita yang nota bene mewakili kredibilitas perusahaan, terlihat elegance di mata customer, adalah suatu tantangan tersendiri. Adik saya, yang baru saja menyelesaikan dua masternya dibidang Marketing dan Tourism, kebetulan praktek kerja di Hotel Kempiski, Hamburg dan sedang memulai riset Doktor di bidang Hotel dan Tourism, memberi tips tentang perlunya kita mengenal minum-minum sekelas wein atau liquer model champagne atau cognag tapi tidak berakohol. Sebagai penyelarasan citra untuk kita yang tidak menyentuh alkohol saat dinner dengan customer. Saya tidak ingat nama-2 nya yang begitu sulit untuk dihapal. Tapi ada dua yang terpenting yang saya ingat "San Pelligrino" mineral water dari Italia akan saya gunakan jika partner bisnis saya memilih wein atau Champagne. Dan saya akan memesan "Perrier" mineral water dari Perancis, jika mereka memesan Cognag. "klein Hinweis aber große Wirkung" (Tips kecil tapi memberi dampak besar) dari sang adik saat ber-dinner ria dengan para partner bisnis dan customer Salam, Dari Lembah Sungai Spree, Ferizal Ramli
